Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​​​​Kpw Jawa Timur​

11/28/2022 6:00 PM
Hits: 2014

Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur November 2022

Jawa Timur
Triwulan

Asesmen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2022 tumbuh positif, kendati mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan laporan, kinerja ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,58% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 5,76% (yoy). Perlambatan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2022 terutama dipengaruhi oleh lebih rendahnya pertumbuhan investasi pada periode laporan akibat faktor domestik dan faktor global. Investasi berupa program strategis nasional masih terus berjalan, namun demikian beberapa perusahaan masih memilih menunggu momen yang tepat untuk memulai melakukan investasi. Sementara itu, masih tingginya ketidakpastian global serta masih terganggunya global value chain, seperti belum normalnya pasokan semikonduktor juga menahan perusahaan untuk melakukan investasi, terutama disebabkan oleh ketidakpastian pasokan paska peningkatan kapasitas.

 

Perlambatan kinerja ekonomi Jawa Timur yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi RT, konsumsi pemerintah, ekspor LN, dan perdagangan antar daerah sejalan dengan semakin terkendalinya kasus Covid-19 yang mendorong semakin luasnya pembukaan sektor ekonomi produktif. Sejalan dengan perbaikan permintaan domestik Jawa Timur, dari sisi penawaran, perlambatan kinerja ekonomi Jawa Timur yang lebih dalam terutama tertahan oleh perbaikan kinerja LU Perdagangan, LU Akomodasi Makan Minum,  serta LU Transportasi dan Pergudangan. Lebih lanjut, perbaikan kinerja LU Pertanian pada triwulan laporan turut menahan perlambatan kinerja ekonomi Jawa Timur yang lebih dalam pada triwulan III 2022. Perbaikan kinerja LU Pertanian terutama ditopang oleh panen gadu di beberapa sentra produksi di Jawa Timur pada triwulan III 2022.

 

Asesmen Inflasi Daerah

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur pada triwulan III 2022 lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Inflasi IHK Jawa Timur pada triwulan III 2022 tercatat sebesar 6,80% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2022 yang tercatat 4,92% (yoy). Peningkatan inflasi pada triwulan laporan terutama disebabkan oleh tingginya tekanan sisi penawaran sejalan dengan tren peningkatan harga minyak global yang berdampak pada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi di tingkat domestik. Berdasarkan kelompok, inflasi tahunan Jawa Timur yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya terutama bersumber dari kelompok Transportasi.

 

Inflasi IHK Jawa Timur pada triwulan IV 2022 diprakirakan lebih rendah dibandingkan triwulan III 2022, namun berpotensi berada di atas sasaran inflasi 3,0±1% (yoy). Lebih rendahnya inflasi IHK tahunan Jawa Timur pada triwulan IV 2022 dibandingkan triwulan sebelumnya diprakirakan terutama bersumber dari kelompok Transportasi serta Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar. Inflasi kedua kelompok tersebut  pada triwulan IV 2022 diprakirakan menurun dibandingkan triwulan III 2022 sejalan dengan telah berlangsungnya penyesuaian tarif angkutan pasca kenaikan harga BBM pada September 2022 serta penyesuaian harga LPG dan tarif listrik non subsidi yang telah berlangsung pada Juli 2022. Lebih lanjut, sejalan dengan upaya menjaga daya beli masyarakat untuk mendukung pemulihan ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga energi pasca kenaikan harga BBM pada 3 September 2022. Hal tersebut diprakirakan mendukung potensi lebih rendahnya inflasi kelompok Transportasi serta Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar pada triwulan IV 2022 dibandingkan triwulan III 2022.

Asesmen Keuangan Pemerintah Daerah

Anggaran Belanja Pemerintah Daerah secara agregat di Jawa Timur tahun 2022 terkontraksi dibandingkan anggaran pasca perubahan tahun 2022. Anggaran Belanja Pemerintah Daerah secara agregat di Jawa Timur tahun 2022 mencapai Rp136,20 triliun. Anggaran Belanja tersebut terkontraksi 3,99% (yoy) atau turun dibandingkan anggaran pasca perubahan tahun 2021. Dari nominal tersebut, 78,22% atau Rp106,53 triliun merupakan APBD Kabupaten/Kota dan sisanya 21,78% atau Rp29,66 triliun merupakan APBD Provinsi Jawa Timur.

Sampai dengan triwulan III 2022, total realisasi belanja daerah mencapai 55,28% dari pagu anggaran atau lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2021 (49,29%), dan terjadi pada realisasi belanja APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten Kota. Lebih lanjut, realisasi pada APBD Kabupaten/Kota tercatat 53,12%, lebih rendah dibandingkan realisasi APBD Provinsi yang sebesar 63,03% dari pagu anggaran.

 

Pembiayaan Daerah dan Pengembangan UMKM

Secara umum, pertumbuhan kredit korporasi dan RT di Jawa Timur pada triwulan III 2022 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Selanjutnya ketahanan Korporasi dan Rumah Tangga di Jawa Timur masih terjaga. Hal ini terindikasi dari risiko kredit dan risiko likuiditas perbankan di Jawa Timur pada triwulan III 2022 yang masih berada dalam batas aman. Risiko kredit perbankan di Jawa Timur tercermin dari Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,89% (berdasarkan lokasi proyek) dan 3,18% (berdasarkan lokasi bank) dengan risiko likuiditas yang cenderung rendah, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Jawa Timur yang sebesar 88,95% pada triwulan III 2022 menurun dari 89,26% pada triwulan II 2022 serta masih dalam kisaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) 84%-94%.

Ketahanan sektor korporasi Jawa Timur masih terjaga sejalan dengan perbaikan kinerja beberapa LU utama di Jawa Timur pada triwulan III 2022. Perkembangan ini terutama pada LU Perdagangan, LU Pertanian, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Perbaikan kinerja korporasi Jawa Timur didukung membaiknya permintaan domestik sebagai implikasi dari peningkatan mobilisasi masyarakat, adanya libur sekolah, momen haji dan idul adha serta pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif. Perbaikan ini mendorong peningkatan pertumbuhan kredit dan DPK korporasi pada triwulan laporan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Ketahanan sektor Rumah Tangga (RT) juga terindikasi tetap terjaga bahkan dengan peningkatan pertumbuhan kredit dan DPK. Ketahanan sektor rumah tangga turut didukung oleh  terjaganya risiko kredit RT dan kenaikan penghasilan masyarakat. Hal ini mengindikasikan kepercayaan masyarakat terhadap prospek ekonomi ke depan masih tinggi dengan menggunakan simpanan dan/atau penghasilan tambahan dalam pemenuhan kebutuhan.

 

Asesmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran

 

Pada triwulan III 2022, transaksi pembayaran tunai di Jawa Timur mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, sementara transaksi pembayaran nontunai mengalami peningkatan. Pada triwulan III 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mencatatkan net inflow sebesar Rp 0,89 triliun, lebih tinggi dibandingkan posisi net inflow  pada triwulan II 2022 yang sebesar Rp0,79 triliun. Kenaikan net inflow ini seiring dengan kenaikan suku bunga acuan dalam rangka menurunkan ekspektasi inflasi. Suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) telah naik sebesar 75 bps sepanjang triwulan III 2002 menjadi 4,25%. Selain itu, Bank Indonesia juga telah melakukan kebijakan normalisasi likuiditas melalui peningkatan Giro Wajib Minimum Rupiah (GWM) menjadi 9%, sehingga dalam hal ini penyerapan likuiditas perbankan mengalami peningkatan yang menyebabkan net inflow pada periode pelaporan.

 

Transaksi nontunai di Jawa Timur pada triwulan III 2022 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan II 2022. Peningkatan  transaksi nontunai di Jawa Timur didukung oleh peningkatan transaksi nontunai melalui Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).  Nominal transaksi APMK pada triwulan III 2022 tumbuh 3,57% (qtq) menjadi Rp267,28 triliun dari sebelumnya Rp258,066 triliun pada triwulan II 2022. Nominal transaksi melalui Layanan Keuangan Digital (LKD) juga mengalami peningkatan, total nominal transaksi melalui LKD pada triwulan III 2022 meningkat menjadi Rp 5,10 triliun dari Rp1,90 triliun pada triwulan II 2022. Peningkatan transaksi nontunai juga tercermin dari kenaikan transaksi nontunai melalui e-commerce di Jawa Timur pada periode laporan.  Di sisi lain,  instrumen nontunai lainnya, Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKN-BI) dan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), menunjukkan penurunan pada triwulan III 2022 dibandingkan triwulan II 2022. Penurunan transaksi pembayaran nontunai melalui BI-RTGS dan SKN-BI di tengah peningkatan konsumsi masyarakat, mengindikasikan preferensi masyarakat dalam pemenuhan konsumsi pada periode laporan lebih banyak menggunakan media transaksi non tunai retail berupa APMK.

 

Asesmen Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat

Kondisi ketenagakerjaan pada Agustus 2022 termoderasi dibandingkan Februari 2022 dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2022 akibat eskalasi ketidakpastian global yang berdampak pada tertahannya kinerja investasi di sejumlah lapangan usaha utama. Moderasi kondisi ketenagakerjaan dibandingkan Februari 2022 tercermin dari peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,82% pada Februari 2022 menjadi 5,49% pada Agustus 2022. Meskipun demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jawa Timur pada Agustus 2022 tercatat sebesar 71,23%, menunjukkan peningkatan dibandingkan Februari 2022 (70,98%), ditopang oleh pertumbuhan absolut jumlah tenaga kerja. Berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat peningkatan jumlah tenaga kerja yang menyelesaikan pendidikan SD dan SMA. Di tengah perlambatan kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2022, peningkatan serapan tenaga kerja pada triwulan laporan berdasarkan SKDU Bank Indonesia di Jawa Timur menjadi indikasi positif potensi peningkatan kinerja ekonomi Jawa Timur ke depan.

Kesejahteraaan masyarakat pedesaan yang direpresentasikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mengalami kenaikan pada triwulan III 2022. NTP meningkat menjadi 103,98 pada triwulan III 2022, dari 101,97 pada triwulan II 2022. Hal tersebut didorong oleh NTP sub sektor tanaman pangan dan perikanan sejalan dengan peningkatan harga komoditas beras dan indeks yang diterima petani perikanan budidaya. Sementara itu, kesejahteraan kelompok nelayan terpantau melambat pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya seiring dengan kenaikan harga komoditas pangan dan kenaikan biaya distribusi akibat kenaikan harga BBM. Hal ini tercermin dari perlambatan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menjadi 102,45 pada triwulan III 2022, dari 103,84 pada triwulan II 2022.

Pada Maret 2022, jumlah penduduk pra-sejahtera Jawa Timur menurun. Hal ini terindikasi dari lebih rendahnya tingkat kemiskinan menjadi 10,38%, dari sebesar 11,40% pada Maret 2021. Penurunan jumlah penduduk pra-sejahtera tersebut secara umum dipengaruhi oleh semakin luasnya pembukaan sektor ekonomi produktif. Peningkatan aktivitas sektor produktif ditopang relaksasi mobilitas masyarakat sebagai implikasi  terkendalinya kasus Covid-19  dan akselerasi vaksinasi dan booster Covid-19.

 

Prospek Ekonomi dan Inflasi Tahun 2022 dan 2023

Perekonomian Jawa Timur pada tahun 2022 diprakirakan terakselerasi dibandingkan tahun 2021, sejalan dengan tren perbaikan ekonomi domestik di tengah peningkatan ketidakpastian global. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2022 diprakirakan berada di kisaran 5,0% - 5,8% (yoy), meningkat dibandingkan tahun 2021 yang tumbuh sebesar 3,6% (yoy). Perbaikan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2022 didorong oleh perluasan pembukaan sektor-sektor ekonomi prioritas sejalan dengan terkendalinya kasus Covid-19, kinerja ekspor yang masih tetap kuat, serta stimulus kebijakan yang berlanjut. Di samping itu, berbagai langkah efektif yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menangani tantangan Covid-19 seperti sosialisasi upaya preventif dan kuratif Covid-19, alokasi anggaran untuk penyediaan obat Covid-19 secara gratis bagi masyarakat serta sosialisasi kebijakan pembatasan mobilitas yang terstruktur berdasarkan indikator kesehatan dan ekonomi, diprakirakan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan semakin mendukung perbaikan ekonomi ke depan.

Perekonomian Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan tetap tumbuh positif meskipun termoderasi dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh faktor global. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2023 diperkirakan berada di kisaran 4,9% - 5,7% (yoy), termoderasi dibandingkan prakiraan tahun 2022 yang tumbuh di kisaran 5,0% - 5,8% (yoy). Moderasi kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2023 terutama dipengaruhi oleh prakirakan kinerja ekonomi global pada tahun 2023 yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun 2022. Hal tersebut disebabkan oleh eskalasi ketidakpastian global terutama akibat masih berlanjutnya konflik geopolitik Rusia – Ukraina, Tiongkok – Taiwan, dan Amerika Serikat – Arab Saudi yang berimplikasi pada peningkatan kebijakan proteksionisme global yang mendorong kenaikan inflasi global dan pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara. Lebih lanjut, pada tahun 2023, kinerja ekonomi Tiongkok sebagai salah satu mitra dagang luar negeri utama Jawa Timur, diprakirakan tertahan akibat potensi berlanjutnya kebijakan pembatasan wilayah ketat untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Hal tersebut turut menjadi faktor penahan ekspor LN Jawa Timur pada tahun 2023.

Inflasi IHK Jawa Timur pada 2022 diprakirakan meningkat dibandingkan tahun 2021 dan lebih tinggi dari batas atas sasaran. Meskipun demikian, inflasi IHK Jawa Timur diprakirakan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada 2023. Inflasi IHK Jawa Timur pada tahun 2022 diprakirakan meningkat dibandingkan tahun 2021, dan berpotensi berada di atas kisaran sasaran inflasi 3,0%+1% (yoy). Prakiraan ini sejalan dengan tingginya tekanan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia dan gangguan produksi hortikultura akibat hama antraknosa dan faktor cuaca terutama pada triwulan II 2022. Sementara itu, peningkatan inflasi dari sisi permintaan sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang terpantau masih terjaga dalam tingkat moderat. Lebih lanjut, peningkatan tekanan inflasi diprakirakan turut bersumber dari penyesuaian harga energi yang dilakukan oleh Pemerintah, yakni LPG nonsubsidi, BBM nonsubsidi, dan tarif listrik RT non subsidi hingga awal triwulan III 2022 serta potensi penyesuaian lanjutan harga energi pada semester II 2022 sejalan dengan tingginya harga energi global. Lebih lanjut, peningkatan harga avtur global yang direspon oleh Pemerintah dengan memberi kenaikan ruang penyesuaian harga bagi maskapai udara diprakiraan dapat berdampak pada kenaikan tarif transportasi udara pada tahun 2022 yang berimplikasi pada peningkatan tekanan inflasi IHK Jawa Timur pada tahun 2022.

Inflasi IHK Jawa Timur pada tahun 2023 diprakirakan kembali di kisaran sasaran inflasi 3,0%+1% (yoy). Tingginya tekanan inflasi dari sisi penawaran pada tahun 2022 terutama akibat peningkatan harga hortikultura serta penyesuaian harga energi berdampak pada tingkat inflasi IHK di Jawa Timur pada tahun 2022 yang lebih tinggi dibandingkan batas atas sasaran inflasi 3,0%+1% (yoy). Pada tahun 2023, tekanan inflasi dari sisi penawaran diprakirakan mereda sejalan dengan prakiraan cuaca yang mendukung produksi tanaman pangan dan harga komoditas energi global yang lebih rendah dibandingkan tahun 2022. Lebih lanjut, berbagai kebijakan pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPIP dan TPID diprakirakan turut menjaga tingkat inflasi IHK Jawa Timur di kisaran sasaran inflasi 3,0%+1% (yoy).  

Lampiran
Kontak

​Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur

Halaman ini terakhir diperbarui 1/16/2023 5:33 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga