Perkembangan Ekonomi Daerah
Pada triwulan III 2022 ekonomi Aceh tumbuh sebesar 2,13% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,36% (yoy). Pada sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan didorong oleh kontraksi komponen Belanja Pemerintah dan PMTB. Sementara, pada sisi Lapangan Usaha (LU), perlambatan pertumbuhan ekonomi utamanya disumbangkan oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Pertambangan dan Penggalian, serta LU Konstruksi.
Perkembangan Keuangan Daerah
Kinerja keuangan daerah pada triwulan III 2022 secara umum mengalami akselerasi, utamanya didorong oleh kenaikan realisasi anggaran APBA. Di sisi lain realisasi belanja dan pendapatan APBN mengalami peningkatan baik secara nominal maupun persentase. Realisasi Belanja Pemerintah Daerah melalui alokasi APBA dan APBK hingga triwulan III 2022 mencapai 53,39% dari total pagu belanja (Rp44,73 triliun) atau sebesar Rp23,88 triliun, realisasi tumbuh 10,67% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan Inflasi Daerah
Pada triwulan III 2022 inflasi Aceh mengalami peningkatan utamanya disebabkan oleh kelompok transportasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Lebih lanjut pada triwulan IV 2022, laju inflasi Aceh diperkirakan akan melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya, seiring dengan deflasi pada beberapa komoditas pangan yang menunjukkan kebutuhan telah tercukupi. Kendati demikian, masih terdapat potensi inflasi seiring dengan buruknya cuaca pada akhir tahun yang berpotensi banjir.
Stabilitas Keuangan Daerah dan Pengembangan Akses Keuangan UMKM
Stabilitas Sistem Keuangan Provinsi Aceh pada triwulan III 2022 tetap terjaga. Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Provinsi Aceh yang tercermin dari indikator Dana Pihak Ketiga (DPK), Pembiayaan, dan Non Performing Financing (NPF) tetap terjaga dan melanjutkan tren perbaikan. Financing to Deposit Ratio pun juga meningkat seiring pembiayaan yang meningkat, terutama untuk jenis penggunaan investasi sektor prioritas.
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Selama triwulan III 2022, perkembangan sistem pembayaran secara konsisten berjalan lancar dalam menopang pemulihan perekonomian Provinsi Aceh. Sistem pembayaran tunai berjalan sesuai dengan pola historisnya dimana terdapat penurunan pada outflow dan inflow pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara sistem pembayaran nontunai, baik nilai besar maupun ritel, terus menunjukkan tren peningkatan. Di sisi lain, penggunaan kartu ATM/debit dan Uang Elektronik tumbuh positif pada triwulan laporan.
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) periode berjalan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Begitupula hal nya dengan aspek kemiskinan yang juga menunjukkan penurunan. Jika dibandingkan dengan seluruh provinsi di Sumatera, TPT Aceh berada pada urutan keempat sedangkan kemiskinan berada pada peringkat pertama.
Prospek Perekonomian
Kinerja perekonomian Aceh pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh 2,83%-3,63%(yoy) atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya (2,79%, yoy). Kondisi tersebut utamanya diperkirakan oleh perbaikan konsumsi rumah tangga dan investasi. Laju inflasi tahun 2022 diperkirakan berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 3±1%, dengan perkiraan peningkatan inflasi didorong oleh komponen administered prices dan volatile foods.