Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung​​

6/18/2026 12:00 AM
Hits: 367

Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Mei 2026

Lampung
Triwulan

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH

Kinerja perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan I 2026 tetap solid dengan pertumbuhan sebesar 5,58% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (5,54%; yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera, meskipun sedikit di bawah nasional. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terutama ditopang oleh menguatnya konsumsi rumah tangga seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat pada periode Tahun Baru, Imlek, serta Ramadan dan Idulfitri 2026. Selain itu, investasi dan konsumsi pemerintah turut mendukung pertumbuhan, didorong oleh berlanjutnya proyek strategis serta akselerasi pelaksanaan program pemerintah. Dari sisi lapangan usaha, kinerja ekonomi terutama didukung oleh menguatnya sektor pertanian sejalan dengan berlangsungnya puncak panen tanaman pangan, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan penyediaan akomodasi dan makan minum yang didorong oleh tingginya permintaan masyarakat selama momentum HBKN.


PERKEMBANGAN INFLASI

Inflasi Provinsi Lampung pada Triwulan I 2026 tetap terjaga dengan inflasi sebesar 0,19% (mtm) dan 1,16% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional. Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, sementara deflasi pada kelompok Pendidikan turut menahan inflasi yang lebih tinggi. Secara spasial, seluruh kabupaten/kota sampel IHK di Lampung mencatat inflasi tahunan di bawah tingkat nasional dan termasuk dalam kelompok daerah dengan inflasi terendah di Sumatera, yang mencerminkan stabilitas harga yang relatif terjaga. Ke depan, inflasi Triwulan II 2026 diprakirakan tetap berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1% (yoy), meskipun terdapat kecenderungan meningkat seiring normalisasi pasokan pasca panen raya, risiko gangguan produksi akibat faktor cuaca, peningkatan permintaan pada periode libur sekolah, serta tekanan imported inflation. Namun demikian, inflasi diprakirakan tetap terkendali didukung oleh normalisasi permintaan pasca-HBKN Idulfitri, meningkatnya pasokan sejumlah komoditas strategis, serta berlanjutnya penguatan sinergi pengendalian inflasi melalui TPID.


PEMBIAYAAN DAERAH 

Konsumsi rumah tangga di Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026, didukung oleh pertumbuhan kredit rumah tangga yang meningkat menjadi 10,43% (yoy) dengan outstanding mencapai Rp30,18 triliun. Penguatan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mencerminkan terjaganya daya beli dan optimisme masyarakat. Sejalan dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) rumah tangga juga tumbuh sebesar 4,32% (yoy) menjadi Rp49,06 triliun, mengindikasikan kapasitas keuangan rumah tangga yang tetap terjaga di tengah berlanjutnya aktivitas ekonomi domestik. 


PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Perkembangan sistem pembayaran di Provinsi Lampung pada Triwulan I 2026 menunjukkan kondisi yang tetap terjaga. Aliran uang kartal tercatat mengalami net inflow sebesar Rp1,11 triliun, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai. Di sisi lain, transaksi transfer dana melalui RTGS dan SKNBI serta transaksi kartu ATM/debit mengalami moderasi dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, akselerasi digitalisasi pembayaran terus berlanjut, tercermin dari meningkatnya jumlah merchant QRIS yang mencapai 857.433 merchant dan pengguna QRIS sebanyak 1.475.273 pengguna hingga Maret 2026. 


KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Indikator kesejahteraan masyarakat Provinsi Lampung pada Triwulan I 2026 menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,95%, seiring meningkatnya jumlah penduduk bekerja menjadi 4,91 juta jiwa atau bertambah 34,53 ribu jiwa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, jumlah penduduk miskin turun menjadi 860,13 ribu jiwa dari 939,31 ribu jiwa pada Triwulan I 2025. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 126,63, yang mencerminkan daya beli petani yang relatif terjaga meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Ke depan, penguatan kesejahteraan masyarakat tetap perlu didorong melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian serta perluasan kesempatan kerja yang berkualitas.


PROSPEK PEREKONOMIAN

Prospek perekonomian dunia pada 2026–2027 diprakirakan menghadapi tantangan yang lebih besar di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga komoditas energi dan berpotensi menahan normalisasi kebijakan moneter global. Di tengah perkembangan tersebut, perekonomian Provinsi Lampung pada tahun 2026 diprakirakan tetap tumbuh dalam kisaran 5,0–5,6%, meskipun cenderung lebih moderat dibandingkan prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi daerah diperkirakan tetap ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi, serta berlanjutnya kinerja positif sektor pertanian sejalan dengan program swasembada pangan dan penguatan produktivitas. Sementara itu, inflasi gabungan empat kabupaten/kota di Provinsi Lampung diprakirakan tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1%, didukung oleh penguatan sinergi TPIP-TPID dan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) dalam kerangka 4K.

Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung
Halaman ini terakhir diperbarui 7/28/2026 11:38 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga