Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara​

12/7/2021 7:00 PM
Hits: 2311

Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Utara November 2021

Sumatera Utara
Triwulan

ASESMEN MAKRO​​ EKONOMI REGIONAL

Pemberlakuan PPKM sepanjang triwulan III-2021 guna menekan kasus COVID-19 memberikan dampak terhadap menurunnya tingkat mobilitas masyarakat. Dengan demikian, ekonomi Sumatera Utara mencatat pertumbuhan 3,67% (yoy) pada triwulan III-2021, lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 4,95% (yoy). Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan III-2021 terutama ditopang oleh kinerja LU pertanian dan LU perdagangan. Perbaikan kinerja LU pertanian terutama bersumber dari produksi sawit yang mulai memasuki masa panen di tengah kinerja ekspor CPO yang meningkat. Perbaikan kinerja ekspor tersebut pada gilirannya berdampak positif pada kinerja LU perdagangan yang tercatat tumbuh tinggi pada triwulan laporan.


ASESMEN KEUANGAN DAERAH

Pada triwulan III-2021, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara 2021 tertahan, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan APBD pada triwulan III-2021 sebesar 64,1% dari pagu, lebih rendah dari realisasi Triwulan III-2020 sebesar 73,0%, disebabkan oleh penurunan Pendapatan Asli Daerah dan pendapatan transfer. Di sisi lain, realisasi belanja APBD pada triwulan III-2021 mengalami perlambatan didorong oleh penurunan pada komponen belanja operasi seiring dengan terbatasnya realisasi belanja barang dan jasa, seperti pelaksanaan rapat dan event yang masih dilaksanakan virtual. Selanjutnya, pagu belanja Pemerintah Pusat melalui APBN ke Sumatera Utara turun hingga -6,0% (yoy) dari tahun 2020, dengan optimalisasi realisasi belanja triwulan III-2021 sebesar 62,0%, lebih tinggi dibandingkan triwulan III-2020 sebesar 57,2%. Optimalisasi realisasi belanja APBN di Sumatera Utara didorong oleh seluruh komponen diantaranya belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan belanja bantuan sosial utamanya untuk penanganan pandemi COVID-19.


ASESMEN INFLASI

Inflasi Sumatera Utara pada triwulan III-2021 masih rendah, meski lebih tinggi dibandingkan periode akhir triwulan sebelumnya. Tetap rendahnya inflasi dipengaruhi oleh koordinasi yang baik dalam implementasi program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara, sehingga sejumlah harga komoditas seperti bawang merah dan cabai merah masih tetap terkendali di tengah permintaan yang mulai meningkat. Selain itu, peningkatan permintaan seiring dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih terbatas, terutama mempertimbangkan pelonggaran baru diimplementasikan pada akhir periode triwulan III-2021. Inflasi pada periode laporan bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yang didorong oleh kenaikan harga pada minyak goreng, ikan dencis, dan jeruk. Tren kenaikan CPO global yang masih berlanjut menjadi pemicu utama apresiasi minyak goreng. Sementara naiknya harga ikan dencis akibat terbatasnya pasokan di tengah gangguan aktivitas melaut nelayan karena curah hujan yang cukup tinggi. Selanjutnya, kenaikan harga jeruk didorong pulihnya permintaan dan jalur pasok ke Pulau Jawa. Dampaknya, inflasi pada triwulan laporan tercatat 2,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2021 yang tercatat sebesar 1,69% (yoy). Realisasi ini berada di atas Nasional yang tercatat inflasi sebesar 1,60% (yoy), dan lebih tinggi dari tingkat inflasi Sumatera yang sebesar 2,08% (yoy). Inflasi meningkat namun cenderung berada pada batas bawah rentang sasaran 3%±1%. Peningkatan inflasi seiring membaiknya kondisi perekonomian yang disertai masuknya periode hari besar keagamaan nasional Natal dan Tahun Baru.


ASESMEN PEMBIAYAAN DAERAH SERTA PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Pada Triwulan III-2021, pembiayaan daerah untuk korporasi di Sumatera Utara mengalami perlambatan, sedangkan pembiayaan Rumah Tangga (RT) mengalami perbaikan. Peningkatan penyaluran kredit Rumah Tangga (RT) didorong oleh pertumbuhan KPR dan KKB yang didukung berbagai kebijakan pemerintah guna mendorong konsumsi. Namun, penyaluran kredit korporasi mengalami penurunan yang dipengaruhi sikap wait and see dunia usaha. Selanjutnya, dengan pangsa 26% dari keseluruhan total kredit, penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah menunjukkan perbaikan. Peningkatan pertumbuhan kredit UMKM bersumber dari kredit modal kerja UMKM, meskipun kredit investasi UMKM mengalami perlambatan. Secara keseluruhan, risiko kredit tetap terjaga rendah baik untuk korporasi, rumah tangga, maupun UMKM.


ASESMEN PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PEN​GELOLAAN UANG RUPIAH

Perkembangan sistem pembayaran pada triwulan III-2021 tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Aliran uang kartal di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara pada triwulan II-2021 mengalami net outflow sebesar Rp332 miliar. Hal ini mengindikasikan aliran kas masuk (inflow) ke khazanah Bank Indonesia se-Provinsi Sumatera Utara lebih rendah dibandingkan aliran kas keluar (outflow). Dari sisi sistem pembayaran non tunai, transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Selain itu, nominal transaksi Kartu ATM Debet dan Kartu Kredit cukup terjaga. Di sisi lain, tren digitalisasi semakin meningkat tercermin dari pesatnya penggunaan uang elektronik dan transaksi e-commerce. Perkembangan sistem pembayaran sejalan dengan melambatnya aktivitas ekonomi karena restriksi mobilitas yang ketat harus ditempuh untuk menekan kasus COVID-19.


ASESMEN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Di tengah pemulihan ekonomi yang terus berjalan, kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Sumatera Utara mulai mengalami perbaikan. Di sisi ketenagakerjaan, serapan tenaga kerja meningkat seiring menurunnya tingkat pengangguran terbuka. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumatera Utara pada Agustus 2021 tercatat 6,33% atau lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 6,91%. Kondisi tersebut juga sejalan dengan kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang tercatat 69,1% pada Agustus 2021, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 68,7%. Sementara itu, Nilai Tukar Petani mencatat apresiasi. Sedangkan di sisi kesejahteraan, ketimpangan pendapatan, baik di perkotaan maupun perdesaan, semakin berkurang, meskipun indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan meningkat.

 

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga akhir 2021 dan keseluruhan tahun 2022. Secara keseluruhan tahun 2021, perekonomian Sumatera Utara diprediksi masih tumbuh pada rentang 2,5-3,3%. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen diprakirakan tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari ekspor impor. Optimisme yang sama diprakirakan terjadi pada sisi lapangan usaha dimana seluruh sektor utama tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Meski terdapat periode pembatasan mobilitas, progress penyebaran COVID-19 yang jauh menurun setelah PPKM memberikan keyakinan kepada pelaku usaha untuk meningkatkatkan produksi kembali. Aktivitas ekonomi baik dari sisi permintaan maupun penawaran menunjukkan perbaikan. Perbaikan terutama didorong oleh peningkatan aktivitas belanja masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, menguatnya harga komoditas, dan kontinuitas jaring pengaman sosial dari pemerintah. Secara keseluruhan tahun 2021, inflasi meningkat namun cenderung berada pada batas bawah rentang sasaran 3%±1%. Fase pemulihan yang berlangsung akan meningkatkan permintaan domestik sekaligus memperbaiki daya beli masyarakat yang pada gilirannya berpotensi memberikan pengaruh pada kenaikan harga. Oleh sebab itu, untuk mendukung ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, TPID secara konsisten terus menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi sebagai upaya mitigasi risiko kenaikan harga selama periode Natal dan Tahun Baru. Lebih lanjut pada tahun 2022, perekonomian Sumatera Utara diproyeksikan akan tumbuh lebih tinggi seiring dengan tercapainya target herd immunity dan aktivitas yang kembali normal.



Lampiran




Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Sumatera Utara​​​
Halaman ini terakhir diperbarui 12/7/2021 9:08 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga