​Sebagai salah satu upaya pelaksanaan mandat
kebijakan makroprudensial khususnya dalam mendorong fungsi intermediasi
serta peningkatan akses keuangan, BI juga memiliki peran dalam pengembangan
UMKM. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama BI terkait UMKM adalah
akses keuangan.
UMKM memiliki peran penting bagi
perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan signifikan khususnya
dalam pembentukan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja. UMKM
juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi
penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Namun demikian,
pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya dari sisi
akses keuangan.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan
kemampuan UMKM untuk menghasilkan laporan keuangan yang menjadi alat utama
lembaga keuangan menilai kelayakan kredit. Sebagai respon atas kondisi
tersebut, Bank Indonesia sebagai bank sentral berupaya untuk memberikan
kontribusi yang terbaik melalui kebijakan pengembangan UMKM dalam
meningkatkan akses keuangan. Selain itu, pengembangan UMKM BI bertujuan pula
untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial SDM serta inovasi dari
UMKM.
Kebijakan Pengembangan UMKM Bank Indonesia
diimplementasikan sebagai bagian dari program strategis Bank Indonesia
sebagai berikut:
Sementara itu,
ruang lingkup pengembangan produk UMKM meliputi pengembangan produk
volatile food,
local economic development serta Wirausaha Bank Indonesia (WUBI).
Pada aspek percepatan akses, pengembangan didorong dari akses
financial,
market,
knowledge network, serta inovasi dan digitalisasi. Dukungan dari
infrastruktur dan kelembagaan turut memberikan dampak bagi pembentukan
ekosistem UMKM yang optimal, diantaranya melalui dukungan
regulasi/kebijakan, keuangan inklusif, perlindungan konsumen,
edukasi/literasi, model bisnis, monitoring, dan evaluasi serta penguatan
kelembagaan dan sistem informasi.
Selain beberapa aspek tersebut, penguatan
korporatisasi, penyempurnaan akurasi informasi dan data, optimalisasi
koordinasi yang intensif antar kementerian/lembaga, peningkatan pemanfaatan
inovasi dan teknologi, serta menciptakan ekosistem yang mendukung, merupakan
bagian dari faktor pendorong keberhasilan pengembangan UMKM di Indonesia
yang akan senantiasa dibangun oleh Bank Indonesia.