Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat​

6/18/2026 5:00 PM
Hits: 19

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Mei 2026

Kalimantan Barat
Triwulan

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH

Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 6,14% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,62% (yoy). Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I 2026 terutama ditopang oleh kinerja lapangan usaha perdagangan, pertambangan dan penggalian, serta konstruksi. Ketiga lapangan usaha tersebut memberikan andil pertumbuhan masing-masing sebesar 5,00%, 1,56%, dan 0,59%. Dari sisi pengeluaran, perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan I 2026 ditopang utamanya oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah yang masing – masing memberikan andil sebesar 2,95% dan 2,75%​

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 2,89% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV 2025 yang tercatat sebesar 1,85% (yoy). Terutama didorong oleh komoditas tarif listrik, emas perhiasan, beras, dan daging ayam ras. Namun demikian, terjaganya ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih, serta adanya sinergi akselerasi langkah strategis pemerintah melalui program Asta Cita a.l. swasembada pangan (padi dan jagung) dan penyaluran beras SPHP dapat menahan laju inflasi yang lebih tinggi. Selain itu, pelaksanaan dukungan kelancaran distribusi dan komunikasi efektif melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar (OP) serta HLM TPID-TPID Wilayah Kalimantan, HLM TPID kabupaten/kota, didukung Forum Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), memperkuat kolaborasi dan kapabilitas mitra strategis dalam mendukung upaya pengendalian inflasi Kalimantan Barat tahun 2026 pada target sasaran 2,5 ±1%.

PEMBIAYAAN DAERAH, SERTA PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Kredit perbankan wilayah Kalimantan Barat tumbuh sebesar 9,97% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,82% (yoy). Sementara itu, pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 8,91% (yoy) pada triwulan I 2026, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,89% (yoy). Pertumbuhan kredit segmen UMKM tercatat 2,83% (yoy), mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang kontraksi sebesar 0,20% (yoy). Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Kalimantan Barat tumbuh 9,98% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 8,56% (yoy), yang didorong oleh jenis pertumbuhan DPK giro dan DPK tabungan yang meningkat signifikan. Selain itu, risiko kredit bermasalah di Kalimantan Barat mengalami perbaikan dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,75%, mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya 1,71%, jauh di bawah threshold 5%. 

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Peredaran uang kartal di Provinsi Kalimantan Barat pada Triwulan I 2026 mengalami kondisi net-outflow yang lebih rendah seiring menurunnya aktivitas ekonomi dibandingkan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga terjadi penurunan kebutuhan uang tunai. Secara year-on-year, kondisi net-outflow tersebut disebabkan penurunan besaran outflow  maupun inflow. Tren menurunnya besaran inflow maupun outflow juga dapat mengindikasikan bergesernya pola transaksi masyarakat Kalimantan Barat dari uang tunai menuju pembayaran digital. Kinerja sistem pembayaran nontunai di Provinsi Kalimantan Barat secara umum tumbuh melambat. Transaksi nilai besar melalui SKNBI dan BI-RTGS meningkat di Triwulan I 2026, sama halnya dengan transaksi retail nontunai masih menunjukan persistensi pertumbuhan. Transaksi melalui BI-FAST, APMK (kartu debit dan kredit), dan UE (uang elektronik) masih mencatatkan pertumbuhan dua digit baik nominal maupun volume. Kegiatan belanja masyarakat mendominasi pangsa penggunaan transaksi ritel tersebut. Implementasi elektronifikasi transaksi keuangan di Kalimantan Barat terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hingga akhir Triwulan I 2026, jumlah merchant QRIS, pengguna, dan volume transaksi mencatatkan pertumbuhan positif. Bank Indonesia melakukan berbagai inisiatif untuk mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) sehingga semua Pemda di wilayah Kalimantan Barat mencapai status digital (Indeks  ETPD > 80%). Aktivitas transaksi antar negara menunjukan sedikit terkoreksi di triwulan I 2026 secara tahunan. Hal ini tercermin dari penurunan transaksi jual/beli UKA dan transaksi incoming-outgoing melalui Layanan Remitansi, menunjukkan adanya moderasi aktivitas lintas negara.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat relatif stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,57%, meningkat 0,34% dibandingkan Februari 2025. Rasio kemiskinan pada September 2025 tercatat 5,97%, menurun sebesar 0,19% dibandingkan Maret 2025. Sejalan dengan itu, jumlah penduduk miskin Kalimantan Barat pada September 2025 mengalami penurunan sebanyak 578 ribu orang atau turun 0,03% dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 172,56 mengalami peningkatan 1,35% (qtq) dibandingkan Triwulan IV 2025. Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan terhadap daya beli petani. Pada periode tersebut, indeks harga yang diterima petani (It) tercatat sebesar 217,39, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 125, 98.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Prospek perekonomian global tahun 2026 diprakirakan melambat menjadi 3,0%, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi dan divergensi pertumbuhan antarnegara. Prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama dipengaruhi oleh berlanjutnya perang Timur Tengah dan tensi geopolitik. Harga minyak dan komoditas dunia meningkat tinggi diikuti dengan disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara yang semakin dalam. Dari sisi keuangan global, ruang penurunan FFR masih terbuka, namun yield US Treasury tenor panjang tetap tinggi karena risiko desifit fiskal AS, mendorong aliran modal ke emerging markets secara selektif. Perekonomian Kalimantan Barat tahun 2026 diprakirakan tumbuh di kisaran 4,9 – 5,7% (yoy) dan inflasi yang terjaga. Perekonomian Kalbar didukung oleh kinerja lapangan usaha utama, seperti industri pengolahan dan pertanian, diimbangi dengan tingkat konsumsi masyarakat yang diprakirakan masih terjaga. Sementara itu, secara keseluruhan tahun 2026, inflasi di Kalimantan Barat diperkirakan stabil terjaga pada rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy).​​​​​​

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat
Halaman ini terakhir diperbarui 6/19/2026 3:18 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga