Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur​

9/15/2026 12:00 AM
Hits: 80

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2026

Kalimantan Timur
Triwulan

Perkembangan Ekonomi Daerah

Ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan II 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada periode laporan tercatat sebesar 3.35% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan I 2026 yang sebesar 2.99% (yoy). Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kaltim didorong utamanya oleh perbaikan kinerja Lapangan Usaha (LU) Pertambangan dan Penggalian serta tetap kuatnya kinerja LU Perdagangan. Kinerja LU Pertambangan dan Penggalian kembali tumbuh positif sejalan dengan peningkatan produksi dan membaiknya ekspor batu bara. Sementara itu, LU Perdagangan tetap tumbuh kuat seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Iduladha dan Waisak serta libur sekolah yang mendorong permintaan barang dan jasa.

LU Industri Pengolahan tetap tumbuh positif ditopang oleh peningkatan aktivitas produksi industri pengilangan migas, pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta industri kimia. LU Konstruksi juga tetap tumbuh positif sejalan dengan berlanjutnya pembangunan IKN, proyek strategis, dan investasi swasta. Dari sisi pengeluaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi Kaltim didorong utamanya oleh membaiknya kinerja ekspor sejalan dengan peningkatan ekspor komoditas utama Kaltim. Komponen ekspor tumbuh sebesar 6.72% (yoy), berbalik dari kontraksi 3.81% (yoy) pada triwulan sebelumnya, sehingga net ekspor menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada periode laporan. Secara keseluruhan, peningkatan kinerja LU Pertambangan dan tetap kuatnya aktivitas domestik menopang perbaikan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II 2026.

 

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi Kaltim pada triwulan II 2026 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional. Inflasi Kaltim tercatat sebesar 3.20% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I 2026 sebesar 3.31% (yoy). Penurunan tekanan inflasi didorong utamanya oleh menurunnya tekanan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Perkembangan tersebut sejalan dengan normalisasi permintaan pasca periode Ramadan dan HBKN Idulfitri, meredanya tekanan harga emas perhiasan, serta berakhirnya low base effect diskon tarif listrik pada periode sebelumnya. Dari sisi pasokan, peningkatan pasokan sejumlah komoditas pangan seiring berlangsungnya panen di daerah sentra turut menahan tekanan inflasi. Secara spasial, inflasi tertinggi pada kabupaten/kota sampel IHK di Kaltim tercatat di Kota Samarinda sebesar 3.53% (yoy), sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Balikpapan sebesar 2.80% (yoy). Tren laju inflasi di hampir seluruh kabupaten/kota sampel IHK menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, kecuali Kabupaten Berau.

 

Pembiayaan di Daerah serta Pengembangan Akses Keuangan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Kinerja fungsi intermediasi perbankan di Kaltim tumbuh tinggi dan meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Penyaluran kredit Kaltim pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 22.80% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 9.46% (yoy). Peningkatan tersebut didorong utamanya oleh kredit modal kerja sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan aktivitas usaha, khususnya pada LU Pertambangan dan LU Industri Pengolahan. Pertumbuhan kredit turut didukung oleh risiko kredit yang tetap terjaga rendah, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) sebesar 1.33%, atau masih berada di bawah threshold 5%. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim masih mengalami kontraksi, namun menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sehingga tetap mendukung likuiditas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi.

 

Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Transaksi sistem pembayaran di Kaltim pada triwulan II 2026 tumbuh semakin kuat, sejalan dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital. Hal ini tercermin dari peningkatan nominal transaksi melalui infrastruktur Bank Indonesia sebesar 49.75% (yoy) menjadi Rp159.34 triliun, disertai volume transaksi yang meningkat sebesar 54.10% (yoy) menjadi 35.11 juta transaksi. Secara nominal, transaksi didominasi oleh RTGS dan BI-FAST dengan pangsa masing-masing sebesar 48.2% dan 47.8%, sementara dari sisi volume BI-FAST mendominasi sebesar 99.6%. Nominal transaksi BI-FAST tumbuh sebesar 41.04% (yoy) menjadi Rp76.23 triliun, sedangkan nominal transaksi RTGS tumbuh sebesar 70.98% (yoy) menjadi Rp76.77 triliun.

Pada instrumen pembayaran ritel, QRIS tetap mencatat pertumbuhan yang kuat dengan nominal transaksi tumbuh sebesar 87.49% (yoy) menjadi Rp10.02 triliun dan volume transaksi tumbuh sebesar 95.10% (yoy) mencapai 103 juta transaksi. Sejalan dengan itu, transaksi Uang Elektronik (UE) juga tumbuh kuat, dengan nominal sebesar Rp2.69 triliun atau tumbuh 57.53% (yoy), serta volume sebesar 30.55 juta transaksi atau tumbuh 71.99% (yoy). Di sisi lain, transaksi APMK mengalami kontraksi sebesar 7.07% (yoy) dari sisi nominal menjadi sekitar Rp39 triliun, sementara volume transaksi terkontraksi sebesar 7.7% (yoy), sejalan dengan semakin beragamnya pilihan instrumen pembayaran digital yang digunakan masyarakat.

Dari sisi transaksi tunai, aliran uang kartal pada triwulan II 2026 berada pada posisi net inflow sebesar Rp836 miliar, dengan inflow sebesar Rp3.37 triliun dan outflow sebesar Rp2.53 triliun. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh normalisasi kebutuhan uang kartal pasca HBKN Idulfitri 2026, di tengah semakin kuatnya adopsi pembayaran nontunai oleh masyarakat.

 

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Kondisi ketenagakerjaan Kaltim pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan yang terbatas dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltim menurun menjadi 5.27%, dari 5.33% pada Februari 2025, sejalan dengan berkurangnya jumlah pengangguran sebanyak 2,074 orang menjadi 111,092 orang. Namun demikian, jumlah penduduk bekerja menurun sebanyak 14,776 orang menjadi 1,995,214 orang, disertai penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dari 66.40% menjadi 66.25%. Dari sisi kualitas ketenagakerjaan, proporsi pekerja formal meningkat menjadi 55.45%, dari 53.08% pada Februari 2025.

Kondisi kesejahteraan masyarakat Kaltim menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan. Tingkat kemiskinan Kaltim menurun dari 5.17% pada Maret 2025 menjadi 5.14% pada Maret 2026, meskipun jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 200.64 ribu orang. Sementara itu, ketimpangan pengeluaran relatif stabil, tercermin dari Rasio Gini yang tetap sebesar 0.312 dan lebih rendah dibandingkan dengan Rasio Gini nasional sebesar 0.368. Namun, Rasio Gini Kaltim masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di wilayah Kalimantan.

 

Prospek Perekonomian Daerah

Dinamika perekonomian global dan domestik masih diwarnai oleh tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, berlanjutnya tensi geopolitik, serta divergensi pertumbuhan antarnegara. Di tengah tantangan tersebut, perekonomian Kaltim pada 2026 diprakirakan tetap tumbuh dalam kisaran 2.5-3.5% (yoy), meskipun lebih moderat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Moderasi tersebut dipengaruhi utamanya oleh LU Pertambangan dan Penggalian yang masih berada dalam fase penyesuaian sejalan dengan dinamika RKAB, perkembangan volume produksi dan penjualan batu bara, serta permintaan dari negara mitra dagang utama. LU Industri Pengolahan diprakirakan tetap tumbuh positif meskipun lebih moderat akibat faktor basis yang tinggi pada tahun sebelumnya, sementara LU Perdagangan tetap didukung oleh aktivitas konsumsi masyarakat.

Namun demikian, perlambatan ekonomi Kaltim yang lebih dalam diprakirakan tertahan oleh tetap kuatnya aktivitas domestik, didukung oleh realisasi investasi swasta, berlanjutnya proyek hilirisasi, serta konsumsi masyarakat yang tetap tumbuh positif. Perkembangan tersebut diprakirakan menopang kinerja LU Konstruksi dan LU Industri Pengolahan. Peluang peningkatan produksi batu bara pada periode selanjutnya juga terbuka sejalan dengan proses relaksasi RKAB yang diprakirakan dapat menopang perbaikan LU Pertambangan dan sektor pendukungnya. Di sisi harga, inflasi tahunan Kaltim pada 2026 diprakirakan tetap berada dalam koridor target 2.5±1% (yoy), meskipun lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tekanan inflasi diprakirakan tetap terkendali didukung penguatan sinergi TPID melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), Gerakan Pangan Murah (GPM), optimalisasi SPHP, penguatan kerja sama antardaerah, serta pemantauan harga dan pasokan secara berkala.

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur
Halaman ini terakhir diperbarui 9/16/2026 11:00 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga