EKONOMI MAKRO REGIONAL
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan IV 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,24% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 4,77% (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan kinerja LU Pertambangan dan Penggalian serta LU Perdagangan Besar dan Eceran. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat tumbuh 4,93% (yoy), terakselerasi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat tumbuh 4,5% (yoy). Namun, pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan Nasional yang tumbuh 5,11% (yoy).
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
Pada triwulan IV 2025, realisasi Pendapatan Pemerintah Provinsi Jambi tercatat sebesar Rp3,9 Triliun atau 86,66% dari target pendapatan APBD 2025 yang ditetapkan sebesar Rp4,48 Triliun. Kontributor terbesar terhadap realisasi pendapatan daerah Provinsi Jambi hingga triwulan IV 2025 berasal dari komponen Pendapatan Transfer, khususnya melalui pos Transfer Pemerintah Pusat, dengan realisasi sebesar Rp2,24 Triliun atau 93,81% dari total pendapatan daerah. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga memiliki porsi yang cukup besar dalam struktur pendapatan daerah dengan nilai realisasi mencapai Rp1,63 Triliun atau 78,77% dari total pendapatan daerah.
PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH
Pada Triwulan IV 2025, inflasi tahunan Provinsi Jambi tercatat sebesar 3,71% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,77% (yoy). Realisasi inflasi tersebut juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat 2,92% (yoy). Laju inflasi Provinsi Jambi merupakan komposit dari inflasi di Kota Jambi, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Kerinci yang masing-masing tercatat sebesar 3,03% (yoy), 4,72% (yoy) dan 5,52% (yoy) , angka realisasi Triwulan IV 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada triwulan sebelumnya yang tercatat masing-masing sebesar 4,47% (yoy) dan 5,90% (yoy) untuk Kabupaten Bungo dan Kab. Kerinci, namun lebih kecil untuk Kota Jambi yang pada triwulan sebelumnya tercatat sebesar 3,06% (yoy).
STABILITAS KEUANGAN DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM
Pertumbuhan kredit korporasi di Provinsi Jambi pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 7,27% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 5,78% (yoy). Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian tumbuh 21,51% (yoy) pada triwulan IV 2025, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 20,26% (yoy). Pertumbuhan kredit juga didorong oleh sektor pertambangan yang tumbuh sebesar 51,42% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,53% (yoy). Sementara itu, sektor perdagangan tumbuh sebesar 3,79% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,44% (yoy). Selanjutnya, kredit pada sektor industri pada triwulan laporan tumbuh sebesar 4,01% (yoy).
PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH
Perkembangan pembayaran tunai di Provinsi Jambi pada triwulan IV 2025 mengalami net outflow sebesar Rp2,74 Triliun dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan cash outfow dan penurunan cash inflow dimaksud sejalan dengan memasukinya masa Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berdampak pada peningkatan aktivitas perekonomian sehingga memicu penarikan dana tunai oleh masyarakat.
KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN
Data posisi Agustus 2025 menunjukkan jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 1,85 juta orang atau meningkat 1,01% dibandingkan Agustus 2024. Peningkatan jumlah tenaga kerja tersebut sejalan dengan penurunan pada jumlah angka pengangguran di Provinsi Jambi yang tercatat turut menurun sebesar -4,39% (yoy) atau menurun menjadi 82,3 ribu orang dari yang sebelumnya 86,08 ribu orang pada Agustus 2024. Jumlah tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan angka pengangguran bulan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 84,50 ribu orang. Berdasarkan penurunan jumlah pengangguran tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 4,26% pada Agustus 2025 dibandingkan periode Agustus 2024 yaitu 4,48%
PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH
Perekonomian Provinsi Jambi diprakirakan tetap kuat pada tahun 2026, yaitu pada rentang 4,20-5,00% (yoy), didorong oleh terjaganya daya beli masyarakat seiring dengan perbaikan kinerja lapangan usaha utama, seperti pertanian dan pertambangan yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan.