Organisasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan

HARI WIDODO

Direktur – Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan

Hari Widodo Lahir di Kabupaten Temanggung pada tanggal 25 Januari 1969. Menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Akuntansi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1994. Mendapatkan gelar Master di bidang Economics Policy Management dari University Of Illinois pada tahun 2004.

Hari Widodo Mengawali karir di Bank Indonesia pada tahun 1996 dan sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Peta


Kontak

​Jl. Jend. Sudirman No.510, 20 Ilir D. I, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126​

​Kota Palembang, Sumatera Selatan​

+62711354188​

Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi yang beribukota di Palembang dan secara geografis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km2. Sumatera Selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi di utara, Provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, Provinsi Lampung di selatan, dan Provinsi Bengkulu di barat. 

Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, beserta perangkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan dan Desa / Kelurahan. Pemerintahan Kabupaten / Kota tersebut sebagai berikut :

1. Kab. Ogan Komering Ulu (Ibukota Baturaja)
2. Kab. OKU Timur (Ibukota Martapura)
3. Kab. OKU Selatan(Ibukota Muara Dua)
4. Kab. Ogan Komering Ilir (Ibukota Kayu Agung)
5. Kab. Muara Enim (Ibukota Muara Enim)
6. Kab. Lahat (Ibukota Lahat)
7. Kab. Musi Rawas (Ibukota Muara Beliti)
8. Kab. Musi Banyuasin (Ibukota Sekayu)
9. Kab. Banyuasin ( bukota Pangkalan Balai)
10. Kab. Ogan Ilir (Ibukota Indralaya)
11. Kab. Empat Lawang (Ibukota Tebing Tinggi)
12. Kota Palembang (Ibukota Palembang)
13. Kota Pagar Alam (Ibukota Pagar Alam)
14. Kota Lubuk Linggau (Ibukota Lubuk Linggau)
15. Kota Prabumulih (Ibukota Prabumulih)
16. Kab. Penukal Abab Lematang Ilir (Ibukota Talang Ubi)
17. Kab. Musi Rawas Utara (Ibukota Rupit)

Jumlah desa di Sumatera Selatan sebanyak 343 dan jumlah kecamatan sebanyak 149. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa.




Perekonomian Sumatera Selatan didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Ketiga sektor tersebut menghasilkan beberapa komoditas yang sudah diekspor sampai ke luar negeri. Selain itu, Provinsi Sumatera Selatan juga memiliki beberapa perusahaan industri besar milik pemerintah, diantaranya adalah PT Pupuk Sriwijaya, PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Semen Baturaja, di samping perusahaan perkebunan swasta besar lainnya.

Komoditas dan Daerah Penghasil Pertambangan dan Penggalian

1. Minyak Bumi: Kab. Prabumulih, Kab. Muara Enim, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Lahat, Kab.Ogan Komering Ulu
2. Batu Bara: Kab. Muara Enim, Kab. Lahat
3. Gas Alam: Kab. Musi Banyuasin, Kab. Muara Enim

Industri Pengolahan

1. Kelapa Sawit: Kab. Muara Enim
2. Karet: Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Ilir, Kota Lubuklinggau
3. Bubur Kayu (Pulp): Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ulu 

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

1. Padi: Kab. Ogan Komering Ulu Timur
2. Jagung: Kab. Banyuasin
3. Kedelai: Kab. Banyuasin
4. Cabai Merah: Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Kab. Musi Banyuasin
5. Cabai Rawit: Kab. Musi Banyuasin, Kab. Lahat, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
6. Bawang Merah: Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Muara Enim, Kab. Musi Rawas, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan 
7. Kayu Hutan: Kab. Muara Enim
8. Kopi: Kab. Pagar Alam, Kab. Muara Enim, Kab. Lahat, Kab. Empat Lawang, dan Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
9. Teh: Kab. Pagar Alam
10. Duku: Kab. Ogan Komering Ulu dan Kab. Ogan Komering Ilir
11. Ikan (Patin dan Lele): Kab. Banyuasin

Komoditas Ekspor dan Negara Tujuan

1. Kelapa Sawit: Malaysia, Amerika, China
2. Karet: Amerika, China, India
3. Batu Bara: China, India, dan beberapa negara ASEAN (Malaysia, Thailand)
4. Gas Alam: Jepang, Korea, Taiwan, China, Amerika
5. Bubur Kayu (Pulp): China, India​
Provinsi Sumatera Selatan banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Mesjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, Bukit Siguntang, Al-Qur'an Al Akbar, Benteng Kuto Besak, Jakabaring Sport Center, Danau Ranau, Kota Pagaralam, Danau Teluk Gelam, Taman Hutan Wisata Punti Kayu, Tambang Kambang Iwak, Gunung Dempo, dan lain-lain. 

Terdapat  program pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan yaitu Musi Tour, dimana para wisatawan dapat menyusuri Sungai Musi menggunakan perahu dan berkunjung ke berbagai tempat seperti Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar, Pulau Kemaro, dan Griya Kain Tuan Kentang. 

Di sisi kesenian, terdapat beberapa jenis kesenian khas Provinsi Sumatera Selatan diantaranya adalah Tari Tanggai yang disajikan untuk menyambut tamu undangan serta Gending Sriwijaya yaitu lagu dan tarian tradisional masyarakat yang menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya.

Untuk kerajinan tangan, terdapat berbagai jenis kain khas Provinsi Sumatera Selatan yaitu:

1. Kain Songket, merupakan kain tenunan khas Sumatera Selatan terbuat dari benang emas dan kain songket tidak dibuat dalam pabrikan namun ditenun dengan tangan oleh pengrajin tradisional.  Kain songket sangat lazim dipakai pada acara adat dan acara resmi lainnya seperti perkawinan, khitanan serta berbagai tarian khas. Kain songket mempunyai banyak motif dan warna, umumnya berwarna cerah yang menggambarkan keceriaan dan keriangan masyarakat Sumatera Selatan, motifnya antara lain motif kembang pacar cina dan motif jantung.

2. Kain Jumputan, dahulu kain ini dikenakan untuk kegiatan sehari-hari namun sekarang kain ini dapat dikenakan pada acara resmi seperti upacara adat Palembang atau acara resmi lainnya. Kain jumputan mempunyai paduan warna yang sangat khas umumnya berwarna mencolok seperti merah, hijau, dan kuning.

3. Kain Blongsong, terbuat dari tenunan kain sutera maupun benang katun, biasa digunakan oleh para wanita dewasa. Kain ini biasanya dipakai untuk upacara adat Palembang seperti cukuran, tunangan namun dapat pula dipakai pada pesta perkawinan sebagai pakaian penerima tamu.

4. Kain Tajung, khusus dipakai oleh pria dewasa, biasanya untuk menambah keindahan. Bisa juga dipadankan dengan stelan jas atau pakaian teluk belanga. Kain ini biasa digunakan pada saat pesta adat dan acara resmi lainnya, biasanya terbuat dari tenunan kain sutera dengan motif dan warna yang menarik.
 
5. Ukiran Khas Palembang, biasanya terbuat dari kayu tembesu atau mahoni, kayu tersebut merupakan kayu khas Sumatera Selatan. Objek yang menjadi ukiran adalah pelaminan pengantin, dipan, buffet dan kursi, umumnya ukirannya bermotif bunga dengan warna dominan merah dan kuning emas.

Selain itu, potensi wisata kuliner di Provinsi Sumatera Selatan juga beragam diantaranya  adalah pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, mie celor, berengkes, dan tempoyak. 


 

Sejarah KPwDN: 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan didirikan tanggal 20 September 1909 merupakan kantor cabang (Agentschap) ke-16 dari De Javasche Bank. Gagasan Pendirian timbul ketika Direktur E.A. Zeilinga Azn melakukan perjalanan dinas ke kantor cabang Padang.

Ketika memasuki Kota Palembang, E.A.Zeilinga Azn melihat kenyataan bahwa kota ini merupakan kota yang ramai dengan aktivitas perdagangan serta kekayaan hasil tambang berupa minyak bumi. Sampai di Batavia hal tersebut dilaporkan kepada Direksi De Javasche Bank dan kemudian diputuskan membuka dengan resmi Kantor De Javasche Bank tanggal 20 September 1909. Pemimpin pertama adalah B.J Schadd (1909-1910).

Pada mulanya gedung Kantor Bank Indonesia Palembang terletak di Jalan Sekolah. Gedung tersebut terpaksa dibongkar karena terkena proyek Jembatan Ampera pada tahun 1965.  Gedung kantor akhirnya dipindahkan ke Jalan Veteran dan dibangun kembali di Jalan Jenderal Sudirman pada tahun 1971. Pada tahun 2001 dilakukan renovasi sekaligus pembangunan gedung baru yang selesai pada tanggal 30 Juli 2003.

Profil KPwDN:

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dipimpin seorang Kepala Perwakilan dan 2 (dua) orang Deputi. 

Peran Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan adalah (i) melaksanakan fungsi advisory kepada Kepala Daerah; (ii) melaksanakan fungsi Regional Financial Surveillance (RFS); (iii) melaksanakan fungsi statistik ekonomi dan keuangan daerah; (iv) melaksanakan fungsi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR); (v) melaksanakan fungsi Sistem Pembayaran (SP); (vi) melaksanakan pengawasan PUR dan SP; (vii) mengembangkan UMKM dan keuangan inklusif; (viii) melaksanakan fungsi komunikasi kebijakan; serta (ix) melaksanakan dan mengelola fungsi enabler.

Pada tahun 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan penghargaan dari Gubernur Provinsi Sumatera Selatan sebagai instansi peduli pengembangan UMKM. ​

Baca Juga