Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat​​​​

6/11/2024 12:00 AM
Hits: 2145

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Mei 2024

Kalimantan Barat
Triwulan

​Perkembangan Ekonomi Makro Daerah

Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan I 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,98% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya.

Dari sisi penawaran, kinerja lapangan usaha pertanian, industri pengolahan, serta administrasi pemerintah menjadi kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan I 2024

Dari sisi permintaan, pertumbuhan didorong oleh kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB), konsumsi rumah tangga, serta konsumsi pemerintah.​​


Keuangan Pemerintah

Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan perlambatan. Secara persentase, realisasi pendapatan APBD Provinsi Kalimantan Barat triwulan I 2024 mengalami penurunan dibandingkan triwulan I 2023. Realisasi pendapatan hanya sebesar Rp1.404,85 miliar atau 22,58% dari pagu anggaran, menurun dari realisasi pendapatan triwulan I 2023 sebesar Rp1.537,69 miliar (25,58% dari pagu anggaran).

Total realisasi belanja APBD Provinsi Kalimantan Barat untuk Triwulan I 2024 sebesar Rp448,64 miliar (6,70% dari pagu anggaran) menurun dibandingkan dengan realisasi triwulan I 2023 sebesar Rp967,38 miliar (sebesar 15,23 % dari pagu anggaran).

Sementara itu, realisasi belanja Kementerian/Lembaga sampai dengan triwulan I 2024 sebesar Rp2.830,43 miliar (31,10% dari pagu anggaran). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan realisasi belanja triwulan I 2023 sebesar Rp1.771,53 miliar (17,18% dari pagu anggaran).​


Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi pada triwulan I 2024 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya namun masih berada pada kisaran sasaran 2,5±1%. Beberapa kondisi berkontribusi atas angka inflasi tersebut, diantaranya (1) momentum Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) yang terpusat pada triwulan I 2024 seperti Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, dan bulan Ramadhan, (2) curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan bencana banjir di beberapa daerah sentra produksi yang mengakibatkan penurunan pasokan beberapa komoditas pangan dan hortikultura, serta (3) sinergi kebijakan dalam kerangka TPID dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.


Pembiayaan Daerah serta Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Intermediasi perbankan Kalimantan Barat pada triwulan I 2024 tumbuh dengan kualitas yang terjaga. Kredit perbankan tumbuh sebesar 8,27% (yoy), melambat dibandingkan ​triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,53% (yoy). Pada keuangan perbankan syariah, pembiayaan tumbuh sebesar 10,65% (yoy) pada triwulan I 2024. Pertumbuhan kredit segmen UMKM tercatat 7,34% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 10,06% (yoy). Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Kalimantan Barat juga terus meningkat, didorong oleh peningkatan giro, deposito, dan tabungan. Selain itu, risiko kredit bermasalah di Kalimantan Barat menunjukkan penurunan dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,73% dan berada pada level yang terjaga di bawah 5%


Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Transaksi pembayaran secara garis besar mengalami tren peningkatan sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi di Kalimantan Barat. Pada triwulan I 2024, transaksi sistem pembayaran nilai besar RTGS dan SKNBI maupun sistem pembayaran nilai kecil/ritel seperti APMK dan QRIS menunjukkan peningkatan. Upaya akselerasi elektronifikasi transaksi keuangan juga terus dilakukan melalui realisasi penyaluran bantuan sosial non tunai sejalan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Bank Indonesia juga terus menjaga kelancaran transaksi pembayaran tunai melalui pengelolaan uang rupiah. Pada Triwulan I 2024 peredaran uang tunai di Kalimantan Barat tercatat net inflow sejalan dengan normalisasi aktivitas ekonomi pasca HBKN Natal dan Tahun Baru. Dalam upaya menjaga kelancaran distribusi Rupiah hingga ke daerah 3T dan low access to cash, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Kas Keliling Susur Sungai yang diselenggarakan di Kabupaten Kapuas Hulu dengan realisasi serapan UTLE mencapai Rp1,48 miliar.

Dampak normalisasi aktivitas ekonomi pasca HKBN Natal dan Tahun Baru juga tercermin dari transaksi antar negara yang mengalami penurunan. Transaksi KUPVA BB mengalami penurunan baik penjualan maupun pembelian UKA. PJP LR juga mengalami penurunan nilai pengiriman uang dari dan ke luar negeri.


Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2024 berada pada angka 4,20%, membaik dibandingkan Februari 2023 sebesar 4,52%. Rasio kemiskinan mengalami perbaikan menjadi 6,71% pada Maret 2023, turun dibandingkan Maret 2022 sebesar 6,73%.  Meski demikian, jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 mengakami peningkatan 3,1 ribu jiwa atau 0,89% (yoy), dibandingkan Maret 2022.

Perbaikan kesejahteraan juga tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) pada Triwulan I 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,69% (qtq) atau 151,88 dari sebelumnya sebesar 142,36 pada akhir triwulan IV 2023.​


Prospek Perekonomian Daerah

Dengan dinamika perekonomian global yang masih dibayangi  oleh ketidakpastian yang tinggi, divergensi pertumbuhan antar negara dan ketegangan geopolitik diprakirakan akan berdampak terhadap harga energi dan pangan dan inflasi global. Respons kebijakan moneter ketat diprakirakan masih akan berlangsung sebagaimana tercermin dari kenaikan suku bunga.

Perekonomian Kalimantan Barat tahun 2024 diprakirakan masih akan melanjutkan pertumbuhan secara moderat. Kinerja lapangan usaha utama dan tingkat konsumsi masyarakat diprakirakan masih cukup kuat ditambah perbaikan kinerja ekspor menjadi sentimen positif untuk mendorong pertumbuhan perekonomian setempat. Untuk keseluruhan tahun 2024, inflasi di Kalimantan Barat diperkirakan bergerak stabil pada rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy).​

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
​ Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
​ Informasi Kantor Perwakilan BI ​​Kalimantan Barat
Halaman ini terakhir diperbarui 6/11/2024 8:38 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga