Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur​

3/2/2022 12:00 AM
Hits: 9483

Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Februari 2022

Jawa Timur
Triwulan

Asesmen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV 2021 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan laporan, kinerja ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,59% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 3,27% (yoy).  Perbaikan kinerja dari sisi permintaan didorong oleh lebih tingginya pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga (RT), investasi, serta ekspor luar negeri. Lebih tingginya kinerja pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV 2021 ditopang oleh perbaikan konsumsi RT, investasi, serta kinerja eksternal. Secara umum, pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejalan dengan penurunan laju penyebaran varian delta Covid-19 yang berimplikasi pada membaiknya aktivitas ekonomi masyakarat. Hal tersebut mendorong kenaikan permintaan domestik yang tercermin dari lebih tingginya pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga pada triwulan IV 2021 dibandingkan triwulan III 2021. Penurunan kasus Covid-19 secara global turut berimplikasi pada kinerja eksternal yang mendorong pertumbuhan ekspor LN Jawa Timur pada triwulan IV 2021 lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2021. Peningkatan permintaan domestik dan eksternal tersebut berdampak pada lebih tingginya pertumbuhan investasi pada periode laporan.

Dari sisi penawaran, seluruh kinerja lapangan usaha (LU) utama di Jawa Timur, yaitu LU Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, Konstruksi, dan Penyediaan Akomodasi, Makanan dan Minuman mengalami perbaikan pada triwulan IV 2021. Permintaan domestik dan eksternal yang mengalami kenaikan sebagai implikasi dari dibukanya kembali sektor-sektor ekonomi produktif seiring dengan pelonggaran kebijakan PPKM menjadi faktor pendorong utama peningkatan pertumbuhan ekonomi. Seluruh LU utama mengalami kenaikan dibandingkan triwulan III 2021. Sementara itu, seluruh LU pendukung kecuali LU Pertambangan dan Penggalian, Informasi dan Komunikasi, Real Estate, Jasa Perusahaan, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, juga mengalami peningkatan pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan pada mayoritas LU pendukung didorong oleh mulai kembali beroperasinya sektor-sektor ekonomi yang sempat tertahan pada triwulan III 2021 akibat penerapan PPKM Darurat dan PPKM Level 3 dan 4. Percepatan vaksinasi Covid-19 serta masih bergulirnya stimulus kebijakan seperti keringanan pembayaran serta subsidi listrik bagi industri turut mendorong perbaikan kinerja LU utama di Jawa Timur.

Perekonomian Jawa Timur untuk keseluruhan tahun 2021 meningkat dibandingkan tahun 2020. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2021 tumbuh 3,57% (yoy) atau meningkat dibandingkan 2020 yang tumbuh sebesar -2,33% (yoy). Secara umum, pelonggaran kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat  pada tahun 2021 seiring berkurangnya kasus Covid-19 dan percepatan vaksinasi Covid-19 mendorong kenaikan mobilitas masyarakat dan dibukanya sektor ekonomi produktif. Hal tersebut mendorong peningkatan permintaan domestik masyarakat yang tercermin dari kenaikan pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga dan net ekspor antardaerah pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Berlanjutnya perbaikan ekonomi global juga turut mendorong masih kuatnya permintaan eksternal yang tercermin dari masih positifnya ekspor LN Jawa Timur pada tahun 2021. Perbaikan permintaan domestik dan masih kuatnya permintaan eksternal tersebut, serta berlanjutnya proyek strategis Jawa Timur menopang perbaikan pertumbuhan investasi sepanjang tahun 2021. Sementara dari sisi LU, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didorong oleh mayoritas LU, termasuk LU utama yakni Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, serta Konstruksi sebagai respon atas perbaikan permintaan domestik dan masih kuatnya permintaan eksternal.

Pembiayaan Daerah dan Pengembangan UMKM

Ketahanan sektor korporasi dan rumah tangga Jawa Timur masih terjaga sejalan dengan perbaikan kinerja ekonomi dan pembiayaan LU utama di Jawa Timur pada triwulan IV 2021. Kinerja sektor korporasi dan rumah tangga terpantau meningkat sejalan dengan akselerasi di hampir seluruh LU di Jawa Timur. Pertumbuhan kredit korporasi terpantau meningkat pada periode laporan disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan korporasi sejalan dengan membaiknya permintaan domestik dan global. Kebijakan pelonggaran aktivitas ekonomi secara global seiring dengan mulai menurunnya kasus Covid-19 pada triwulan IV 2021 berimplikasi pada kembali normalnya kegiatan operasional industri, pusat perdagangan, sarana perhubungan, dan mobilitas masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan konsumsi domestik dan permintaan mitra dagang luar negeri Jawa Timur. Lebih lanjut, kembali beroperasinya sektor-sektor ekonomi produktif di Jawa Timur ditengarai turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya tenaga kerja informal, sehingga mendorong konsumsi masyarakat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekspor LN dan akselerasi pertumbuhan Konsumsi RT Jawa Timur pada triwulan IV 2021 yang lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2021. Perbaikan kinerja ekonomi juga didukung oleh peningkatan penyaluran kredit di Jawa Timur pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya, baik kepada korporasi maupun kepada RT. Di sisi lain, pertumbuhan DPK, baik Korporasi maupun RT, mengalami penurunan.  Hal tersebut mengindikasikan adanya potensi peningkatan penggunaan dana untuk kegiatan operasional usaha dan konsumsi rumah tangga. Lebih lanjut, berlangsungnya momen HBKN Natal dan Tahun Baru pada triwulan laporan ditengarai turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Kondisi pertumbuhan kredit yang lebih akseleratif dibandingkan dengan pertumbuhan DPK berimplikasi pada meningkatnya intermediasi perbankan di Jawa Timur. Loan to Deposit Ratio (LDR)  perbankan di Jawa Timur pada triwulan IV 2021 tercatat 85,08%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 79,13%.

Risiko kredit perbankan di Jawa Timur pada triwulan IV 2021  masih dalam batas aman dan menunjukan tren perbaikan. Risiko kredit perbankan di Jawa Timur sebagaimana tercermin dari Non Performing Loan (NPL) terpantau menurun dari 4,41% menjadi 3,89% (berdasarkan lokasi proyek) dan menurun dari 4,05% menjadi 3,85% (berdasarkan lokasi bank) dengan dukungan risiko likuiditas yang cenderung rendah.

Asesmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran

Pada triwulan IV 2021, pergerakan inflow (uang masuk) dan outflow (uang keluar) di Jawa Timur dalam posisi net-outflow  sebesar Rp6,95 triliun yang meningkat dibandingkan triwulan III 2021, namun menurun apabila dibandingkan triwulan IV 2020. Peningkatan net-outflow pada triwulan IV 2021 sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di Jawa Timur seiring dengan relaksasi PPKM yang diindikasikan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat Jawa Timur dan meningkatkan penggunaan Uang Layak Edar (ULE) pada periode laporan. Hal ini terkonfirmasi oleh pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV 2021 sebesar 4,59% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2021 sebesar 3,27% (yoy).

Transaksi nontunai melalui Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan pembayaran menggunakan kredit tanpa kartu meningkat pada triwulan IV 2021. Transaksi pembayaran melalui BI-RTGS meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, sejalan dengan semakin luasnya pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif serta meningkatnya transaksi melalui e-commerce yang sebagian besar pembayarannya dilakukan melalui transfer bank. Di sisi lain, transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKN-BI) menunjukkan peningkatan sebesar 16,46% (qtq) menjadi Rp80,58 triliun, sementara nominal transaksi pembayaran menggunakan kartu (Kartu debit, ATM, dan Kartu Kredit) meningkat sebesar 10,93% (qtq) menjadi Rp146,58 triliun. Begitu pula dengan Layanan Pembayaran secara nontunai atas transaksi e-commerce yang turut meningkat dibandingkan triwulan III 2021. Hal ini mengindikasikan meningkatnya preferensi masyarakat dalam bertransaksi secara nontunai di masa pandemi.

Asesmen Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat

Secara umum, kondisi ketenagakerjaan pada Agustus 2021 relatif menurun dibandingkan Februari 2021 tercermin dari peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 5,18% pada Februari 2021 menjadi 5,73%, meskipun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 69,75% menjadi 70,00%. Berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat penurunan tenaga kerja pada tingkat pendidikan yang ditamatkan mulai dari SD, SMP, dan Diploma I/II/III, sementara tingkat pendidikan yang ditamatkan SMA, SMK, dan Universitas mengalami peningkatan tenaga kerja. Meskipun demikian, pada triwulan IV 2021, berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, kondisi penyerapan tenaga kerja terindikasi mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan perbaikan ekonomi Jawa Timur pada triwulan laporan.

Pada September 2021, jumlah penduduk pra-sejahtera Jawa Timur menurun, dengan tingkat kemiskinan 10,59%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 11,46%. Penurunan jumlah penduduk pra-sejahtera di Jawa Timur secara umum dipengaruhi oleh semakin terkendalinya kasus Covid-19 dan akselerasi vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, kesejahteraaan masyarakat pedesaan yang direpresentasikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat pada triwulan IV 2021. NTP meningkat dari 100,58 pada triwulan III 2021 menjadi 101,22 pada triwulan IV 2021, didorong oleh subsektor tanaman pangan, tanaman hortikultura, peternakan, dan perikanan. Perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja LU Pertanian di Jawa Timur. Sementara itu, kesejahteraan kelompok nelayan yang tercermin dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) menurun dari 104,15 pada triwulan III 2021 menjadi 102,61 pada triwulan IV 2021 akibat penurunan hasil tangkapan ikan yang disebabkan oleh faktor cuaca yang kurang mendukung.

 

Prospek Ekonomi dan Inflasi Tahun 2021 dan 2022

Perekonomian Jawa Timur pada tahun 2022 diprakirakan mengalami akselerasi dibandingkan tahun 2021 sejalan dengan tren perbaikan ekonomi global dan domestik. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2022 diprakirakan berada di kisaran 5,0% - 5,8% (yoy), meningkat dibandingkan tahun 2021 yang tumbuh sebesar 3,6% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2022 diprakirakan membaik didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi Covid-19, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, stimulus kebijakan yang berlanjut, serta masih berlanjutnya penyelesaian proyek-proyek yang terdapat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Peraturan Presiden No.80 Tahun 2019. Tren peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia pada Februari 2022, termasuk di Jawa Timur, yang berdampak pada reaktivasi pembatasan mobilitas masyarakat berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2022. Meskipun demikian, langkah cepat Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menangani hal tersebut, terutama melalui sosialisasi upaya preventif dan kuratif Covid-19 serta sosialisasi kebijakan pembatasan mobilitas yang terstruktur berdasarkan indikator kesehatan dan ekonomi diprakirakan mampu menekan dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 terhadap perekonomian domestik. 

Sementara itu, Inflasi IHK Jawa Timur diprakirakan kembali meningkat pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 sejalan dengan potensi berlanjutnya perbaikan permintaan domestik yang ditopang oleh akselerasi vaksinasi Covid-19 yang mendorong semakin luasnya pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif. Hal tersebut berimplikasi pada kenaikan mobilitas masyarakat dan mendorong peningkatan permintaan, khususnya untuk kebutuhan sekunder dan tersier. Kondisi tersebut diprakirakan berdampak pada peningkatan inflasi IHK Jawa Timur, khususnya untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau; Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran; Pakaian dan Alas Kaki; Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar; Transportasi; dan Pendidikan. Meskipun demikian dengan koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah, inflasi diprakirakan tetap terjaga di sasaran inflasi nasional 3,0%±1% (yoy).

 

Lampiran
Kontak
(62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Jawa Timur
Halaman ini terakhir diperbarui 3/16/2022 9:05 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga