Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten​

3/3/2026 12:00 AM
Hits: 2713

Laporan Perekonomian Provinsi Banten Februari 2026

Banten
Triwulan

Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan IV 2025 tumbuh positif sebesar 5,64% (yoy) atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,29%. Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh peningkatan permintaan domestik dan mobilitas masyarakat menjelang periode HBKN Natal dan Tahun Baru. Dari sisi Pengeluaran, perekonomian triwulan IV 2025 ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga (RT), Pembentukan Modal Tetap Bruto/Investasi, dan Net Ekspor yang tumbuh positif. Sementara dari sisi Lapangan Usaha, ditopang oleh LU Industri Pengolahan, Transportasi & Pergudangan, dan Perdagangan Besar & Eceran.

Secara tahunan, ekonomi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 sebesar 4,79% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional dan Jawa yang masing-masing tumbuh sebesar  5,11% (yoy) dan 5,30% (yoy). Kinerja ini dicapai seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan peningkatan capaian realisasi penanaman modal yang turut mendorong pertumbuhan pada sektor konstruksi.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh kinerja keuangan pemerintah. Hingga triwulan IV 2025, kinerja realisasi pendapatan APBD di wilayah Banten mencapai Rp40,83 triliun atau sebesar 95,62% dari pagu, lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2024 sebesar 98,58% dari pagu anggaran dengan nominal sebesar Rp42,86 triliun. Di sisi lain, kinerja realisasi belanja APBD Pemerintah daerah se-Provinsi Banten mencapai Rp40,26 triliun atau 90,49%, lebih rendah dari pencapaian triwulan IV 2024 sebesar 93,94% dengan nominal sebesar Rp42,72 triliun.

Pagu APBN tahun 2025 di Provinsi Banten lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Berdasarkan data DJPb Provinsi Banten, Pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk wilayah Banten pada tahun 2025 sebesar Rp16,65 triliun, lebih rendah -6,90% (yoy) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp17,89 triliun. Anggaran APBN telah direalisasikan sebesar 95,31% atau mencapai Rp15,87 triliun.

Laju Inflasi gabungan kota IHK di Banten pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 2,74% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,31% (yoy). Tekanan inflasi ini lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sebesar 2,92% (yoy) dan rata-rata inflasi 3 tahun terakhir yaitu sebesar 3,34% (yoy)

Lebih jauh, perbaikan kinerja ekonomi juga didukung kinerja positif intermediasi perbankan dan stabilitas keuangan yang terjaga. Hal ini tecermin dari pertumbuhan positif kredit dan DPK serta NPL yang terjaga rendah pada triwulan IV 2025. Pertumbuhan kredit di Banten juga didukung pertumbuhan positif kredit korporasi dan kredit rumah tangga.

Pertumbuhan ekonomi Banten di triwulan IV 2025 yang meningkat berdampak terhadap laju transaksi pembayaran nontunai yang secara ticket size bertambah. Pada triwulan IV 2025, transaksi melalui BI-RTGS mencatatkan nominal Rp246,06 triliun dan volume 55.378. SKNBI mencatatkan total Rp8,85 triliun dari 203.145 transaksi. BI-FAST mencatatkan nominal Rp155,34 triliun dan volume sebanyak 60,63 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh positif di tengah peningkatan pertumbuhan ekonomi di Banten. Sementara, transaksi kartu debet mengalami penurunan.

Pada aspek Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU) atau layanan jasa remitansi oleh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Layanan Remitansi (LR) tercatat mengalami pertumbuhan positif selama triwulan IV 2025 dengan laju pertumbuhan nominal sebesar 116,02% (yoy). Selain itu transaksi jual beli valuta asing turut mengalami pertumbuhan sebesar 21,42% (yoy) selama triwulan IV 2025.

Berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Banten triwulan IV 2025 turut berdampak pada perbaikan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode November 2025 tercatat sebesar 6,63%, mengalami penurunan dibandingkan dengan nilai TPT periode Agustus 2025 sebesar 6,69%. Adapun tingkat kemiskinan di Banten per September 2025 tercatat sebesar 5,51%, meningkat dibandingkan September 2024 yang mencapai 5,70%, namun lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 8,25%. Searah dengan hal tersebut, angka gini ratio Provinsi Banten juga tercatat menurun menjadi 0,312 pada September 2025 dari sebelumnya 0,330 pada Maret 2025.

Melihat dinamika perekonomian sampai sejauh ini, ekonomi Provinsi Banten tahun 2026 diprakirakan tumbuh positif, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 ditopang oleh penguatan kinerja pada aspek Investasi, Konsumsi Rumah Tangga (RT), Net Ekspor dan Konsumsi Pemerintah. Hal ini sejalan dengan peningkatan konsumsi pemerintah sejalan dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditopang oleh kinerja impresif dari lapangan usaha utama di antaranya Industri Pengolahan, Konstruksi, Real Estate, Perdagangan, dan Transportasi sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan dukungan kondisi yang relatif kondusif. Pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten diperkirakan tetap kuat pada kisaran 5,1% - 5,9% secara tahunan.

Dari sisi pergerakan harga, inflasi diprakirakan berada pada rentang target inflasi nasional tahun 2025 sebesar 2,5%±1,0% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi melandainya tekanan harga pada Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dan Kelompok Transportasi. Hal ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Pusat dan Daerah melalui sinergi program dalam TPID.

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Banten
Halaman ini terakhir diperbarui 3/11/2026 5:04 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga