Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan IV 2025 melanjutkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Sumber pertumbuhan pada periode laporan terutama berasal dari dua lapangan usaha dengan andil tertinggi, yakni lapangan usaha (LU) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta LU Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Meningkatnya kinerja LU Pertanian ditopang oleh kenaikan produksi perikanan serta membaiknya produksi komoditas kelapa sawit dan karet, sementara kinerja LU Perdagangan sejalan dengan meningkatnya volume perdagangan, termasuk pembelian kendaraan. Dari sisi pengeluaran, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung utamanya disumbang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tetap kuat, serta akselerasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru mendorong geliat mobilitas dan belanja masyarakat, di tengah kenaikan harga timah dan perluasan dapur MBG.
Pada triwulan IV 2025, realisasi pendapatan daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp8,65 triliun atau turun 5,57% (yoy) dibandingkan realisasi tahun 2024. Realisasi tersebut setara dengan 95,53% dari pagu. Sedangkan realisasi belanja daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebesar Rp8,58 triliun atau setara dengan 91,04% dari pagu. Secara tahunan, realisasi belanja daerah tersebut terkontraksi 10,61% (yoy). Sementara realisasi belanja APBN Kementerian/Lembaga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp2,98 triliun atau setara dengan 92,89% dari pagu.
Pada triwulan IV 2025, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami inflasi 2,77% (yoy), meningkat dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya sebesar 1,82% (yoy), masih berada dalam level yang terjaga. Laju inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terus terjaga pada triwulan IV 2025 dipengaruhi oleh terkendalinya harga komoditas utama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, ditengah telah masih berlangsungya masa tanam beberapa komoditas. Secara spasial, Kabupaten Bangka Barat mengalami inflasi tertinggi sebesar 4,02% (yoy), diikuti Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi 2,69% (yoy), Kota Pangkalpinang inflasi sebesar 2,58% (yoy), dan Tanjungpandan (Kabupaten Belitung) mengalami inflasi 1,44% (yoy). Dengan demikian, capaian inflasi tahunan Provinsi, Kabupaten Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang tercatat masih terkendali di dalam sasaran 2,5±1%. Sementara capaian inflasi 2 (dua) daerah Kabupaten IHK lainnya berada di luar kisaran.
Kondisi stabilitas sistem keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan IV 2025 masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari kinerja penyaluran kredit yang menunjukkan tren positif disertai dengan kualitas kredit yang tecermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terus membaik dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) masih tumbuh positif meskipun mengalami perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sehingga berdampak pada peningkatan Loan to Deposit Ratio (LDR).
Pada triwulan IV tahun 2025, secara umum transaksi nontunai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat tumbuh melambat. Perlambatan tercatat pada seluruh kanal dan infrastruktur sistem pembayaran. Sementara itu, transaksi tunai menunjukkan Net Outflow, sejalan dengan peningkatan kebutuhan uang kartal pada momen perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, serta libur sekolah maupun peningkatan aktivitas ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Seluruh indikator kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan IV 2025 menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 menurun, diringi dengan tingkat kemiskinan pada September 2025 yang juga menurun. Hal tersebut juga terkonfirmasi dari hasil Survei Konsumen indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan lalu yang membaik pada triwulan IV 2025 dan Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan laporan yang juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan tahun 2026, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), perekonomian diprakirakan ditopang oleh LU utama, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; LU Industri Pengolahan; serta LU Perdagangan. Akselerasi perekonomian tersebut berasal dari komoditas unggulan CPO dan timah, yang turut didukung oleh tumbuhnya harga global. Dari sisi pengeluaran, akselerasi kinerja perekonomian diprakirakan berasal dari komponen Konsumsi Rumah Tangga, serta Ekspor Barang dan Jasa. Sementara itu, tekanan inflasi pada tahun 2026 diprakirakan berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1% (yoy), serta sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2025.