Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau​

9/14/2026 12:00 AM
Hits: 47

Laporan Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau Agustus 2026

Kepulauan Riau
Triwulan

Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan II 2026 tumbuh tinggi sebesar 6,99% (yoy), namun mengalami deselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,04% (yoy). Capaian tersebut merupakan yang tertinggi di regional Sumatera yang secara keseluruhan tumbuh sebesar 5,06% (yoy) dan tertinggi ketiga secara nasional. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan triwulan II 2026 terutama ditopang oleh pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan Konsumsi Rumah Tangga. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi didukung oleh kinerja LU Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 4,67% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,23% (yoy). Tekanan inflasi pada triwulan II 2026 utamanya didorong oleh peningkatan andil inflasi dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Transportasi, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, Penyediaan Makanan dan Minuman/ Restoran serta Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Rumah Tangga. 

Kinerja intermediasi perbankan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan II 2026 tetap terjaga dan menunjukkan perbaikan kualitas, disertai dengan akselerasi penyaluran kredit. Sementara, pertumbuhan aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan deselerasi, di tengah fungsi intermediasi yang tetap kuat tercermin dari Loan to Deposit Ratio/LDR dan risiko kredit (Non-Performing Loan/NPL) yang semakin terkendali.

Sejalan dengan perkembangan kondisi perekonomian, aktivitas transaksi pembayaran tunai menggunakan Rupiah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap tinggi, tercermin dari peningkatan net outflow pada triwulan II 2026. Selain itu, transaksi pembayaran nontunai turut mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat terhadap instrumen pembayaran digital.

Tingkat kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perbaikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, kesejahteraan petani mengalami peningkatan sebagaimana tergambar dari Nilai Tukar Petani (NTP), tetap terjaga di atas 100 yang berarti pendapatan petani masih lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Prospek perekonomian global diprakirakan masih lemah disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlanjutnya intensitas perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan komoditas dunia lainnya kembali naik. Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong untuk memperkuat momentum pertumbuhan. Di lain sisi, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara keseluruhan tahun 2026 diprakirakan tumbuh melambat utamanya disebabkan faktor base effect.

Tekanan inflasi global diprakirakan tetap tinggi pada 2026 sehingga mendorong kebijakan moneter global menjadi lebih ketat, termasuk suku bunga kebijakan moneter Fed Funds Rate Amerika Serikat. Inflasi Kepri pada tahun 2026 diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran target 2,5±1% (yoy). Stabilitas inflasi didukung oleh normalisasi harga pangan, perbaikan rantai pasok, serta penguatan sinergi pengendalian inflasi di daerah melalui peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau
Halaman ini terakhir diperbarui 9/15/2026 3:29 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga