Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara​​​​​​

9/4/2025 12:00 AM
Hits: 512

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara Agustus 2025

Kalimantan Utara
Triwulan

Perkembangan Ekonomi Makro Daerah

Perekonomian Kalimantan Utara triwulan II 2025 tumbuh positif lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang didorong oleh kinerja Lapangan Usaha sektor Perdagangan, Konstruksi dan Industri Pengolahan. Pertumbuhan ini tercermin dari kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) yang mengalami pertumbuhan. Kinerja LU Perdagangan utamanya didukung oleh peningkatan output produksi yang mendorong aktivitas perdagangan di Kaltara. Sejalan dengan itu, kinerja LU Konstruksi juga masih ditopang oleh aktivitas pembangunan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) serta PLTA Sei Mentarang. Kinerja Industri Pengolahan juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Kaltara didukung oleh meningkatnya hasil produksi pabrik pengolahan kertas di Tarakan. Dari sisi permintaan, perekonomian Kalimantan Utara pada triwulan II 2025 juga tumbuh positif lebih tinggi yang didorong oleh meningkatnya net ekspor dan investasi seiring dengan peningkatan aktivitas ekspor dari hasil olahan kayu maupun investasi pembelian barang modal di KIHI.

Keuangan Pemerintah Daerah

Pada Triwulan II 2025, realisasi keuangan pemerintah daerah Kalimantan Utara masih terkontraksi, dengan pendapatan turun -16,48% (yoy) dan belanja turun -21,36% (yoy). Penurunan belanja terutama dipicu oleh kontraksi pada belanja modal dan melemahnya belanja operasional akibat kebijakan efisiensi serta realokasi anggaran, sementara dari sisi pendapatan, penurunan bersumber dari berkurangnya transfer pusat meski kontribusi PAD sedikit membaik melalui kenaikan retribusi daerah. Secara keseluruhan, kinerja fiskal masih terbatas dengan tingginya ketergantungan pada transfer pusat dan rendahnya serapan belanja modal, sehingga percepatan digitalisasi pajak dan retribusi melalui TP2DD menjadi kunci penguatan kemandirian fiskal daerah.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi gabungan 3 kabupaten/kota IHK Prov. Kaltara pada triwulan II 2025 tercatat 1,38% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 1,24% (yoy). Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dari pencapaian inflasi nasional sebesar 1,87% (yoy). Tekanan inflasi pada triwulan laporan terutama didorong oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya seiring kenaikan harga emas perhiasan harga emas disebabkan masih tingginya permintaan asset safe haven di tengah ketidakpastiaan perekonomian global seiring perang tarif Trump dan konflik geopolitik yang masih berlanjut. Namun begitu, inflasi yang lebih tinggi tertahan pada Kelompok Transportasi seiring dengan kebijakan diskon angkutan udara di momen Idul Fitri dan Idul Adha.

Pembiayaan Daerah Serta Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara didukung oleh intermediasi perbankan. Penyaluran kredit tumbuh 41,53% (yoy) berada di atas level regional Kalimantan dan Nasional. Penyaluran kredit dalam bentuk kredit investasi dan modal kerja masing-masing tumbuh 104,58% (yoy) dan 17,79% (yoy). Peningkatan investasi seiring dengan optimisme pelaku usaha terhadap pemulihan ekonomi nasional dan Kaltara serta akselerasi beberapa proyek strategis. Realisasi investasi pada periode triwulan II 2025 sebesar Rp15,02 triliun atau sebesar 39,84% dari target investasi 2025 yang ditetapkan sebesar Rp37,4 trilliun. Meningkatnya kredit modal kerja terjadi seiring optimisme masyarakat terhadap perekonomian, terutama pada sektor bisnis.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Penyelenggaraan sistem pembayaran tunai maupun nontunai melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mengalami perlambatan dari sisi volume dibandingkan triwulan sebelumnya. Aliran uang kartal mencatatkan net inflow sesuai dengan pola siklikalnya. Distribusi Uang Layak Edar (ULE) terus dilaksanakan oleh Bank Indonesia sebagai implementasi Clean Money Policy (CMP) yang diiringi internalisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Dari sisi digitalisasi, jumlah pengguna dan merchant QRIS terus meningkat sejalan dengan edukasi dan implementasi QRIS ke berbagai lapisan masyarakat. Berdasarkan data Indeks ETPD Semester II Tahun 2024, seluruh wilayah di Kalimantan Utara menunjukkan kinerja yang solid dalam transformasi digital pemerintahan daerah, dengan capaian seluruhnya berada pada tahap digital.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Perkembangan ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Kalimantan Utara terus menunjukkan arah yang positif dan stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun secara konsisten dalam lima tahun terakhir, dengan capaian sebesar 3,90% pada Februari 2025, lebih rendah dibandingkan 4,01% pada Februari 2024, mencerminkan perbaikan berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Kualitas hidup masyarakat juga mengalami peningkatan yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Utara pada tahun 2024 tercatat sebesar 73,41, melanjutkan tren peningkatan lima tahun terakhir. Angka ini mencerminkan perbaikan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Sementara itu, Gini Ratio Kalimantan Utara tercatat sebesar 0,261 pada Maret 2025, sedikit meningkat dari 0,259 pada September 2024. Meski demikian, Kalimantan Utara tetap menempati peringkat ke-2 nasional sebagai provinsi dengan tingkat ketimpangan terendah. Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Kalimantan Utara tetap menunjukkan performa yang solid, ditopang oleh penurunan tingkat pengangguran, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta ketimpangan yang relatif rendah.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian Prov. Kaltara diprakirakan tumbuh lebih tinggi pada 2025 dibandingkan dengan realisasi 2024, yaitu dalam kisaran 4,5%-5,0% (yoy). Proyeksi tersebut terutama didorong oleh kinerja LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, dan LU Konstruksi. LU Industri Pengolahan diperkirakan akan memiliki andil besar dalam PDRB 2025 sejalan dengan realisasi investasi dan operasi produksi pabrik pengolahan kertas di Kota Tarakan, peningkatan target produksi CPO oleh beberapa perusahaan kelapa sawit, dan target commisioning smelter aluminium pada Tw IV 2025. LU Perdagangan juga diperkirakan terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas perdagangan akibat pasokan barang domestik dan impor yang meningkat untuk mendukung kebutuhan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi dan pembangunan di Prov. Kaltara. LU Konstruksi juga diperkirakan akan tetap tumbuh pada 2025 sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PLTA Sei Mentarang. Sementara itu, LU dengan pangsa terbesar di Prov. Kaltara, yaitu LU Pertambangan diperkirakan akan tumbuh terbatas, didorong dengan melambatnya kebutuhan energi dari negara besar pengguna batubara seperti China, India, dan beberapa negara di Asia Tenggara di tengah perang tarif dagang dan fokus pengembangan sumber energi terbarukan.

Inflasi Prov. Kaltara 2025 diprakirakan berada di dalam target inflasi nasional yaitu 2,5±1%. Prov. Kaltara diprakirakan akan mengalami tekanan harga yang lebih tinggi pada 2025, sejalan dengan realisasi inflasi 2024 yang cukup rendah pada level 1,29% yoy, kenaikan harga komoditas global seperti emas, berkurangnya subsidi akibat efisiensi anggaran, dan peningkatan permintaan komoditas pangan di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Kalimantan Utara​
Halaman ini terakhir diperbarui 9/8/2025 9:23 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga