Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah​

3/11/2026 12:30 PM
Hits: 9

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah Februari 2026

Kalimantan Tengah
Triwulan

Pertumbuhan Ekonomi Regional

Pada triwulan IV 2025, ekonomi Kalimantan Tengah mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,79% (yoy), melambat dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh sebesar 5,36% (yoy) dan meningkat dibandingkan periode triwulan IV 2024 yang tumbuh sebesar 4,43% (yoy). Secara kuartal, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan IV 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,70% (qtq) meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan kuartal III 2025 yang tumbuh sebesar 1,60% (qtq). Pertumbuhan dari sisi pengeluaran pada triwulan IV 2025 ini didorong oleh kinerja konsumsi rumah tangga yang tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 3,17% (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 2,58% (yoy). Peningkatan konsumsi rumah tangga sejalan dengan adanya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru didukung dengan beroperasinya pusat perbelanjaan modern di Palangka Raya. Meskipun, pertumbuhan yang lebih tinggi belum didukung oleh kinerja ekspor yang mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja ekspor masih mencatatkan kinerja positif dan mampu tumbuh sebesar 16,18% (yoy) namun melambat dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh sebesar 21,51% (yoy). Perlambatan ekspor ini sejalan dengan perlambatan volume ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang hanya mampu tumbuh sebesar 13% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh signifikan sebesar 91% (yoy).

Pada triwulan IV 2025, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatatkan kenaikan sebesar 3,39% (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 2,13% (yoy). Hal ini didorong oleh kinerja produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang tercatat tumbuh 4,16% (yoy) menjadi 6,88 juta ton. Sementara, LU Pertambangan dan Penggalian turut mencatatkan kinerja yang lebih tinggi sebesar 4,79% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya mampu tumbuh sebesar 0,70% (yoy). Perbaikan kinerja pertambangan turut tercermin dari kenaikan muat bauksit yang mampu tumbuh sebesar 94% (yoy) dengan volume sebesar 1,64 jt ton. LU Penyediaan Akmamin juga tercatat mengalami peningkatan pertumbuhan menjadi sebesar 7,29% (yoy) dibandingkan pertumbuhan triwulan III 2025 yang tercatat sebesar 3,61% (yoy) disebabkan oleh adanya periode libur panjang HBKN Nataru yang menyebabkan peningkatan konsumsi rumah tangga.  Sementara, beberapa LU utama mencatatkan kinerja positif namun melambat dibandingkan periode sebelumnya. LU Industri Pengolahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,45% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh sebesar 12,29% (yoy). Kinerja produksi Crude Palm Oil (CPO) yang menjadi pendorong utama pertumbuhan LU Industri Pengolahan, dimana produksi CPO mampu tumbuh secara tahunan sebesar 6,89% (yoy) sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 14,04% (yoy). LU Perdagangan Besar dan Eceran (PBE) turut mengalami perlambatan meskipun masih ditopang oleh aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dampak kenaikan konsumsi di periode HBKN Nataru meskipun kenaikan yang lebih tinggi ditahan dari perlambatan dari LU Industri Pengolahan. Dari sisi kinerja kredit, kredit perdagangan mencatatkan kinerja positif sebesar 2,54% (yoy) setelah mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 2,90% (yoy). Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan juga ditahan oleh LU Konstruksi yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,14% (yoy), dibandingkan pertumbuhan positif pada periode sebelumnya yang tercatat sebesar 2,43% (yoy). Penurunan pertumbuhan LU Konstruksi ini sejalan dengan terkontraksinya realisasi konsumsi semen yang mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 11,78% (yoy).

Ditinjau dari sisi sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama perekonomian Kalimantan Tengah pada tahun 2025 masih didominasi oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (22,93%), LU Industri Pengolahan (16,60%), LU Perdagangan Besar dan Eceran (PBE) (12,64%), LU Konstruksi (9,88%), dan LU Pertambangan dan Penggalian (8,41%). Sementara dari segi presentase pertumbuhan, LU Transportasi dan Pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,91% (yoy), disusul oleh LU Jasa Lainnya sebesar 10,78% (yoy), dan LU jasa perusahaan yang tumbuh 9,70% (yoy).

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan ditopang oleh peningkatan kinerja konsumsi RT dan konsumsi Pemerintah. Konsumsi RT diprakirakan meningkat didorong oleh adanya HBKN Idul Fitri. Faktor pendorong konsumsi RT yang lebih tinggi salah satunya disebabkan oleh beroperasinya Duta Mall Palangka Raya pada 3 Oktober 2025 dengan 108 tenant diperkirakan mendorong aktivitas belanja masyarakat dan meningkatkan mobilitas konsumen di pusat kota. Sektor konsumsi pemerintah juga diprakirakan mengalami peningkatan didorong oleh peningkatan belanja pegawai untuk pencairan THR seiring peningkatan jumlah ASN dan PPPK. Di sisi lain, investasi diprakirakan masih mengalami perlambatan sejalan dengan periode penyelesaian administrasi di awal tahun. Kinerja ekspor diprakirakan masih akan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi meskipun sedikit melambat sejalan dengan perlambatan dari LU Pertanian, Industri Pengolahan, dan Perdagangan.

Perkembangan Keuangan Daerah

​Realisasi pendapatan Pemerintah Daerah di Kalimantan Tengah hingga triwulan IV 2025 tercatat sebesar 80,48% terhadap pagu atau secara nominal mencapai Rp26,87 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 90,61% terhadap pagu. Penurunan capaian tersebut terutama dipengaruhi oleh perlambatan pada komponen pendapatan transfer serta pendapatan asli daerah. Perlambatan kinerja pendapatan daerah juga sejalan dengan menurunnya penerimaan pajak daerah yang dipengaruhi oleh perlambatan kinerja sektor pertambangan, khususnya ekspor batu bara. Secara spasial, Kabupaten Barito Utara mencatatkan realisasi pendapatan terhadap pagu tertinggi, yaitu sebesar 99,09%.

Realisasi belanja Pemerintah Daerah di Kalimantan Tengah hingga triwulan IV 2025 mencapai sebesar 81,10% terhadap pagu, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 81,42%. Perlambatan realisasi belanja tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian belanja daerah seiring implementasi kebijakan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025, yang berdampak pada perlambatan realisasi belanja operasional dan belanja modal. Secara spasial, Kota Palangka Raya mencatatkan realisasi belanja terhadap pagu tertinggi di Kalimantan Tengah dengan capaian sebesar 83,38%.

Perkembangan Inflasi Daerah

Berdasarkan empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Kalimantan Tengah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 3,13% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar 2,35% (yoy). Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi pada periode yang sama dalam tiga tahun terakhir sebesar 2,27% (yoy). Peningkatan laju inflasi tahunan gabungan keempat kabupaten/kota IHK Kalimantan Tengah utamanya bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, serta Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran. Secara komoditas, emas perhiasan, beras, dan cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi di Kalimantan Tengah. Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya ketidakpastian global yang memperkuat permintaan emas sebagai aset safe haven. Sementara itu, kenaikan harga beras dan cabai rawit dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan yang menekan produksi dan pasokan.

Pembiayaan Daerah Serta Pengembangan Akses Keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Pada triwulan IV 2025, kondisi pembiayaan daerah di Kalimantan Tengah masih meningkat seiring dengan risiko kredit yang menurun serta tetap terjaga. Pertumbuhan kredit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Modal Kerja (KMK) yang lebih tinggi, meskipun Kredit Investasi (KI) mengalami kontraksi. Berdasarkan segmen, Kredit Korporasi masih tercatat meningkat. Sejalan, kredit rumah tangga dan UMKM juga tetap tumbuh, dengan pertumbuhan rumah tangga meningkat tipis dan pertumbuhan UMKM sedikit menguat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) secara nominal menurun tipis dibandingkan triwulan sebelumnya, namun secara tahunan tetap mengalami peningkatan. Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh pertumbuhan giro korporasi yang semakin tinggi, mencerminkan likuiditas korporasi yang masih kuat. Di sisi lain, giro pemda mengalami kontraksi sejalan dengan menurunnya DPK milik pemerintah daerah pada triwulan laporan. Risiko kredit perbankan masih terjaga pada level yang aman. Hal ini tercermin oleh rasio NPL yang menurun dan tetap berada di bawah threshold (<5%).

Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Net outflow uang kartal dari Bank Indonesia kepada perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah pada  triwulan IV 2025 mengalami peningkatan. Kondisi ini terjadi seiring dengan periode perayaan Natal dan Tahun Baru. Di Kalimantan Tengah, perayaan ini memicu lonjakan permintaan uang tunai (outflow) yang sangat tinggi. Transaksi pembayaran non-tunai melalui kliring (SKNBI) mengalami peningkatan secara nominal maupun secara volume dibandingkan triwulan sebelumnya, namun bila dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun sebelumnya  mengalami peningkatan secara nominal namun sedikit turun secara volume.

Peningkatan transaksi SKNBI tersebut seiring dengan peningkatan transaksi pada bulan Desember yang bertepatan dengan periode Natal dan Tahun baru. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya penurunan secara volume merupakan indikasi adanya pergeseran perilaku transaksi dari SKNBI ke kanal pembayaran real time (BI-FAST) untuk transaksi bernominal kecil, sehingga jumlah lembar (volume) SKNBI berkurang. Transaksi uang elektronik mengalami peningkatan pada triwulan IV 2025 baik dari sisi volume maupun nominal. Begitu pula transaksi QRIS mengalami peningkatan pada sisi volume, nominal transaksi. Selain itu, akseptasi QRIS juga meningkat tercermin dari peningkatan jumlah merchant dan pengguna baru QRIS.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah per November 2025 tetap tumbuh kuat meskipun sedikit melambat di tengah kondisi pemulihan ekonomi Kalimantan Tengah. Angkatan kerja di Kalimantan Tengah per November 2025 sebesar 1.483 ribu jiwa atau tumbuh sekitar 1,52% (yoy) dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 1.461 ribu jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) per November 2025 tercatat mengalami sedikit perlambatan menjadi sebesar 68,46%, dibandingkan Agustus 2024 sebesar 68,71%. Hal ini sejalan dengan proporsi pekerja penuh yang tercatat sebesar 70,78%, lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 72,12%.

Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. NTP gabungan di Kalimantan Tengah pada  triwulan IV 2025 tercatat sebesar 133,37, melambat dibandingkan  triwulan sebelumnya sebesar 133,49. Penurunan terutama pada NTP Perkebunan Rakyat, Hortikultura, Perikanan, Peternakan sementara NTP Tanaman Pangan mencatatkan peningkatan.

Prospek Perekonomian Daerah

Pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada tahun 2026 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9–5,7% sejalan dengan kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia yang terus bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Bauran kebijakan ini disinergikan dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Selain itu, terus dioptimalkan untuk menjaga target inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Inflasi  tahun 2026-2027 diprakirakan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%. Inflasi inti diprakirakan tetap terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terkendali dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan didukung dampak positif dari digitalisasi.

Ekonomi Kalimantan Tengah di tahun 2026 diprakirakan terus melanjutkan laju peningkatan pada kisaran 4,8% - 5,8% (yoy). Dari sisi permintaan, kinerja sektor ekonomi masih memiliki potensi untuk tumbuh kuat seperti konsumsi rumah tangga dan ekspor yang tumbuh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga diprakirakan meningkat sejalan dengan stimulus ekonomi berupa pelonggaran kebijakan dan intervensi harga dari Pemerintah mendorong konsumsi lebih lanjut. Ekspor juga diperkirakan mengalami peningkatan terutama didorong oleh permintaan komoditas CPO dan turunannya. Dari sisi penawaran, LU Pertanian diperkirakan tumbuh positif seiring optimalisasi lahan rawa, program cetak sawah, peningkatan produksi TBS kelapa sawit, serta perbaikan harga karet. Pertumbuhan ini turut berimplifikasi mendorong pertumbuhan LU Industri Pengolahan melalui peningkatan produksi CPO dalam memenuhi kebutuhan energi dan pangan dalam negeri, sementara LU Perdagangan juga meningkat sejalan dengan tingginya aktivitas distribusi barang dan bahan baku dari sektor terkait. Tekanan inflasi diprakirakan terjaga di tahun 2026 sehingga dapat memenuhi sasaran inflasi Nasional 2,5±1%. Sinergi kebijakan terus dilakukan oleh TPID melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) seperti peningkatan produksi komoditas pendorong inflasi utama, intensifikasi produksi padi dari lahan cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa, serta upaya lainnya dalam mengendalikan inflasi pangan.  

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah​
Halaman ini terakhir diperbarui 3/11/2026 4:10 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga