Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi​

6/13/2022 10:00 AM
Hits: 2059

Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Mei 2022

Jambi
Triwulan

EKONOMI MAKRO REGIONAL
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,64% (yoy), tumbuh terakselerasi dibandingkan triwulan IV 2021 yang tercatat mengalami pertumbuhan 3,62% (yoy). Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi tercatat kontraksi sebesar 1,88% (qtq). Dari 17 LU pada sisi produksi, seluruhnya tercatat mengalami pertumbuhan, jasa perusahaan sebesar 16,13% (yoy), mengalami pertumbuhan tertinggi didorong oleh keberhasilan pemerintah dalam melakukan penanganan COVID-19.

Perekonomian Provinsi Jambi masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 32,17%, diikuti oleh Pertambangan dan Penggalian sebesar 16,55%, Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,65%, dan Industri Pengolahan sebesar 9,80%. Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Provinsi Jambi mencapai 70,17%. Struktur pertumbuhan tersebut tidak menunjukkan perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya mengingat kebergantungan Provinsi Jambi terhadap komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan karet sebagai komoditas utama beserta kegiatan pengolahan turunannya.

Dari sisi pengeluaran, Ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 (yoy) tumbuh sebesar 4,64%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pembentukan Modal tetap Bruto (PMTB) sebesar 7,63% seiring dengan peningkatan kebutuhan barang modal mesin dan perlengkapan. Selanjutmya, komponen pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT), komponen konsumsi rumah tangga, impor, ekspor, dan konsumsi pemerintah masing-masing tumbuh sebesar 6,47%, 5,71%, 4,53%, 4,32%, dan 3,74%.

Menurut distribusinya, aktivitas pengeluaran masih didominasi oleh Komponen ekspor (65,45%) namun terkoreksi di sisi impor (35,84%). Komponen lain yang berperan besar terhadap PDRB adalah Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang mencapai hampir separuh PDRB Provinsi Jambi yaitu sebesar 43,08% dan diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 21,85%. Sedangkan peranan Komponen Perubahan Inventori dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT relatif kecil masing-masing 1,03% dan 0,55%. Struktur pengeluaran tersebut juga tidak menunjukkan perubahan yang berarti dibandingkan periode sebelumnya.

Selanjutnya, pertumbuhan triwulan II 2022 diprakirakan akan tetap tumbuh terakselerasit dibandingkan triwulan sebelumnya. Perningkatan konsumsi diperkirakan akan terjadi didorong normalisasi kinerja sektor konsumsi utamanya rumah tangga seiring pola historis adanya beberapa hari libur nasional termasuk HBKN Idul Fitri pada triwulan II 2022.

KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

Realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Jambi sampai dengan triwulan I 2022 terealisasi sebesar Rp750,13 miliar atau 17,80% dari target APBD 2022. Realisasi tersebut tumbuh 0,74% (yoy) dibandingkan pendapatan triwulan I 2021 sebesar Rp744,65 miliar (16,92% dari target APBD 2021) melambat dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh 2,84% (yoy). Lebih lanjut, realisasi belanja daerah tercatat terkontraksi dibandingkan realisasi triwulan I 2021. Hingga triwulan I, realisasi belanja mencapai Rp124,36 miliar atau 2,59% dari target APBD 2022 sedangkan di 2021 realisasi sebesar Rp250,69 atau 5,22% dari pagu belanja 2021. Penurunan realisasi tersebut disebabkan oleh belum terealisasinya beberapa pos belanja terutama pada jenis pembiayaan operasional sebagaimana pola historis di awal tahun dan pos belanja pegawai yang terkontraksi cukup dalam.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Laju inflasi triwulan I 2022 tercatat 2,83% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya dan inflasi nasional yang masing-masing tercatat sebesar 1,66% (yoy) dan 2,64% (yoy). Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Jambi tersebut merupakan komposit dari inflasi Kota Jambi sebesar 2,76% (yoy) dan Kabupaten Bungo sebesar 3,40% (yoy).

Tekanan inflasi Kota Jambi utamanya didorong oleh peningkatan inflasi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Pada triwulan I 2022, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 4,63% (yoy). Inflasi kelompok ini didorong oleh inflasi sub kelompok makanan yang mengalami inflasi sebesar 3,89% (yoy). Adapun komoditas utama yang memberikan andil terhadap peningkatan inflasi sub kelompok tersebut di antaranya minyak goreng, ikan nila, daging ayam ras, tomat, dan telur ayam ras.

Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga mengalami inflasi pada triwulan I 2021. Inflasi di Kabupaten Bungo utamanya disumbangkan oleh peningkatan tekanan harga Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi 4,49% (yoy). Inflasi kelompok pengeluaran tersebut didorong oleh peningkatan harga pada sub kelompok makanan sebesar 3,32% (yoy). Adapun komoditas pada sub kelompok tersebut yang menyumbang inflasi di antaranya minyak goreng, ikan nila, jengkol, tahu mentah, dan ikan patin.

Selanjutnya, inflasi Provinsi Jambi pada triwulan II 2022 diprakirakan meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Meningkatnya tekanan inflasi terutama dipengaruhi oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan pelonggaran peraturan berpergian keluar/masuk kota di tengah menurunnya kasus positif Covid-19 dan meluasnya vaksinasi booster. Selain itu, implementasi Undang-undang (UU) Harmonisasi Peraturan perpajakan (HPP) diprakirakan turut mendorong tekanan inflasi di triwulan II 2022. Namun demikian, inflasi keseluruhan tahun 2022 diperkirakan masih terjaga di dalam rentang sasaran inflasi nasional 3%+1%.

STABILITAS KEUANGAN DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Kredit korporasi di Provinsi Jambi pada triwulan I 2022 tercatat sebesar Rp13,72 triliun atau terkontraksi sebesar 3,11% (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 10,16% (yoy). Penurunan kredit korporasi masih disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 yang masih menahan permintaan agregat dan menekan kegiatan usaha. Sektor ekonomi yang menyumbangkan penurunan kredit adalah sektor pertambangan yang tercatat kontraksi sebesar 16,44% (yoy) serta sektor pertanian sebesar 12,43% (yoy) pada triwulan laporan. Dari sisi risiko kredit, kredit korporasi menunjukan perbaikan, NPL kredit korporasi tercatat 4,02% (gross) membaik dari triwulan sebelumnya yaitu 5,43% (gross). NPL pada triwulan 1 2022 tersebut dikatakan baik karena dibawah batas rasio 5% (gross).

Adapun sektor yang menunjukan perbaikan Rasio NPL terjadi hampir pada seluruh sektor utama yaitu sektor pertambangan, pertanian, industri dan perdagangan yang tercatat 0,01% (gross), 0,52% (gross), 1,31% (gross) dan 11,72% (gross) pada triwulan laporan. Dari sisi penghimpunan dana, Pertumbuhan DPK menurut kategori di Provinsi Jambi pada triwulan I 2022 mencapai 11,29% (yoy) atau tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,96% (yoy).

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Permintaan uang kartal menurun pada triwulan I 2022 tercermin dari peningkatan net inflow sejalan dengan telah berakhirnya liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Perkembangan aliran uang kartal di Provinsi Jambi pada triwulan IV-2021 menunjukan net outflow sebesar Rp102,64 miliar, menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami net ouflow sebesar Rp2,18 triliun. Penurunan permintaan uang kartal ini sejalan dengan pola historis penurunan kebutuhan uang kartal pasca Perayaan Hari Libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Sementara di sisi pembayaran non tunai, nilai dan volume kliring di Provinsi Jambi pada triwulan I - 2022 terkontraksi masing-masing sebesar sebesar 5,39% (yoy) dan 19,99% (yoy). Secara triwulanan, nilai dan volume kliring pada triwulan IV - 2021 mengalami penurunan dibanding triwulan sebelumnya masing-masing sebesar 8,45% (qtq) dan 10,20% (qtq).

Selain penyelenggaraan sistem pembayaran tunai dan nontunai, KPwBI Provinsi Jambi juga melaksanakan edukasi Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) secara berkala baik kepada pelajar/mahasiswa, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selaku penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (PS), serta berkoordinasi bersama dengan perbankan, insititusi lainnya dan Pemda dalam rangka penyusunan Roadmap dan Program Kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta memfasilitasi pelaksanaan elektronifikasi transaksi keuangan Pemda sebagai upaya mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi nontunai yang mudah, aman, praktis, nyaman, dan efisien. Berbagai upaya juga dilakukan dalam perluasan implementasi QRIS hingga pada 31 Maret 2022, Provinsi Jambi dapat mencapai target implementasi QRIS Merchant di angka 144.607 merchant.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,76% (yoy) pada Februari 2021 menjadi 4,70% (yoy) di Februari 2022. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk yang bekerja dan didorong oleh pertumbuhan serapan kerja. Lebih lanjut, peningkatan jumlah penduduk bekerja tersebut mampu mendorong TPAK Februari 2022 yang juga tumbuh menjadi 68,86% dibandingkan Februari 2021 sebesar 67,30%.

Pada sisi kesejahteraan petani, indeks Nilai Tukar Petani menunjukkan peningkatan pada triwulan I 2022 menjadi 140,53 dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 136,84. Perbaikan NTP disebabkan peningkatan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan peningkatan indeks yang dibayar petani. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada triwulan IV 2021 rata-rata 153,34, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 109,11.

Selain itu, jumlah penduduk miskin Provinsi Jambi pada September 2021 tercatat sebanyak 279,86 ribu orang atau menurun 8,24 ribu orang dibandingkan September 2020 sebesar 288,10 ribu orang. Penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan dampak berangsur pulihnya perekonomian daerah pasca pandemi COVID-19 yang menahan sejumlah aktivitas masyarakat hingga kegiatan komersial. Angka kemiskinan Provinsi Jambi pada September 2021 juga menurun dibandingkan Maret 2021, dimana terjadi perbaikan dari sisi persentase maupun jumlah penduduk. Sementara itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menunjukkan perbaikan pada September 2021.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2022 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2021 didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global dan domestik serta meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di tengah akselerasi perkembangan vaksinasi COVID-19. Perekonomian Provinsi Jambi diproyeksikan akan tumbuh di rentang 3,51% - 4,31% (yoy) ditopang oleh perbaikan kinerja Lapangan Usaha (LU) utama, peningkatan ekspor serta konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah. Berlanjutnya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 serta berbagai stimulus fiskal dan moneter turut menopang perbaikan konsumsi masyarakat dan dunia usaha.

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan kinerja di LU utama provinsi. Peningkatan Kinerja LU Pertanian terutama didorong oleh peningkatan produktivitas subsektor perkebunan dan permintaan komoditas perkebunan. Sementara itu, kinerja LU Pertambangan dan Penggalian ditopang oleh peningkatan permintaan komoditas energi primer di pasar global dan domestik di tengah penguatan harga komoditas. Selanjutnya, LU Perdagangan turut mengalami peningkatan yang disebabkan oleh mulai kembali normalnya konsumsi masyarakat serta berlanjutnya insentif fiskal.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan bersumber dari perbaikan seluruh komponen. Perbaikan kinerja LU Pertanian serta berlanjutnya Program PEN sebagai insentif fiskal maupun moneter turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Selanjutnya, pemulihan ekonomi diberbagai negara diiringi belum pulihnya rantai pasok global turut menopang peningkatan kinerja ekspor daerah.

Selain itu, akselerasi perkembangan vaksinasi yang berjalan lancar diprakirakan mendorong peningkatan investasi di tengah peningkatan optimisme pelaku usaha.

Selanjutnya, dari sisi perkembangan harga, laju inflasi Provinsi Jambi pada tahun 2022 diprakirakan meningkat seiring dengan pemulihan perekonomian yang terus berlangsung, namun tetap terjaga pada kisaran sasaran inflasi. Tekanan inflasi tahun 2022 utamanya dipengaruhi oleh tingkat vaksinasi yang semakin masif sehingga mendorong peningkatan mobilitas masyarakat yang akhirnya berdampak pada perbaikan daya beli masyarakat. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau diprakirakan masih menjadi kelompok yang memiliki kontribusi tertinggi pada inflasi daerah.

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi
Halaman ini terakhir diperbarui 6/13/2022 4:32 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga