Kinerja ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan III 2020 mengalami perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan perbaikan di level nasional dan Kalimantan. Perbaikan kinerja ekonomi di triwulan III 2020 ini terjadi baik secara tahunan maupun triwulanan, didorong oleh perbaikan hampir seluruh lapangan usaha kecuali kinerja tahunan lapangan usaha konstruksi. Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponennya mengalami perbaikan ekonomi baik secara tahunan maupun triwulanan, kecuali kinerja tahunan investasi. Pada triwulan IV 2020, ekonomi Kaltim diprakirakan akan terus melanjutkan momentum perbaikan seiring dengan membaiknya kinerja lapangan usaha utama serta didorong oleh menggeliatnya aktivitas masyarakat pada periode akhir tahun.
Kinerja keuangan pemerintah daerah di Kaltim pada triwulan III 2020 mengalami penurunan yang bersumber dari rendahnya realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Provinsi. Di tingkat Pemerintah Provinsi, kinerja keuangan pada triwulan III 2020 juga menurun akibat penurunan pendapatan dan penyerapan anggaran belanja. Realisasi pendapatan 10 Kabupaten/Kota di wilayah Kaltim sampai dengan triwulan III 2020 juga mengalami penurunan pendapatan yang diikuti juga dengan belanjanya. Realisasi belanja APBN wilayah Kaltim sampai dengan triwulan III 2020 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Inflasi Kaltim triwulan III 2020 tercatat mencapai angka terendah dalam beberapa tahun terakhir dan terendah se Kalimantan. Rendahnya Inflasi Kaltim triwulan III 2020, terutama disebabkan oleh deflasi kelompok transportasi akibat pembatasan mobilitas masyarakat. Kelompok pakaian dan alas kaki yang bukan menjadi kebutuhan primer, juga mengalami deflasi dan salah satu penyebab rendahnya inflasi Kaltim triwulan III 2020. Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan IV 2020 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan ini terutama akibat tekanan permintaan musiman.
Stabilitas keuangan daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan III 2020 masih tertekan terutama karena tertekannya sektor korporasi, namun sebagian indikator sudah menunjukkan perbaikan. Perkembangan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada triwulan III 2020 tercatat menguat dibanding triwulan sebelumnya. Penyaluran kredit Kaltim pada triwulan III 2020 secara umum tumbuh melambat, dengan risiko kredit yang memburuk kecuali kredit kepada Rumah Tangga dan UMKM serta pembiayaan syariah yang membaik.
Pada triwulan III 2020, transaksi nontunai di Kaltim meningkat dari segi nominal maupun secara volume sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi Kaltim. Pada triwulan III 2020, transaksi tunai berupa aliran uang kartal di Kaltim mencatat posisi net inflow seiring dengan berakhirnya periode Ramadhan dan Idul Fitri dan menurunnya aktivitas masyarakat akibat pandemi COVID-19. Gencarnya kampanye dan upaya perluasan elektronifikasi transaksi keuangan di Kaltim telah mendorong percepatan jumlah merchant QRIS di Kaltim.
Kondisi ketenagakerjaan di Kaltim pada Agustus 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode Agustus 2019. Kesejahteraan Kaltim pada 2020 juga menunjukkan penurunan dibanding dengan 2019, meskipun Nilai Tukar Petani (NTP) membaik.
Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2021 diprakirakan akan lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya seiring dengan membaiknya ekonomi negara mitra utama, relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat maupun industri domestik serta berlanjutnya program pemulihan ekonomi nasional. Perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 diprakirakan akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan industri di era kebiasaan baru. Inflasi Kaltim pada triwulan I 2021 diprakirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan pola historisnya dan dibawah rentang target inflasi nasional. Secara keseluruhan 2021, inflasi Kaltim diprakirakan akan lebih tinggi terutama akibat tekanan dari harga pangan strategis dan sektor transportasi, namun masih terkendali pada level yang rendah dan stabil serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.