Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten​

8/29/2022 12:00 AM
Hits: 6661

Laporan Perekonomian Provinsi Banten Agustus 2022

Banten
Triwulan

Perekonomian Provinsi Banten melanjutkan pertumbuhan positif pada triwulan II​​ 2022 yaitu sebesar 5,70% (yoy) atau sebesar 0,95% (qtq). Sinyal perbaikan ekonomi terindikasi dari berbagai sektor utama penopang perekonomian Banten. Dari sisi permintaan, keyakinan masyarakat akan kondisi perekonomian dan mobilitas yang semakin kuat menjadi key driven berlanjutnya pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2022. Dibandingkan regional Jawa maupun Nasional, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan II 2022 memang tercatat lebih tinggi. Adapun perekonomian di regional Jawa maupun nasional masing-masing tumbuh sebesar 5,66% (yoy) dan 5,44% (yoy).

Secara umum, nominal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk wilayah Banten mengalami peningkatan di tahun 2022. Pendapatan mengalami peningkatan sementara dari sisi Belanja mengalami penurunan. Pada APBD Pemprov Banten, dominasi PAD dalam komponen pendapatan mencapai 73,2% yang didominasi oleh PKB dan BBNKB dengan realisasi mencapai 57,7%. Persentase realisasi belanja Pemprov Banten juga meningkat menjadi 47,1%. Di sisi lain, persentase realisasi APBN triwulan II 2022 di Provinsi Banten terpantau meningkat menjadi 38,8% dibandingkan 38,5% pada triwulan II 2021. Realisasi didorong pada jenis belanja DAK dan belanja pegawai.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Banten pada triwulan II 2022 tercatat sebesar 4,62% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,00% (yoy). Laju inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan historis 3 tahun terakhir yaitu sebesar 2,10% (yoy) serta realisasi inflasi Nasional dan regional Jawa yang masing-masing tercatat sebesar 4,35% (yoy) dan 3,93% (yoy). Secara spasial, inflasi Provinsi Banten pada triwulan II 2022 terjadi pada seluruh kota sampel IHK di Provinsi Banten. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 5,85% (yoy) diikuti oleh Kota Cilegon sebesar 5,10% (yoy) dan Kota Tangerang sebesar 4,31% (yoy).

Intermediasi perbankan di Provinsi Banten tetap baik dan mendukung pemulihan ekonomi dengan stabilitas keuangan yang terjaga. Penyaluran kredit, asset, dan DPK tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Dari sisi Penyaluran Kredit/pembiayaan, berdasarkan lokasi proyek di Provinsi Banten pada triwulan II 2022 tercatat tercatat Rp402,62 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 15,74% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 12,43% (yoy). Secara nominal, DPK yang dihimpun oleh perbankan di Provinsi Banten sampai dengan triwulan II 2022 sebesar Rp251,54 triliun atau tumbuh sebesar 10,34% (yoy), stabil dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,51% (yoy) atau sebesar Rp245,93 triliun. Aset perbankan di Provinsi Banten pada triwulan II 2022 tercatat sebesar Rp 283,74 triliun atau tumbuh sebesar 10,49% (yoy). Capaian ini meningkat dibandingkan triwulan I 2022 yang tumbuh sebesar 9,53% (yoy).

Membaiknya perekonomian Provinsi Banten pada triwulan II 2022 serta masih berlangsungnya pandemi menjadi semakin meningkatkan preferensi masyarakat dalam bertransaksi secara nontunai. Secara nominal, transaksi melalui RTGS mencapai nilai Rp268,58 triliun, tumbuh sebesar 4,19% (yoy).  Sementara total perputaran uang melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten tercatat mengalami net outflow sebesar Rp2,17 triliun meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat net outflow sebesar Rp1,46 triliun.

Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian Banten, kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten mengalami perbaikan, sebagaimana ditandai dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi sebesar 8,53%. Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah angkatan kerja disertai dengan menurunnya jumlah pengangguran dibandingkan posisi sebelumnya. Demikian pula dengan tingkat kemiskinan yang kembali melanjutkan tren penurunan menjadi 6,16% dari 6,50% pada periode sebelumnya. Namun penurunan angka kemiskinan masih belum dapat mengurangi tingkat ketimpangan di Banten yang tetap sebesar 0,363.

Melihat dinamika perekonomian sampai sejauh ini, pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sejalan dengan progress vaksinasi yang akan mendorong Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, baik swasta maupun Pemerintah, dan kinerja ekspor baik antar daerah maupun luar negeri. Pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2021 diprakirakan akan berada pada kisaran 4,8% - 5,6%. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tersebut akan tampak juga pada  peningkatan tekanan inflasi pada tahun 2022, maka inflasi Provinsi Banten 2022 diperkirakan akan berada pada bias atas batas atas target pemerintah yaitu di kisaran 3,0±1% (yoy).




Lampiran
Kontak

Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Banten



Halaman ini terakhir diperbarui 9/7/2022 1:19 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga