Berita Terkini (Siaran Pers)

Start;Home;Publikasi;Ruang Media;bukan default.aspx
 

No.28/99/DKom Dunia tengah memasuki arsitektur keuangan baru yang ditandai oleh semakin kuatnya keterkaitan antarlembaga, antarsektor, dan antardomain kebijakan. Dalam kondisi tersebut, batas antara kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial sema

No.28/98/DKomUang Primer (M0) Adjusted[1] pada April 2026 tumbuh 14,3% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 16,8% (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.232,2 triliun. Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Ban

No.28/97/DKom Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2026 tumbuh terbatas. Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan

No. 28/96/DKom Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar 146,2 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan

No.28/95/DKom Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I tahun 2026 tetap dalam kondisi terjaga, di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, se

​No.28/94/DKom Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,39% (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi secara ke

No.28/93/DKomASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM+3) ke-29 menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama keuangan regional. Hal ini dilakukan merespons risiko global akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan

​ ​

Baca Juga