Operasi Moneter

Start;Home;Fungsi Utama;Moneter;bukan default.aspx
 

Apa itu Operasi Moneter?


Operasi Moneter (OM) bertujuan untuk mendukung pencapaian stabilitas moneter yang dilaksanakan di pasar uang dan pasar valas secara terintegrasi. OM dapat dilakukan secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah. Upaya mencapai stabilitas moneter melalui OM dilakukan dengan mengendalikan suku bunga di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) Overnight agar bergerak di sekitar suku bunga kebijakan Bank Indonesia yaitu BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7-DRR) dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar bergerak stabil sejalan dengan nilai tukar fundamental. Untuk mengendalikan suku bunga PUAB Overnight sebagai sasaran operasional kebijakan moneter, Bank Indonesia melakukan pengelolaan likuiditas di pasar uang Rupiah dengan cara absorpsi likuiditas dan/atau injeksi likuiditas. Untuk menjaga nilai tukar agar sejalan dengan nilai tukar fundamental, OM dilakukan melalui pelaksanaan intervensi dan/atau transaksi valas lainnya di pasar valuta asing. OM terdiri dari Operasi Pasar Terbuka (OPT) dan Standing Facilities (SF).


Proyeksi Likuiditas Harian

Dalam Miliar Rp.

Hari Sebelumnya Hari ini (6-Mei-21)
05-Mei-21 08.30 WIB 14.00 WIB
A.Total Likuiditas Tersedia (Net) 198,669130,495

diantaranya :

 - Instrumen OPT Jatuh Waktu - Konvensional

163,467129,834

 - Instrumen OPT Jatuh Waktu - Syariah

30,04611,307

B. Excess Reserve (akhir hari)

 - Perbankan Konvensional

28,91718,583

 - Perbankan Syariah

4,7325,007
 Sumber: Departemen Pengelolaan Moneter - Grup Operasi Moneter - Divisi Proyeksi Likuiditas
 
Telepon:
Departemen Pengelolaan Moneter: 021 - 29810000 ext 5849
Grup Operasi Moneter: 021 - 29810000 ext 1831/2180
Divisi Proyeksi Likuiditas: 021 - 29814797 / 29815807
 
Email: DPM_DPL@bi.go.id

Operasi Harian Terbuka

Operasi Pasar Terbuka (OPT) adalah kegiatan transaksi di pasar uang dan/atau pasar valuta asing yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan Bank dan/atau pihak lain untuk OM secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah. Pelaksanaan OPT Rupiah dibagi menjadi dua yaitu OPT absorbsi dan OPT injeksi dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas di sistem perbankan baik konvensional maupun syariah. OPT absorbsi dilakukan untuk menyerap kelebihan likuiditas sementara OPT injeksi dilakukan untuk menambah ketersediaan likuiditas guna menjaga keseimbangan kondisi likuiditas untuk mendukung pencapaian sasaran OM. OPT dapat dilaksanakan secara reguler dan non reguler. OPT reguler adalah OPT yang dilakukan secara terjadwal melalui lelang. Sementara itu, OPT non-reguler adalah OPT yang dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (fine-tune operation) untuk memperkuat pencapaian sasaran OM yang dilakukan melalui pelaksanaan OPT reguler. BI mengumumkan rencana dan hasil lelang OPT reguler maupun OPT non-reguler melalui website BI dan/atau sarana lain yang ditetapkan.

 

OPT Rupiah dilakukan melalui instrumen sebagai berikut:

opt-rupiah.JPG

OPT valas dilakukan melalui instrumen intervensi valas (transaksi spot, transaksi forward dan transaksi DNDF) serta instrumen pengelolaan likuditas yang bertujuan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah (FX Swap, TD Valas, SBBI Valas, dan TD Valas Syariah).

OPT valas dilakukan melalui instrumen sebagai berikut:

opt-valas.JPG


 


 

Standing Facilities


Standing Facilities adalah kegiatan penyediaan dana Rupiah dari Bank Indonesia kepada Bank dan penempatan dana Rupiah oleh Bank di Bank Indonesia untuk Operasi Moneter yang dilakukan secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah. Standing Facility tersedia di setiap akhir hari untuk bank konvensional dan bank syariah yang terdiri dari:

  • Deposit Facility (DF) yang merupakan penempatan dana Rupiah oleh peserta Standing Facilities di Bank Indonesia untuk operasi moneter yang dilakukan secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. DF yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah dilaksanakan dalam bentuk Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS).
  • Lending Facility (LF) atau Financing Facility (FF), dimana LF adalah penyediaan dana Rupiah dari Bank Indonesia kepada peserta Standing Facility konvensional untuk operasi moneter yang dilakukan secara konvensional, dan FF adalah penyediaan dana Rupiah dari Bank Indonesia kepada peserta Standing Facility syariah untuk operasi moneter yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Standing Facility dilakukan melalui instrumen sebagai berikut:


standing-facility.JPG

Keterangan:

  • VRT: Variable Rate Tender
  • FRT: Fixed Rate Tender
  • SBI: Sertifikat Bank Indonesia
  • SBIS: Sertifikat Bank Indonesia Syariah
  • SDBI: Sertifikat Deposito Bank Indonesia
  • TD: Term Deposit
  • SukBI: Sukuk Bank Indonesia
  • FX: Foreign Exchange
  • PaSBI: Pengelolaan Likuiditas Berdasarkan Prinsip Syariah Bank Indonesia
  • FLiSBI: Fasilitas Likuiditas Berdasarkan Prinsip Syariah Bank Indonesia
  • SBBI: Surat Berharga Bank Indonesia
  • DNDF: Domestic Non-Deliverable Forward


Tautan Terkait:

  • PBI No. 22/14/PBI/2020 tentang Operasi Moneter
  • PADG No. 22/22/PADG/2020 tentang Instrumen Operasi Pasar Terbuka
  • PADG No. 22/23/PADG/2020 tentang Pelaksanaan Operasi Pasar Terbuka
  • PADG No. 22/24/PADG/2020 tentang Standing Facilities
  • PADG No. 22/25/PADG/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Surat Berharga dalam Operasi Moneter
  • PADG No. 22/26/PADG/2020 tentang Kepesertaan Operasi Moneter

Suku Bunga RRT Hasil Transaksi OM



 RRT_Kontraksi-050521.JPG

*) Tanggal publikasi : 5 Mei 2021
RRT_Ekspansi-050521.JPG

 *) Tanggal publikasi : 5 Mei 2021

Posisi Operasi Moneter Harian
Berikut terlampir Posisi Operasi Moneter Harian

Baca Juga