Cerita BI

BI Icon

​​​​​Departemen Komunikasi​​

12/24/2025 4:00 PM
Hits: 824

Menjaga Keamanan di Tengah Kenyamanan Transaksi Digital

Belanja Akhir Tahun, Transaksi Makin Ramai

Sobat Rupiah, Natal dan Tahun Baru selalu jadi momen spesial. Selain liburan dan kumpul keluarga, ada satu pola yang hampir selalu berulang: pengeluaran meningkat. Mulai dari belanja kebutuhan akhir tahun, tiket perjalanan, hotel, hingga berburu promo besar-besaran di platform digital.

Berbagai survei dan laporan media menunjukkan bahwa periode akhir tahun menjadi salah satu puncak transaksi digital di Indonesia. Nilai transaksi e-commerce, pembayaran nontunai, dan penggunaan dompet digital biasanya melonjak signifikan dibandingkan bulan biasa. Transaksi jadi lebih cepat, lebih sering, dan hampir semuanya dilakukan lewat gawai di tangan kita.

Volume dan Nominal Transaksi Digital

Layanan

Volume Transaksi

Nominal / Jumlah Transaksi / Pengguna

BI-RTGS

35,02% (yoy)

Rp22.524,6 Triliun

BI-FAST

31,96% (yoy)

446,8 Juta Transaksi

Digital Payment

31,20% (yoy)

4,45 Miliar Transaksi

QRIS

139,45% (yoy)

58,30 Juta Pengguna

Sumber: Data per Oktober pada Buku PTBI 2025

Lebih dari sekadar memudahkan belanja, sistem pembayaran digital juga hadir dalam sisi kehidupan sosial bahkan menjadi cara kita terhubung satu sama lain. Dalam situasi tertentu, misalnya dalam kondisi penanganan bencana atau peristiwa tak terduga, transaksi digital sering kali menjadi jalan yang paling cepat dan praktis untuk ikut ambil bagian. Mempermudah orang untuk menyalurkan donasi melalui scan QR di tempat penggalangan dana, atau berbagi kebaikan dalam hitungan detik tanpa harus datang ke lokasi. Inilah wajah sistem pembayaran digital yang makin dekat dengan keseharian kita, bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal hubungan sosial dan kepedulian bersama. 

Di titik ini, sistem pembayaran digital terasa seperti sahabat terbaik: praktis, efisien, dan selalu siap membantu. Namun, di balik lonjakan kenyamanan itu, ada sisi lain yang jarang disadari, yakni risiko keamanan ikut meningkat.

Ketika Promo Berubah Jadi Masalah

Beberapa waktu lalu, media nasional ramai memberitakan kasus penipuan digital yang bermula dari tautan promo palsu. Korbannya bukan orang yang awam teknologi, melainkan pengguna aktif transaksi digital. Modusnya sederhana namun efektif. Pesan singkat berisi klaim diskon besar atau notifikasi transaksi yang mendesak, lengkap dengan tautan yang menyerupai situs resmi.

Begitu korban mengklik dan memasukkan data, akun bisa diambil alih. Saldo terkuras, transaksi ilegal terjadi, dan proses pemulihan memakan waktu serta energi. Kasus-kasus seperti ini biasanya meningkat di periode ramai transaksi, termasuk saat libur panjang akhir tahun.

Menariknya, hampir semua korban mengaku melakukan hal yang sama: terburu-buru. Tak sempat mengecek ulang, terlalu fokus mengejar promo, atau panik karena pesan dibuat seolah-olah mendesak sehingga tidak fokus. Di sinilah celah keamanan sering terbuka. Bukan karena sistem pembayaran lemah, tapi karena pengguna sedang lengah.

Digitalisasi Itu Perlu, Tapi Harus Dijaga

Lonjakan transaksi digital sebenarnya adalah tanda positif. Artinya, masyarakat semakin melek pada sistem pembayaran digital. Inilah yang terus didorong oleh Bank Indonesia: sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, efisien dan handal (CEMUMUAH) untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Namun, Bank Indonesia juga menyadari satu hal penting: kepercayaan hanya bisa bertahan jika keamanan terjaga. Karena itu, di balik layar, penguatan keamanan sistem pembayaran menjadi agenda yang terus berjalan.

Bank Indonesia memperkuat regulasi dan standar keamanan sistem pembayaran, mulai dari manajemen risiko, penguatan sistem teknologi informasi, hingga kewajiban industri untuk memiliki mekanisme deteksi dan respons terhadap transaksi mencurigakan. Sistem pembayaran tidak hanya dituntut cepat, tapi juga tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk kejahatan siber.

Industri Tidak Tinggal Diam

Di sisi industri, penyelenggara jasa sistem pembayaran dan perbankan juga melakukan berbagai langkah pengamanan. Autentikasi berlapis, penggunaan biometrik, pemantauan transaksi secara real-time, hingga pembatasan aktivitas ketika terdeteksi pola tidak wajar menjadi praktik yang semakin umum.

Bagi pengguna, kadang fitur-fitur ini terasa “ribet”. Tapi justru di situlah perannya. Setiap notifikasi login, permintaan OTP, atau konfirmasi tambahan adalah sinyal bahwa sistem sedang bekerja melindungi kita.

Industri dan regulator bergerak di belakang layar, tapi hasilnya langsung dirasakan. Transaksi tetap lancar, risiko ditekan, dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Peran Kita Tidak Kalah Penting

Meski sistem dan regulasi terus diperkuat, keamanan transaksi digital tidak akan pernah sepenuhnya efektif tanpa peran pengguna. Banyak kasus penipuan digital bisa dicegah hanya dengan kebiasaan sederhana, yakni tidak mengklik tautan sembarangan, tidak membagikan kode OTP, serta memastikan informasi transaksi sebelum menekan tombol “bayar”.

Kenyamanan sering membuat kita lupa berhenti sejenak. Padahal, jeda beberapa detik untuk berpikir bisa menyelamatkan dari kerugian besar. Dalam dunia digital yang serba cepat, kewaspadaan justru menjadi kunci.​

Menikmati Liburan dengan Lebih Tenang

Sobat Rupiah, libur Natal dan Tahun Baru seharusnya diisi dengan kebahagiaan, bukan repot mengurus masalah transaksi. Digitalisasi memang membuat hidup lebih mudah, tapi kemudahan itu perlu diimbangi dengan kesadaran.

Bank Indonesia dan industri akan terus memperkuat sistem pembayaran digital agar tetap aman dan terpercaya. Namun, keamanan yang sesungguhnya baru terwujud ketika kita sebagai pengguna ikut ambil peran.

Kemudahan membuat kita bergerak lebih cepat. Keamanan memastikan langkah itu tidak salah arah. Di tengah arus transaksi digital yang kian deras, menjaga keamanan bukanlah beban, melainkan cara paling bijak untuk menikmati kenyamanan itu sendiri.

Lampiran
Kontak

​​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 12/24/2025 4:09 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga