Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung​

12/5/2025 12:00 AM
Hits: 262

Laporan Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung November 2025

Bangka Belitung
Triwulan

Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan III 2025 terus melanjutkan tren pertumbuhan positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2025 utamanya berasal dari lapangan usaha (LU) Perdagangan; dan LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, seiring dengan baiknya produksi komoditas perikanan dan kelapa sawit dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari sisi pengeluaran, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung utamanya disumbang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tetap kuat. Momentum perayaan berbagai festival daerah dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, rekreasi keagamaan, pelaksanaan Pilkada ulang di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, serta kegiatan Pasar Murah telah mendorong geliat konsumsi dan belanja masyarakat pada triwulan III 2025.


Sampai dengan triwulan III 2025, realisasi pendapatan daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp6,38 triliun atau lebih rendah 6,67% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi tersebut setara dengan 70,18% dari pagu. Sedangkan realisasi belanja daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebesar Rp5,50 triliun atau setara dengan 57,36% dari pagu. Secara tahunan, realisasi belanja daerah tersebut turun 13,02% (yoy). Sementara realisasi belanja APBN Kementerian/Lembaga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp1,89 triliun atau setara dengan 58,73% dari pagu.

 

Inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 1,82% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,99% (yoy). Namun, tingkat inflasi ini masih berada di rentang sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 2,5±1% pada tahun 2025. Peningkatan laju inflasi pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berasal dari komoditas emas perhiasan, bawang merah, beras, dan cabai merah. Tekanan inflasi tertinggi bersumber dari komoditas pangan yaitu bawang merah. Ini sejalan dengan kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan turut menahan hasil panen bawang merah. Tekanan inflasi pada komoditas pangan juga bersumber dari demand pull inflation sejalan dengan meningkatnya permintaan seiring dengan periode perayaan HBKN, yaitu Maulid Nabi dan Sembahyang Rebut, serta periode liburan tengah tahun. Secara spasial tahunan, seluruh wilayah Kabupaten/Kota IHK mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 2,30% (yoy). Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Tanjungpandan sebesar 0,94% (yoy).

 

Secara umum, kondisi stabilitas sistem keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Triwulan III 2025 mengalami pertumbuhan meskipun cenderung melambat dibandingkan Triwulan II 2025. Penyaluran kredit rumah tangga tercatat semakin baik, dengan nilai Non-Performing-Loan (NPL) total kredit yang berada dalam threshold yang ditetapkan. Di lain sisi, pertumbuhan yang melambat terlihat pada penyerapan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit ke korporasi, meskipun tetap tumbuh secara year-on-year.

 

Pada triwulan III tahun 2025, secara umum transaksi nontunai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat tumbuh. Pertumbuhan tercatat pada hampir seluruh kanal dan infrastruktur sistem pembayaran. Sementara itu, transaksi tunai menunjukkan Net Outflow, sejalan dengan peningkatan kebutuhan uang kartal sejalan dengan momen perayaan HBKN Maulid Nabi, serta peningkatan aktivitas ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Tingkat ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan perbaikan. Hal ini tecermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang meningkat disertai dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Agustus 2025. Sementara dari sisi kesejahteraan, Nilai Tukar Petani (NTP) triwulan III 2025 meningkat dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu. Sementara, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga meningkat pada tahun 2025. Selain itu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki Gini Ratio terendah se-Indonesia dan tercatat sebagai provinsi dengan persentase penduduk miskin terendah ke-5 secara nasional.

Pada tahun 2025, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diprakirakan tumbuh menguat dan lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, didukung momentum konsolidasi dan pemulihan komoditas unggulan timah. Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025 utamanya akan ditopang oleh LU utama antara lain LU Industri Pengolahan; LU Pertambangan dan Penggalian; serta LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Dari sisi pengeluaran, akselerasi kinerja perekonomian diprakirakan utamanya berasal dari komponen Konsumsi Rumah Tangga; dan Ekspor Barang dan Jasa. Lebih lanjut, perkembangan kinerja laju inflasi pada tahun 2025 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, terjaga dalam rentang sasaran nasional 2,5±1% (yoy).



Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Halaman ini terakhir diperbarui 12/5/2025 10:53 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga