Perkembangan Ekonomi Daerah
Perekonomian Provinsi Maluku tumbuh 5,31% (yoy), meningkat dibandingkan Triwulan I 2026 sebesar 5,16% (yoy) dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy). Perkembangan tersebut mencerminkan terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi Maluku yang tetap positif dan resilien. Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Maluku tercatat sebesar Rp17,68 triliun, sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp9,98 triliun. Dari sisi pengeluaran, kinerja ekonomi Provinsi Maluku pada Triwulan II 2026 didorong oleh peningkatan kinerja Konsumsi Rumah Tangga (RT), PMTB/Investasi, dan Konsumsi Pemerintah. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada Triwulan II 2026 terutama ditopang oleh kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (PKP), LU Administrasi Pemerintahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (Perdagangan dan Reparasi).
Perkembangan Inflasi Daerah
Inflasi Provinsi Maluku pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 3,80% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan lalu yang sebesar 3,40% (yoy). Realisasi inflasi dipengaruhi dominasi volatile food serta sensitivitas distribusi wilayah kepulauan. Realisasi inflasi di Maluku didorong oleh Inflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Transportasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi pada Triwulan II 2026 melalui strategi 4K
Stabilitas Keuangan Daerah dan Pengembangan Akses Keuangan UMKM
Stabilitas Sistem Keuangan di Provinsi Maluku pada Triwulan II 2026 tetap tumbuh kuat tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit yang positif. Penyaluran kredit selama triwulan laporan tumbuh sebesar 10,70% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,61% (yoy). Penyaluran kredit yang membaik didorong oleh pertumbuhan kinerja Kredit Konsumsi, Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Maluku yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Penyaluran kredit masih tumbuh positif dengan risiko kredit yang masih berada pada level baik. Kapasitas pendanaan perbankan di Maluku didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh positif sebesar 4,54% (yoy).
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Kegiatan perkasan tunai di Provinsi Maluku selama Triwulan II 2026 mengalami net-inflow sebesar Rp62 miliar, didorong oleh tingginya inflow Uang Pecahan Besar pada April 2026 yang sejalan dengan normalisasi kebutuhan uang kartal setelah HBKN Ramadhan. Perkembangan Sistem Pembayaran Nontunai di Provinsi Maluku tumbuh positif, khususnya pembayaran melalui kanal QRIS. Nominal transaksi QRIS selama Triwulan II 2026 tercatat sebesar Rp460,20 miliar atau tumbuh sebesar 90,42% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 119,79% (yoy). Sementara itu, volume transaksi QRIS mencapai 4,23 juta transaksi atau tumbuh sebesar 133,37% (yoy), namun melambat dibandingkan 144,10% (yoy) pada triwulan lalu. Pertumbuhan transaksi QRIS sejalan dengan upaya KPwBI Provinsi Maluku untuk menggalakkan digitalisasi melalui berbagai kegiatan di Triwulan II 2026.
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Kondisi ketenagakerjaan Provinsi Maluku mengalami perbaikan sejalan dengan peningkatan TPAK dan Penurunan TPT. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Maluku pada Februari 2026 tercatat sebesar 67,84%, lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebesar 67,56%. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Maluku pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,80%, menurun dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebesar 5,95%. Tingkat kesejahteraan masyarakat tumbuh positif tercermin dari terjaganya kinerja Konsumsi Rumah Tangga dan penurunan persentase penduduk miskin.
Prospek Ekonomi dan Inflasi
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Tahun 2026 diprakirakan pada kisaran 4,98 – 5,38% (yoy). Dari sisi permintaan, kinerja ekonomi didorong oleh terjaganya daya beli masyarakat seiring perbaikan pendapatan dan inflasi yang tetap terkendali, sehingga menopang Konsumsi Rumah Tangga sebagai komponen terbesar PDRB Maluku. Selain itu, Konsumsi Pemerintah juga berkontribusi melalui realisasi belanja pada berbagai program prioritas. Dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan ekonomi diprakirakan ditopang oleh kinerja LU PKP serta LU Perdagangan dan Reparasi.
Selanjutnya, inflasi Provinsi Maluku di Tahun 2026 diprakirakan tetap dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1% (yoy). Optimisme tersebut dilandasi beberapa faktor, seperti kebijakan moneter yang bersifat forward looking dan pre-emptive, sinergitas dan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).