Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat​

6/19/2026 12:00 AM
Hits: 44

Laporan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat Mei 2026

Nusa Tenggara Barat
Triwulan

​Perkembangan Ekonomi Makro Daerah

Perekonomian Provinsi NTB pada triwulan I 2026 tumbuh sangat tinggi sebesar 13,64% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan wilayah Balinusra (7,93% yoy) dan nasional (5,61% yoy). Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh ekspor yang tetap kuat seiring berlanjutnya relaksasi ekspor konsentrat tembaga hingga April 2026, peningkatan konsumsi pemerintah melalui realisasi gaji ke-14 bagi ASN dan pensiunan, serta kenaikan investasi (PMTB) yang didukung aktivitas sektor pertambangan. Selain itu, konsumsi rumah tangga tetap terjaga didorong oleh momentum HBKN Ramadan dan Idulfitri.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi NTB terutama ditopang oleh akselerasi sektor pertambangan seiring meningkatnya produksi konsentrat tembaga yang didukung siklus produksi tambang yang lebih baik. Kinerja ekonomi juga memperoleh dukungan dari sektor pertanian, khususnya melalui peningkatan produksi padi yang dipengaruhi penurunan HET pupuk subsidi pada musim tanam sebelumnya. Sementara itu, industri pengolahan tetap tumbuh positif meskipun mengalami perlambatan akibat menurunnya produksi smelter. Secara keseluruhan, kombinasi kuatnya kinerja ekspor, konsumsi, investasi, dan sektor pertambangan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2026.

Perkembangan Inflasi Daerah

Tekanan inflasi Provinsi NTB pada triwulan I 2026 meningkat, tercermin dari inflasi tahunan yang mencapai 4,10% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,01% (yoy). Peningkatan inflasi terutama didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau seiring kenaikan harga pangan pada periode Ramadan dan Idulfitri, serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya akibat kenaikan harga emas. Sementara itu, tekanan inflasi dari Kelompok Transportasi tertahan oleh kebijakan diskon tarif angkutan udara, laut, dan sungai selama periode HBKN.

Seluruh kota pantauan IHK di NTB mencatatkan peningkatan inflasi, dengan Kota Bima mengalami inflasi tertinggi dan Kabupaten Sumbawa mencatat inflasi terendah pada triwulan I 2026.

Stabilitas Keuangan Daerah dan Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Kinerja sistem keuangan Provinsi NTB pada triwulan I 2026 tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan kredit sebesar 5,91% (yoy) dengan kualitas kredit yang tetap baik, ditunjukkan oleh NPL sebesar 2,85%, masih di bawah ambang batas 5%. Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 25,39% (yoy) serta kredit konsumsi yang tetap meningkat.

Kredit konsumsi rumah tangga masih tumbuh kuat sebesar 9,78% (yoy), terutama didorong oleh penyaluran KPR, kredit peralatan rumah tangga, dan kredit konsumsi lainnya. Di sisi lain, kredit UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 1,26% (yoy), dengan penyaluran yang terkonsentrasi pada sektor perdagangan besar dan eceran serta pertanian.

 Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Pada triwulan I 2026, aliran uang kartal di NTB mencatat net inflow sebesar Rp0,73 triliun, didorong meningkatnya uang yang kembali ke Bank Indonesia pasca periode akhir tahun serta tingginya arus pekerja migran yang kembali ke daerah. Kondisi ini turut tercermin pada pertumbuhan DPK rumah tangga, khususnya tabungan yang tumbuh 7,26% (yoy).

Dari sisi sistem pembayaran, transaksi RTGS dan SKNBI mengalami perlambatan seiring normalisasi aktivitas ekonomi, sementara BI-FAST mencatat kinerja tertinggi sejak implementasinya dan semakin menjadi kanal transfer dana utama masyarakat. Di sisi ritel, penggunaan kartu debit menurun, sedangkan kartu kredit, uang elektronik, dan QRIS terus tumbuh kuat. Nilai transaksi QRIS mencapai Rp1,69 triliun, mencerminkan semakin kuatnya adopsi pembayaran digital di NTB.

Pada transaksi lintas negara, KUPVA BB tumbuh 27% (yoy) seiring membaiknya aktivitas pariwisata internasional. Sementara itu, nilai transaksi remitansi melalui PJP Layanan Remitansi mengalami kontraksi meskipun frekuensi transaksi meningkat, namun tetap berperan penting dalam mendukung perekonomian rumah tangga di daerah kantong pekerja migran.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Kesejahteraan masyarakat NTB menunjukkan perbaikan yang tercermin dari menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 2,99%, seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja dan tersedianya lapangan kerja yang lebih luas. Selain itu, tingkat kemiskinan turun dari 11,91% menjadi 11,38%, terutama didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi di wilayah perdesaan.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat signifikan sebesar 20,3% dibandingkan akhir tahun 2025, yang mencerminkan meningkatnya kesejahteraan petani, khususnya pada subsektor peternakan dan perikanan. Sementara itu, kualitas sumber daya manusia terus membaik dengan IPM NTB meningkat dari 72,25 menjadi 73,97 pada tahun 2025, meskipun masih berada di bawah rata-rata nasional.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian NTB pada tahun 2026 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 7,1%–7,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan nasional. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh akselerasi sektor pertambangan seiring membaiknya siklus produksi tambang Batu Hijau, serta sektor pertanian yang didukung peningkatan produksi pangan, perkebunan, dan hortikultura. Sementara itu, sektor konstruksi dan industri pengolahan diprakirakan tetap tumbuh positif didukung realisasi berbagai proyek strategis pemerintah.

Di sisi lain, inflasi NTB pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam sasaran 2,5%±1%, meskipun terdapat risiko kenaikan harga komoditas global. Dengan dukungan sektor pertanian yang kuat serta sinergi pengendalian inflasi yang berkelanjutan, prospek pertumbuhan ekonomi NTB diprakirakan tetap solid dan berkelanjutan.

Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Barat
Halaman ini terakhir diperbarui 6/19/2026 3:49 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga