Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah

12/6/2023 12:00 AM
Hits: 522

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah November 2023

Kalimantan Tengah
Triwulan

Pertumbuhan Ekonomi Regional

Pada triwulan III 2023, ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatatkan pertumbuhan 3,74% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2023 yang tumbuh 2,96% (yoy). Peningkatan didorong kuatnya konsumsi baik rumah tangga maupun LNPRT seiring pulihnya mobilitas menuju level prapandemi serta belanja kampanye politik. PMTB meningkat sejalan dengan peningkatan realisasi belanja modal untuk penyelesaian proyek-proyek pemerintah. Secara sektoral, perdagangan meningkat sejalan dengan aktivitas perdagangan ritel dan perbaikan kinerja sektor pertambangan. Sektor pertambangan tumbuh membaik sejalan dengan netralisasi efek bauksit. Namun demikian, kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan melambat akibat El Nino yang berdampak pada menurunnya produksi TBS seiring perkembangan buah yang tidak optimal. Sektor konstruksi juga mengalami perlambatan seiring lemahnya realisasi investasi sektor swasta.

Memasuki triwulan IV 2023, ekonomi Kalimantan Tengah diprakirakan tumbuh melambat. Dari sisi permintaan, perlambatan disebabkan oleh kinerja investasi yang tumbuh melambat berasal dari behavior wait-and-see sektor swasta memasuki tahun politik. Hal ini sejalan dengan prakiraan melambatnya kinerja sektor konstruksi. Dari sisi penawaran, sektor pertanian dan industri pengolahan diprakirakan tumbuh melambat. Produksi TBS diprakirakan melambat seiring berakhirnya masa peak crop dan El Nino yang berdampak pada pematangan buah tidak optimal. Selain itu, padi juga diprakirakan melambat akibat panen yang lebih cepat dan menurunkan potensi produksi di triwulan IV.  Sementara itu, sektor pertambangan diprakirakan tumbuh meningkat akibat tetap kuatnya permintaan batu bara yang turut meningkatkan sektor perdagangan dan ekspor yang   dapat menahan perlambatan lebih dalam.


Perkembangan Keuangan Daerah

Realisasi pendapatan Pemerintah Daerah terhadap pagu dari 14 kabupaten/kota dan provinsi sampai dengan triwulan III 2023 mencapai 64,31%, atau sebesar Rp16,82 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya  dengan realisasi 69,11% terhadap pagu. Secara spasial, realisasi pendapatan terhadap pagu tertinggi terdapat pada Kabupaten Lamandau dan Kotawaringin Barat dengan capaian masing-masing sebesar 74,29% dan 72,67%. Sementara itu, realisasi belanja Pemerintah Daerah terhadap pagu sampai dengan triwulan III 2023 mencapai 48,74% atau sebesar Rp 11,70 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi sebesar 50,83%. Secara spasial, realisasi belanja terhadap pagu tertinggi dicatatkan Kabupaten Gunung Mas dan Kota Palangka Raya dengan capaian masing-masing sebesar 57,04% dan 56,49%.


Perkembangan Inflasi Daerah

Secara tahunan, tekanan inflasi tahunan gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada triwulan III 2023 menurun dibandingkan triwulan II 2023. Turunnya laju inflasi tahunan gabungan kedua kota IHK Kalimantan Tengah utamanya berasal dari kelompok transportasi, kelompok makanan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Komoditas beras dan rokok kretek filter masih menjadi penyumbang inflasi terbesar baik pada Kota Sampit maupun Palangka Raya. Kenaikan harga beras didorong tingginya harga gabah di tengah tidak optimalnya panen akibat El Nino. Sementara itu, tekanan inflasi dari transmisi kenaikan harga rokok masih terus berlanjut. Pada triwulan III 2023, dua kota IHK Kalimantan Tengah mencatatkan inflasi gabungan sebesar 1,88% (yoy), lebih rendah dari rata-rata capaian inflasi di periode yang sama selama 3 tahun terakhir sebesar 3,80% (yoy).


Pembiayaan Daerah Serta Pengembangan Akses Keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Pada triwulan III 2023, kondisi pembiayaan daerah Kalimantan Tengah terjaga dengan rasio NPL tetap rendah, meski rasio LDR mengalami perlambatan. Penyaluran kredit pada sektor rumah tangga tumbuh meningkat, sementara pada UMKM tumbuh melambat. Penyaluran kredit pada sektor rumah tangga tumbuh meningkat sejalan dengan tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, didorong oleh peningkatan pertumbuhan kredit KPR/ KPA dan Multiguna. Sementara itu, kredit UMKM tumbuh melambat didorong perlambatan kredit modal kerja serta pada skala usaha mikro dan menengah. Secara sektoral, perlambatan kredit UMKM terjadi pada sektor perdagangan.

DPK tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh DPK korporasi dan perseorangan. Hal ini sejalan dengan semakin membaiknya kinerja dunia usaha dan pendapatan masyarakat. DPK milik pemerintah daerah mengalami penurunan sejalan dengan percepatan belanja pemerintah jelang akhir tahun. Hal ini tercermin dari risiko kredit yang tetap rendah, di mana NPL tercatat sebesar 1,47% di bawah threshold  sebesar 5%. Namun demikian, penyaluran kredit tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya seiring perlambatan pada kredit investasi sejalan dengan melambatnya kinerja sektor konstruksi dan industri pengolahan. Kredit yang direstrukturisasi tumbuh peningkatan seiring dicabutnya kebijakan relaksasi kecuali pada sektor yang dianggap masih memiliki tingkat kerentanan tinggi, meski secara nominal mengalami penurunan.


Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Net outflow uang kartal dari Bank Indonesia kepada perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan III 2023 mengalami penurunan. Kondisi ini sejalan dengan berakhirnya HBKN, libur panjang dan pembagian Tunjangan Hari Raya pada triwulan II 2023. Transaksi pembayaran non-tunai kliring mengalami peningkatan baik dari sisi nominal maupun volume dibandingkan triwulan sebelumnya meski masih tumbuh terkontraksi. Sementara transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) mengalami penurunan dari sisi nilai nominal dan peningkatan dari sisi volume sejalan dengan meningkatnya sektor perdagangan dan realisasi investasi. Transaksi uang elektronik mengalami peningkatan pada triwulan III 2023 baik dari sisi volume maupun nominal. Begitu pula transaksi QRIS terus mengalami peningkatan di triwulan III 2023, baik dari sisi jumlah merchant, nilai dan volume transaksi.


Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Sejalan dengan kinerja ekonomi Kalimantan Tengah yang tetap tumbuh positif, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2023 sebesar 67,18%, relatif stabil dibandingkan Agustus 2022 sebesar 67,23%. Hal ini seiring menurunnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan dan perdagangan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan III 2023 sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan terutama bersumber dari sub sektor perkebunan seiring masih rendahnya level harga jual TBS sehingga menekan daya beli petani.


Prospek Perekonomian Daerah

Ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2023 diprakirakan melanjutkan pertumbuhannya meskipun melambat. Ekspor yang selama tahun 2022 menjadi primadona dan sumber pertumbuhan tertinggi, pada 2023 tumbuh melambat. Pertumbuhan LU Pertambangan Provinsi Kalimantan Tengah diprakirakan melambat akibat penurunan kinerja ekspor bauksit. Tidak berlanjutnya pembangunan smelter bauksit di Kalteng, sementara kapasitas smelter bauksit dalam negeri masih terbatas, menyebabkan perusahaan melakukan penyesuaian produksi. Di sisi lain, kinerja batu bara diprakirakan tumbuh terbatas akibat dibukanya keran ekspor Australia oleh Tiongkok dan meningkatnya produksi domestik Tiongkok. Sementara itu, kinerja LU Pertanian dan Industri Pengolahan diprakirakan tetap baik seiring dengan terjaganya produktivitas TBS, maupun kebutuhan olahan CPO sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri dalam negeri dan negara mitra dagang.

Inflasi Kalimantan Tengah pada tahun 2023 diprakirakan mereda, berada pada rentang sasaran nasional 3,00±1%. Pencabutan kebijakan PPKM pada awal tahun maupun pencabutan status pandemi pada bulan Juni 2023 diprakirakan tidak begitu berdampak pada peningkatan permintaan seiring relaksasi mobilitas telah dirasakan dari tahun sebelumnya. Dari sisi penawaran, kegiatan produksi bahan pangan diprakirakan tetap baik dan telah tingginya harga menahan produsen untuk menaikan harga kembali.


Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Kalimantan Tengah
Halaman ini terakhir diperbarui 12/6/2023 8:00 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga