Perkembangan Ekonomi Makro Daerah
Perekonomian Kalimantan Utara triwulan III 2025 tumbuh positif lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang didorong oleh kinerja Lapangan Usaha sektor Perdagangan, Konstruksi dan Industri Pengolahan. Pertumbuhan ini tercermin dari kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) yang mengalami pertumbuhan. Kinerja LU Perdagangan utamanya didukung oleh peningkatan output produksi yang mendorong aktivitas perdagangan di Kaltara. Sejalan dengan itu, kinerja LU Konstruksi juga masih ditopang oleh aktivitas pembangunan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI). Kinerja Industri Pengolahan juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Kaltara didukung oleh meningkatnya hasil produksi pabrik pengolahan kertas di Tarakan. Dari sisi permintaan, perekonomian Kalimantan Utara pada triwulan III 2025 juga tumbuh positif lebih tinggi yang didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, net ekspor, dan investasi seiring dengan peningkatan aktivitas ekspor dari hasil olahan kayu maupun investasi pembelian barang modal di KIHI
Keuangan Pemerintah Daerah
Pada Triwulan III 2025, realisasi keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan peningkatan kinerja, dengan kenaikan pendapatan sebesar 21,21% (yoy) dan belanja 3,92% (yoy). Peningkatan belanja ini terutama dipicu oleh meningkatnya belanja operasional. Adapun dari sisi pendapatan, peningkatan bersumber dari bertambahnya transfer Pemerintah Pusat yang didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Secara keseluruhan, kinerja fiskal mulai menunjukkan adanya kemandirian fiskal daerah yang ditunjukkan oleh pertumbuhan PAD. Oleh karena itu, percepatan digitalisasi pajak dan retribusi melalui TP2DD harus terus ditingkatkan untuk menguatkan kemandirian fiskal daerah.
Perkembangan Inflasi Daerah
Inflasi gabungan 3 kabupaten/kota IHK Prov. Kaltara pada triwulan III 2025 tercatat 2,32% (yoy), lebih tinggi dari triwulan II 2025 sebesar 1,38% (yoy). Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dari pencapaian inflasi nasional sebesar 2,65% (yoy). Tekanan inflasi pada triwulan laporan terutama didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terutama disebabkan kenaikan harga ikan bandeng, bawang merah, dan tomat seiring dengan pasokan yang menipis karena belum memasuki musim panen. Inflasi juga didorong oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sejalan dengan kenaikan harga emas yang didorong tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian perekonomian global. Namun, inflasi tertahan oleh Kelompok Transportasi didukung penurunan harga angkutan udara seiring akan masuknya maskapai baru.
Pembiayaan Daerah Serta Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara didukung oleh intermediasi perbankan. Penyaluran kredit tumbuh di atas level regional Kalimantan dan Nasional. Penyaluran kredit dalam bentuk kredit konsumsi dan modal kerja masing-masing tumbuh 9,95% (yoy) dan 32,81% (yoy). Meningkatnya investasi sejalan dengan optimisme pelaku usaha terhadap pemulihan ekonomi nasional dan Kaltara serta akselerasi beberapa proyek strategis. Realisasi investasi pada periode triwulan III 2025 sebesar Rp7,69 Triliun atau sebesar 20,39% dari target investasi 2025 yang ditetapkan sebesar Rp37,7 Triliun. Meningkatnya kredit modal kerja terjadi seiring optimisme masyarakat terhadap perekonomian, terutama pada sektor bisnis.
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Penyelenggaraan sistem pembayaran tunai maupun nontunai melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mengalami perlambatan dari sisi volume dibandingkan triwulan sebelumnya. Aliran uang kartal mencatatkan net inflow sesuai dengan pola siklikalnya. Distribusi Uang Layak Edar (ULE) terus dilaksanakan oleh Bank Indonesia sebagai implementasi Clean Money Policy (CMP) yang diiringi internalisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Dari sisi digitalisasi, jumlah pengguna dan merchant QRIS terus meningkat sejalan dengan edukasi dan implementasi QRIS ke berbagai lapisan masyarakat. Berdasarkan data Indeks ETPD Semester I Tahun 2025, seluruh wilayah di Kalimantan Utara menunjukkan kinerja yang solid dalam transformasi digital pemerintahan daerah, dengan capaian seluruhnya berada pada tahap Digital.
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Perkembangan ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Kalimantan Utara pada Triwulan III 2025 tetap menunjukkan arah perbaikan yang stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kembali melanjutkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dengan capaian 3,85% pada Agustus 2025, lebih rendah dibandingkan 3,90% pada Agustus 2024. Penurunan ini mengindikasikan perbaikan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, didukung oleh peningkatan jumlah penduduk bekerja dan membaiknya serapan tenaga kerja di berbagai lapangan usaha.Kualitas hidup masyarakat juga mengalami peningkatan yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Utara pada tahun 2024 tercatat sebesar 73,41, melanjutkan tren peningkatan lima tahun terakhir. Angka ini mencerminkan perbaikan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Sementara itu, Gini Ratio Kalimantan Utara tercatat sebesar 0,261 pada Maret 2025, sedikit meningkat dari 0,259 pada September 2024. Meski demikian, Kalimantan Utara tetap menempati peringkat ke-2 nasional sebagai provinsi dengan tingkat ketimpangan terendah. Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Kalimantan Utara tetap menunjukkan performa yang solid, ditopang oleh penurunan tingkat pengangguran, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta ketimpangan yang relatif rendah.
Prospek Perekonomian Daerah
Perekonomian Prov. Kaltara diprakirakan tumbuh lebih tinggi pada 2025 dibandingkan dengan realisasi 2024, yaitu dalam kisaran 4,5%-5,0% (yoy). Proyeksi tersebut terutama didorong oleh kinerja LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, dan LU Konstruksi. LU Industri Pengolahan diperkirakan akan memiliki andil besar dalam PDRB 2025 sejalan dengan realisasi investasi dan operasi produksi pabrik pengolahan kertas di Kota Tarakan, peningkatan target produksi CPO oleh beberapa perusahaan kelapa sawit, dan target commissioning smelter aluminium pada Triwulan IV 2025. LU Perdagangan juga diperkirakan terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas perdagangan akibat pasokan barang domestik dan impor yang meningkat untuk mendukung kebutuhan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi dan pembangunan di Prov. Kaltara. LU Konstruksi juga diperkirakan akan tetap tumbuh pada 2025 sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PLTA Sei Mentarang. Sementara itu, LU dengan pangsa terbesar di Prov. Kaltara, yaitu LU Pertambangan diperkirakan akan tumbuh terbatas, didorong dengan melambatnya kebutuhan energi dari negara besar pengguna batu bara seperti Tiongkok, India, dan beberapa negara di Asia Tenggara di tengah perang tarif dagang dan fokus pengembangan sumber energi terbarukan.
Inflasi Prov. Kaltara 2025 diprakirakan berada di dalam target inflasi nasional yaitu 2,5±1%. Prov. Kaltara diprakirakan akan mengalami tekanan harga yang lebih tinggi pada 2025, sejalan dengan realisasi inflasi 2024 yang cukup rendah pada level 1,29% yoy, kenaikan harga komoditas global seperti emas, berkurangnya subsidi akibat efisiensi anggaran, dan peningkatan permintaan komoditas pangan di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).