Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan

3/10/2026 4:00 PM
Hits: 80

Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan Februari 2026

Sumatera Selatan
Triwulan

Perkembangan Ekonomi Daerah 

Ekonomi Sumatera Selatan tetap tumbuh kuat pada triwulan IV 2025 sebesar 5,54% (yoy) yang didorong oleh percepatan realisasi belanja rumah tangga seiring dengan mobilitas yang tinggi pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru serta terjaganya daya beli masyarakat. Kinerja perekonomian Sumatera Selatan tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi regional Sumatera yang tercatat sebesar 4,81% (yoy) dan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,39% (yoy). Dari sisi pengeluaran, kinerja Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan IV 2025 bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga dan PMTB atau investasi yang memberikan andil tertinggi. Sementara secara pertumbuhan, peningkatan kinerja ekonomi pada triwulan laporan berasal dari konsumsi rumah tangga. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2025 bersumber dari komponen LU Pertambangan dan Penggalian. Sementara LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta LU Industri Pengolahan merupakan LU dengan andil pertumbuhan tertinggi sehingga menjadi faktor pendorong lebih kuatnya pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya.


Perkembangan Keuangan Daerah
Kinerja keuangan pemerintah pada triwulan IV 2025 menunjukkan realisasi pendapatan dan belanja yang relatif tinggi, meski termoderasi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan transfer ke daerah (TKD). Realisasi pendapatan pemerintah (APBD dan APBN) di Sumatera Selatan sampai dengan triwulan IV 2025 tercatat sebesar Rp62,92 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp65,30 triliun. Sejalan dengan penurunan pendapatan, realisasi belanja pemerintah (APBD dan APBN) di Sumatera Selatan sampai dengan triwulan IV 2025 mencapai Rp93,16 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp100,33 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh dampak efisiensi anggaran yang menyebabkan eksekusi belanja belum dapat dilaksanakan dan/atau mengalami penundaan. Namun di lain sisi, realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) triwulan IV 2025 sebesar Rp33,76 triliun atau 96,25% dari pagu, lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi sebesar Rp33,09 triliun atau 98,81% dari pagu. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pagu yang mengakibatkan kenaikan realisasi pada DAU dan DBH.

Perkembangan Inflasi Daerah
Tekanan inflasi Provinsi Sumatera Selatan tercatat meningkat pada triwulan IV 2025 sejalan dengan dorongan konsumsi masyarakat pada momentum HBKN Natal dan tahun baru. Inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 2,91% (yoy), menurun dibandingkan dengan triwulan III 2025 yang sebesar 3,44% (yoy). Tekanan inflasi pada triwulan IV 2025 didorong utamanya oleh tekanan harga emas perhiasan sejalan dengan meningkatnya harga emas global. Selain itu, tekanan inflasi juga didorong oleh berbagai produk
hortikultura (cabai merah dan beras) akibat permintaan masyarakat yang kuat di tengah gangguan cuaca yang mengganggu pasokan di daerah sentra. Tekanan inflasi pada triwulan I 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idul Fitri. Prospek inflasi IHK di tahun 2026 diperkirakan akan kembali ke dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1% dengan sinergi BI-TPID, digitalisasi, ketahanan pangan, dan komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi konsumen di tengah dorongan konsumsi yang tetap kuat.

Pembiayaan Daerah dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Kinerja stabilitas sistem keuangan Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian perekonomian yang mendorong sikap wait and see oleh masyarakat dan pelaku usaha. Hal direfleksikan melalui pertumbuhan penyaluran kredit serta aset perbankan. Di lain sisi, pertumbuhan kinerja intermediasi turut disertai dengan kualitas kredit yang relatif terjaga. Kinerja pertumbuhan aset perbankan pada triwulan IV 2025 tumbuh positif sebesar 5,60% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,49% (yoy). Kinerja aset perbankan disumbang oleh pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang meningkat sebesar 6,20% (yoy), lebih lambat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 8,83% (yoy). Di lain sisi, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 7,22% (yoy) yang positif serta lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun 2024 yang sebesar 5,15% (yoy). Kinerja DPK tetap tumbuh positif di tengah pembelian aset-aset yang mempunyai imbal hasil, baik aset keuangan maupun riil. Sejalan dengan penyaluran kredit secara umum, kredit UMKM triwulan IV 2025 mencatatkan kinerja positif dengan tumbuh 2,09% (yoy) yang lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Penyaluran kredit UMKM skala kecil pada periode ini merupakan penyumbang pertumbuhan UMKM di Provinsi Sumatera Selatan dengan pertumbuhan sebesar 15,38% (yoy). Di lain sisi, kredit UMKM mikro sebagai pangsa penyaluran terbesar terkontraksi sebesar - 6,06% (yoy) menunjukkan tekanan daya beli masyarakat berdampak pada UMKM perintis. Namun demikian, secara umum kinerja kredit UMKM yang positif mencerminkan kondisi keuangan dan optimisme UMKM tetap terjaga.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui instrumen tunai maupun nontunai terus memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2025. Sesuai pola historis akhir tahun, transaksi uang kartal tercatat mengalami net outflow pada periode laporan. Dari sisi nontunai, penyelenggaraan transaksi melalui sistem RTGS dan SKNBI masih menunjukkan kontraksi secara tahunan. Nominal transaksi kliring (SKNBI) tercatat sebesar Rp8,56 triliun atau terkontraksi 7,44% (yoy), sedikit lebih dalam dibandingkan kontraksi triwulan. Sementara itu, transaksi melalui BI-RTGS tercatat sebesar Rp63,42 triliun, menurun 1,28% (yoy), dengan volume setelmen sebanyak 19.005 transaksi atau terkontraksi 1,87% (yoy). Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya preferensi penggunaan alternatif pembayaran yang lebih efisien, khususnya BI-FAST. Di sisi lain, akselerasi digitalisasi pembayaran terus berlanjut. Pertumbuhan positif pada nominal transaksi Uang Elektronik (UE) dan e-commerce, mencerminkan tingginya preferensi masyarakat Sumatera Selatan terhadap instrumen pembayaran digital. Perkembangan tersebut turut diperkuat oleh semakin luasnya akseptansi QRIS di berbagai sektor ekonomi.

Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Daerah
Pada triwulan IV 2025, indikator ketenagakerjaan dan kesejahteraan serta optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi membaik. Hal ini sejalan dengan peningkatan Jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) pada November 2025 tercatat sebesar 6,70 juta orang, meningkat dibandingkan Agustus 2025 sebesar 6,67 juta orang. Indikator pengangguran juga membaik, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,59%. Dari sisi tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya petani mengalami peningkatan pada triwulan laporan, dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sebelummya sebesar 127,77 menjadi 130,00. Selanjutnyam berdasarkan Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukkan pendapatan masyarakat saat ini lebih baik dibandingkan 6 bulan lalu dan tetap optimis akan meningkat ke depan. Sejalan dengan hal tersebut, pada September 2025, tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan menurun menjadi 8,91%, lebih rendah dibandingkan 10,15% pada Maret 2025.

Prospek Perekonomian Daerah
Di tengah dinamika kondisi geopolitik dan perekonomian global, ekonomi Sumatera Selatan diprakirakan akan tetap tumbuh kuat pada tahun 2025, didukung oleh inflasi yang terjaga pada rentang sasaran. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2025 diproyeksikan berada pada kisaran 4,8-5,6% (yoy), mencerminkan resiliensi ekonomi di tengah ketidakpastian global. Dengan sinergi, inovasi, dan optimisme yang terjaga, potensi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tetap besar untuk terus dimanfaatkan. Ke depan, inflasi pada tahun 2025 diprakirakan akan kembali berada dalam kisaran rentang target inflasi nasional sebesar 2,5±1% setelah pada tahun sebelumnya berada di bawah rentang target. Untuk memperkuat ketahanan dan mengoptimalkan potensi ekonomi Sumatera Selatan. Ke depan, diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, mengakselerasi investasi, mendorong digitalisasi, serta hilirisasi komoditas unggulan Sumatera Selatan.


Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Sumatera Selatan

Halaman ini terakhir diperbarui 3/11/2026 10:34 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga