Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​​KPw Provinsi Jawa Timur ​

12/8/2023 12:00 AM
Hits: 1614

Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur November 2023

Jawa Timur
Triwulan

Asesmen Pertumbuhan Ekonomi Daerah 

Kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2023 tetap kuat kendati mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan laporan, ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,86% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan II 2023 yang tumbuh sebesar 5,25% (yoy). Lebih rendahnya kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2023 terutama dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan investasi dan konsumsi pemerintah pada periode laporan. Pelambatan investasi lebih disebabkan oleh telah masuknya beberapa proyek strategis pada tahap finishing dan penundaan konstruksi beberapa proyek strategis seperti Tol Legundi – Bunder – Manyar Seksi 4 dan Bendungan Bagong. Lebih lanjut masih tingginya ketidakpastian perekonomian global dan mulai masuknya periode safari politik menyebabkan investor melakukan wait and see sehingga turut menahan kinerja investasi pada triwulan laporan. Perlambatan kinerja investasi tersebut berdampak pada tertahannya kinerja LU Konstruksi. Lebih lanjut, perlambatan Konsumsi Pemerintah terutama disebabkan oleh penurunan belanja pegawai, melambatnya peningkatan belanja barang, serta bansos pasca pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk Aparatul Sipil Negara (ASN) serta bantuan sosial (bansos) pada triwulan II 2023. 

Perlambatan kinerja ekonomi Jawa Timur yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan kinerja konsumsi RT dan perbaikan ekspor barang dan jasa. Peningkatan konsumsi RT ditopang oleh kenaikan pengeluran pendidikan sejalan dengan masuknya Tahun Ajaran Baru kelompok SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang turut tercermin dari  lebih tingginya kinerja LU Jasa Pendidikan pada triwulan laporan. Perbaikan konsumsi RT juga terjadi pada pengeluaran rumah tangga dan energi. Sementara itu perbaikan ekspor ditopang oleh peningkatan permintaan eksternal dari mitra dagang utama Jawa Timur, yakni TiongkokEropa, dan Malaysia Perbaikan ekspor juga didukung oleh perbaikan permintaan mitra dagang domestik, yakni Kawasan Timur Indonesia (KTI). Lebih tingginya konsumsi RT dan ekspor tersebut mendorong perbaikan kinerja LU Industri Pengolahan pada triwulan laporan. Peningkatan kinerja LU Pertanian turut menahan lebih rendahnya perlambatan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2023. Peningkatan kinerja LU Pertanian terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan produksi jagung, bawang merah, cabai rawit, komoditas perkebunan, produk peternakan, serta perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya.


Asesmen Keuangan Pemerintah Daerah 

Realisasi Belanja Pemerintah di Jawa Timur pada triwulan III 2023 masih mengalami peningkatan di tengah pagu anggaran yang menurun dibanding tahun sebelumnya. Total realisasi belanja pemerintah di Provinsi Jawa Timur mencapai Rp169,46 triliun, meningkat 4,35% (yoy) dibanding realisasi triwulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp162,39 triliun. Peningkatan realisasi belanja lebih disebabkan oleh meningkatnya prosentase realisasi belanja yang mencapai 63,64%, meningkat dibanding realisasi triwulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 59,38%. Belanja APBN meraih capaian realisasi tertinggi sebesar 71,20%, diikuti oleh realisasi belanja provinsi 63,63% dan realisasi belanja kabupaten/kota sebesar 55,16%. Peningkatan realisasi belanja menyumbang pertumbuhan belanja APBN di Jawa Timur (7,95%, yoy), APBD Provinsi Jawa Timur (6,02%, yoy), serta APBD Kab/Kota di Jawa Timur (1,66%, yoy). Peningkatan tersebut tidak terlepas dari membaiknya kinerja realisasi pendapatan seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi yang terus berlanjut. 

Adapun plafon anggaran mengalami penurunan -2,62% (yoy), menjadi sebesar Rp266,26 triliun dibandingkan anggaran tahun 2022 yang sebesar Rp273,46 triliun yang disebabkan oleh penurunan pagu anggaran belanja fiskal Jawa Timur, baik belanja pemerintah pusat APBN maupun belanja Pemerintah Daerah APBD. Anggaran APBN di Jawa Timur menurun sebesar -2,85% (yoy), sementara anggaran belanja Pemerintah Daerah APBD yang terdiri dari anggaran belanja APBD Provinsi Jawa Timur dan anggaran APBD gabungan 38 Kabupaten/Kota Jawa Timur tercatat menurun, masing-masing sebesar -7,29% (yoy) dan -0,99% (yoy). Penurunan pagu terutama disebabkan oleh penurunan belanja modal pada seluruh pemerintahan, penurunan belanja hibah pada pemerintah provinsi, dan penurunan alokasi belanja tidak terduga pada pemerintah kab/kota dikarenakan peralihan biaya penanganan pandemi COVID-19 paska penetapan status endemi.

Asesmen Inflasi Daerah 

Inflasi gabungan kota IHK Jawa Timur pada triwulan III 2023 lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya dan telah masuk sasaran inflasi 3,0±1,0% (yoy). Inflasi gabungan kota IHK Jawa Timur pada periode laporan tercatat sebesar 3,01% (yoy), lebih rendah dibandingkan capaian pada triwulan sebelumnya yang sebesar 4,59% (yoy) dan telah masuk kisaran sasaran inflasi. Melandainya tingkat inflasi pada triwulan laporan sejalan dengan permintaan yang terkelola, ekspektasi inflasi yang terjaga, serta telah hilangnya faktor base effect kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada September 2022. Meredanya tekanan inflasi juga ditopang oleh terjaganya pasokan komoditas pangan utama, khususnya aneka cabai dan bawang merah sejalan dengan masih berlangsungnya panen raya di beberapa sentra produksi, serta telur ayam ras seiring normalisasi produksi pasca terdampak kebijakan afkir dini. Berdasarkan kelompok, melandainya inflasi tahunan gabungan kota IHK Jawa Timur diantaranya disebabkan oleh penurunan tekanan inflasi pada kelompok Transportasi; Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga; serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Namun demikian, penurunan tekanan inflasi yang lebih dalam pada triwulan III 2023 tertahan terutama oleh kenaikan tekanan inflasi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; serta Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. 

Inflasi gabungan kota IHK Jawa Timur pada triwulan IV 2023 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2023, namun masih berada dalam sasaran target inflasi 3,0 ± 1,0% (yoy). Lebih tingginya inflasi gabungan kota IHK tahunan Jawa Timur pada triwulan IV 2023 diprakirakan didorong oleh peningkatan permintaan di tengah HBKN Nataru, khususnya terhadap bahan pangan dan layanan moda transportasi. Dari sisi bahan pangan, berlangsungnya masa tanam hortikultura dan tanaman pangan berpotensi mengganggu ketersediaan pasokan di tengah permintaan yang diperkirakan meningkat. Selain itu, fenomena El Nino yang diprakirakan masih berlanjut hingga akhir tahun 2023 dapat berpengaruh negatif terhadap kinerja produksi tanaman pangan yang dapat berdampak pada ketersediaan pasokan beras. Lebih lanjut, dari sisi layanan moda transportasi, tren kenaikan harga avtur dan risiko penyesuaiaan Tarif Batas Atas angkutan udara oleh Kementrian Perhubungan berpotensi tertransmisi pada tarif angkutan udara. Di sisi lain, peningkatan tekanan inflasi yang lebih tinggi pada triwulan IV 2023 diprakirakan tertahan oleh penurunan harga BBM non subsidi per 1 November 2023.

Pembiayaan Daerah dan Pengembangan UMKM 

Kinerja intermediasi perbankan terpantau terjaga, tercermin dari peningkatan kinerja penghimpunan DPK dan penyaluran kredit. Peningkatan DPK terutama di didorong oleh peningkatan deposito yang mengindikasikan masyarakat cenderung menyimpan likuiditas dalam bentuk tabungan berjangka seiring penyesuaian suku bunga deposito yang lebih atraktif. Sejalan dengan peningkatan likuiditas perbankan, kinerja penyaluran kredit juga terpantau tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan terutama terjadi pada seluruh jenis kredit seiring dengan upaya perusahaan dalam melakukan investasi dan ekspansi usaha di tengah peningkatan permintaan domestik dan ekspor, serta mulai membaiknya kinerja ekonomi negara mitra.  

Ketahanan korporasi dan RT di Jawa Timur masih terjaga terindikasi dari risiko kredit yang masih berada dalam batas aman. Secara agregat, risiko kredit di Jawa Timur pada triwulan III 2023 yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 3,26%, membaik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,35%. Lebih lanjut, risiko likuiditas terpantau sedikit meningkat tercermin dari tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sebesar 93,12%, namun masih dalam batas kisaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM). 

Asesmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran 

Pada triwulan III 2023, transaksi sistem pembayaran (SP) nontunai mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan kenaikan konsumsi RT dan ekspor Jawa Timur pada triwulan laporan. Peningkatan transaksi SP nontunai ditopang oleh transaksi melalui Real Time Gross Settlement (RTGS) dan kliring pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya. Nominal transaksi BI-RTGS di wilayah Jawa Timur sebesar Rp391,77 triliun, meningkat 8,87% (qtq) dibandingkan triwulan II 2023 yang sebesar Rp359,86 triliun. Dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya, nominal RTGS juga meningkat 0,48% (yoy) jika dibandingkan nominal transaksi BI-RTGS pada triwulan III 2022 yang sebesar Rp389,89 triliun. Pencapaian tersebut juga meningkat dibandingkan pertumbuhan tahunan pada triwulan sebelumnya yang sebesar -0,28% (yoy). Sementara itu, nominal kliring di Jawa Timur pada triwulan III 2023 mencapai Rp55,69 triliun, meningkat 13,42% (qtq) dibandingkan triwulan II 2023. Secara tahunan, nominal kliring di Jawa Timur tumbuh -11,56% (yoy) pada triwulan III 2023, membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar -24,57% (yoy). Nominal transaksi Uang Elekronik (UE) juga tercatat sebesar Rp14,46 triliun pada triwulan III 2023, meningkat 0,71% (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya 

Sementara itu, kebutuhan uang tunai di Jawa Timur terpantau mengalami penurunan pada triwulan III 2023 dibandingkan triwulan sebelumnya seiring dengan berlalunya HBKN Idulfitri dan Iduladha. Pada triwulan III 2023, Jawa Timur mengalami net-inflow sebesar Rp4,9 triliun, setelah pada triwulan sebelumnya mengalami net-outflow sebesar Rp1,5 triliun. Pada triwulan laporan,  Bank Indonesia mencatat nominal outflow menurun sebesar -42,65% (qtq) dari Rp27,05 triliun menjadi Rp15,5 triliun, sementara nominal inflow tercatat juga menurun sebesar -19,88% (qtq) dari Rp25,53 triliun menjadi Rp20,45 triliun. Penurunan outflow lebih dalam dibandingkan net-inflow sehingga secara akumulatif aliran uang di Jawa Timur pada posisi net-inflow. 

Upaya perluasan digitalisasi melalui kanal pembayaran QRIS terus berlanjut. Jumlah merchant QRIS di Jawa Timur meningkat 8,91% (qtq) dari semula sebanyak 3,02 juta merchant pada triwulan II 2023 menjadi 3,29 juta merchant. Secara tahunan, jumlah merchant QRIS juga meningkat hingga 42,85% (yoy). Pencapaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai Provinsi dengan jumlah merchant QRIS terbesar ke-3 di tingkat nasional. 

Asesmen Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat  

Kondisi ketenagakerjaan di Jawa Timur pada Agustus 2023 menunjukkan peningkatan kualitas walaupun tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan dibandingkan Februari 2023. Hal ini terlihat dari meningkatnya Angkatan Kerja yang bekerja penuh dan disertai dengan penurunan pekerja paruh waktu dan setengah menganggur. Pekerja formal juga mengalami peningkatan, yang terlihat dari peningkatan pekerja pada industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar, akomodasi dan makan minum serta jasa kemasyarakatan, dan di sisi lain, pekerja informal mengalami penurunan terutama yang bergerak di sektor pertanian. Peningkatan kualitas ketenagakerjaan juga terlihat dari berkurangnya pangsa pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja bebas dan berusaha dibantu buruh tidak tetap dan digantikan oleh peningkatan jumlah karyawan. Rata-rata tingkat Pendidikan juga mengalami kenaikan yang terlihat dari penurunan pekerja SD dan meningkatnya pekerja dengan Pendidikan SMP ke atas. Peningkatan angka pengangguran dinilai wajar seiring dengan telah selesainya musim panen raya komoditas tanaman pangan, namun demikian daya beli masyarakat tidak terganggu seiring dengan peningkatan kualitas ketenagakerjaan yang terlihat dari meningkatnya konsumsi masyarakat pada triwulan laporan 

Kesejahteraaan masyarakat pedesaan yang direpresentasikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan pada triwulan III 2023, sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) tercatat menurun. NTP meningkat dari 107,78 pada triwulan II 2023 menjadi 111,19 pada triwulan III 2023. Hal tersebut didorong oleh peningkatan penerimaan petani di sektor tanaman pangan dan perkebunan rakyat, sedang nilai tukar peternak, petani hortikultura dan perikanan mengalami penurunan. Sementara itu, kesejahteraan kelompok nelayan terpantau sedikit menurun dari 100,10 pada triwulan II 2023 menjadi 100,01 pada triwulan laporan terutama disebabkan oleh meningkatnya indeks beli yang lebih besar daripada peningkatan indeks harga yang diterima oleh nelayan.

Prospek Ekonomi serta Inflasi Tahun 2023 dan Tahun 2024 

Perekonomian Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan tetap tumbuh positif meskipun termoderasi dibandingkan tahun 2022 disebabkan oleh faktor global dan konsolidasi fiskal pemerintah. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan berada di kisaran 4,6% - 5,4% (yoy), cenderung bias bawah, termoderasi dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,3% (yoy). Dari sisi permintaan, sejalan dengan ekonomi nasional, masih positifnya kinerja ekonomi Jawa Timur diprakirakan didukung oleh masih kuatnya konsumsi RT serta prospek perbaikan konsumsi LNPRT dan investasi. Di samping itu, kinerja perdagangan antardaerah Jawa Timur diprakirakan tetap tumbuh positif pada tahun 2023 sejalan dengan program Misi Dagang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur setiap bulan serta masih kuatnya konsumsi RT mitra dagang domestik Jawa Timur, yakni Kawasan Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Bali – Nusa Tenggara. Kendati demikian, pertumbuhan konsumsi RT diprakirakan tertahan akibat konsolidasi fiskal pemerintah dan daerah sejalan dengan semakin terkendalinya kasus COVID-19 di Indonesia, termasuk Jawa Timur, yang berimplikasi pada pengurangan sejumlah intensif fiskal. Dari sisi eksternal, prospek perlambatan ekonomi global turut terjadi di mitra dagang eksternal Jawa Timur. Hal tersebut diprakirakan menahan kinerja ekspor LN dan investasi nonbangunan di Jawa Timur pada tahun 2023. Dari sisi penawaran, sejalan dengan prospek perlambatan permintaan eksternal, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan di Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kinerja LU Akomodasi dan Makan Minum serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tinggi kendati lebih rendah dibandingkan tahun 2022 dipengaruhi oleh base effect tingginya pertumbuhan kedua LU tersebut pada tahun lalu. Lebih lanjut, kinerja LU Pertanian pada tahun 2023 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sejalan dengan upaya mitigasi hama antraknosa pada tanaman hortikultura dan Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada ternak sapi yang menjadi tantangan utama sektor pertanian pada tahun 2022. Di samping itu, beroperasinya Bendungan Semantok sejak Desember 2022 diprakirakan berdampak positif terhadap LU Pertanian di Jawa Timur. 

Perekonomian Jawa Timur pada tahun 2024 diprakirakan mengalami perbaikan dibandingkan tahun 2023 ditopang oleh permintaan domestik. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan berada di kisaran 4,7% - 5,5% (yoy), cenderung bias bawah, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang diprakirakan tumbuh di kisaran 4,6%-5,4% (yoy). Dari sisi permintaan, sejalan dengan ekonomi nasional, masih positifnya kinerja ekonomi Jawa Timur diprakirakan didukung oleh prakiraan perbaikan konsumsi RT serta masih kuatnya konsumsi LNPRT dan investasi. Dari sisi penawaran, sejalan dengan prospek perbaikan konsumsi swasta (konsumsi RT dan LNPRT) dan masih kuatnya investasi, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan di Jawa Timur pada tahun 2024 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi eksternal, prospek perlambatan ekonomi global turut terjadi di mitra dagang eksternal Jawa Timur, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Hal tersebut diprakirakan menahan kinerja ekspor LN dan investasi nonbangunan di Jawa Timur pada tahun 2024. Lebih lanjut, kinerja LU Pertanian pada tahun 2024 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 sejalan dengan prospek cuaca yang lebih mendukung produksi pangan serta terkendalinya gangguan PMK dan LSD pada ternak sapi yang menjadi tantangan utama sektor pertanian pada tahun 2023. 

 Inflasi gabungan Kota IHK Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan kembali di kisaran sasaran inflasi 3,0%±1% (yoy). Tingginya tekanan inflasi dari sisi penawaran pada tahun 2022 terutama akibat peningkatan harga hortikultura serta penyesuaian harga energi berdampak pada tingkat inflasi IHK di Jawa Timur pada tahun 2022 yang lebih tinggi dibandingkan batas atas sasaran inflasi 3,0%±1% (yoy). Pada tahun 2023, tekanan inflasi dari sisi penawaran diprakirakan mereda sejalan dengan upaya mitigasi hama antraknosa yang menyerang tanaman hortikultura dan vaksinasi Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada sapi. Di samping itu, harga komoditas energi global yang melandai dibandingkan tahun 2022 diprakirakan turut berimplikasi pada lebih rendahnya tekanan inflasi dari sisi penawaran. Lebih lanjut, berbagai kebijakan pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPIP dan TPID beserta GNPIP diprakirakan turut menjaga tingkat inflasi IHK Jawa Timur di kisaran sasaran inflasi 3,0%±1% (yoy). 

 

Inflasi gabungan kota IHK Jawa Timur pada tahun 2024 diprakirakan berada di kisaran sasaran inflasi 2,5%±1% (yoy). Prospek terkendalinya inflasi gabungan kota IHK Jawa Timur pada tahun 2024 ditopang oleh prakiraan cuaca yang lebih mendukung produksi tanaman pangan, penyakit PMK dan LSD yang terkendali, harga komoditas global yang mengalami tren penurunan, serta harga energi global yang terkendali. Lebih lanjut, berbagai kebijakan pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPIP dan TPID diprakirakan turut menjaga tingkat inflasi IHK Jawa Timur di kisaran sasaran inflasi 2,5%±1% (yoy). 

 ​

Lampiran

​​

Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur​
Halaman ini terakhir diperbarui 12/6/2023 2:46 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga