BI Icon

​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah​

12/5/2025 12:00 AM

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah November 2025

​Pertumbuhan Ekonomi Regional

Pada triwulan III 2025, ekonomi Kalimantan Tengah  mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,36% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2025 yang tumbuh sebesar 4,99% (yoy) dan periode triwulan III 2024 yang tumbuh sebesar 4,64% (yoy). Secara kuartal, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan III 2025 tercatat tumbuh sebesar 1,60% (qtq) sedikit melemah dibandingkan pertumbuhan kuartal II 2025 yang mengalami pertumbuhan sebesar 2,51% (qtq). Peningkatan pertumbuhan didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor yang tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 22,3% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya tercatat tumbuh sebesar 7,40% (yoy). Peningkatan kinerja ekspor didorong oleh realisasi ekspor komoditas perkebunan andalan Kalimantan Tengah seperti nominal ekspor CPO yang tumbuh sebesar 117,20% (yoy) yang sejalan dengan jumlah volume ekspor CPO yang juga mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 90,61% (yoy). Sejalan dengan itu, kinerja impor turut mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan aktivitas industri di Kalimantan Tengah yang tumbuh sebesar 10,05% (yoy) dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang hanya tercatat 0,20% (yoy). Kinerja konsumsi Rumah Tangga (RT) tercatat tumbuh positif 2,58% (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan 2,89% (yoy). Pertumbuhan kinerja konsumsi RT didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang diantaranya tercermin dari penjualan listrik usaha yang mengalami pertumbuhan 11,86% (yoy).

Dilihat dari sisi sektoral, LU utama perekonomian Kalimantan Tengah pada triwulan berjalan didominasi oleh LU pertanian dan perkebunan (23,37%), LU industri pengolahan (16,90%), LU perdagangan besar dan eceran (PBE) (12,70%), LU konstruksi (8,88%), dan LU pertambangan (8,70%). Presentase pertumbuhan sektor utama perekonomian Kalteng mayoritas tumbuh moderat dengan LU transportasi dan pergudangan tumbuh tinggi sebesar 15,74% (yoy), disusul oleh LU industri pengolahan sebesar 13,33% (yoy), dan LU perdangan besar eceran yang tumbuh 8,10% (yoy). Pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan didorong oleh kenaikan produksi TBS yang tercatat tumbuh 9,37% (yoy) menjadi 6,88 juta ton dari sebelumnya 6,29 juta ton. Kenaikan produksi CPO ini turut mendorong pertumbuhan LU industri pengolahan, dimana produksi CPO mampu tumbuh secara tahunan 14,04% (yoy) seiring adanya perbaikan cuaca yang lebih baik pada triwulan berjalan. Peningkatan pada LU perdagangan besar dan eceran (PBE) didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dampak dari peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor pertanian perkebunan yang meningkatkan belanja masyarakat, hal ini juga sejalan dengan kenaikan penyaluran kredit konsumsi masyarakat yang tumbuh 6,86% (yoy). Di sisi lain, beberapa sektor mengalami perlambatan diantaranya LU pertambangan dan penggalian, LU penyediaan akomodasi makanan dan minuman (akmamin) dan LU konstruksi. LU pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 1,08% (yoy) melanjutkan tren penurunan pada triwulan sebelumnya yang tercatat kontraksi 1,83% (yoy) seiring dengan penurunan tajam pada jumlah produksi batu bara di Kalteng. Produksi batubara pada triwulan laporan tercatat sebesar 6,7 juta ton hingga bulan September, dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 32,5 juta ton. Sektor LU penyediaan akmamin juga tercatat mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi tumbuh 3,49% (yoy) dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2025 yang tercatat 5,14% (yoy) disebabkan oleh menurunnya periode libur panjang yang menyebabkan penurunan aktivitas masyarakat untuk sektor pariwisata. Sejalan, perlambatan pertumbuhan juga terjadi pada LU konstruksi yang tercatat tumbuh 2,08% (yoy), atau melemah dibandingkan pertumbuhan pada periode sebelumnya yang tercatat 6,04% (yoy). Pelemahan pertumbuhan LU konstruksi ini sejalan dengan penurunan realisasi belanja kredit konstruksi yang mengalami kontraksi 3,82% (yoy).

Memasuki triwulan IV 2025, ekonomi Kalimantan Tengah diprakirakan masih akan mengalami pertumbuhan didorong oleh kenaikan pada sektor konsumsi rumah tangga dan percepatan realisasi investasi. Dari sisi permintaan, kinerja konsumsi rumah tangga (RT) diprakirakan mengalami peningkatan sejalan dengan adanya perayaan HBKN nataru yang biasanya menjadi dorongan seasonal masyarakat untuk melakukan spending. Selain itu, dari sisi kebijakan moneter, penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) yang dipangkas 125 basis poin menjadi 4,75% hingga bulan November ini diharapkan menjadi lokomotif tambahan dalam peningkatan penyaluran kredit kepada masyarakat utamanya dalam belanja konsumsi dan peningkatan geliat usaha produktif. Peningkatan pertumbuhan juga didorong oleh sektor investasi/PMTB yang diprakirakan mampu meningkat didorong peningkatan investasi baik dari sisi pemerintah maupun swasta seiring dengan adanya relaksasi kebijakan moneter yang mulai menurunkan suku bunga. Di sisi lain, pertumbuhan kinerja triwulan IV 2025 diprakirakan tertahan oleh laju kinerja ekspor yang melambat didorong oleh penurunan produksi batu bara dan zircon pasir yang banyak diekspor ke pasar Tiongkok dan Jepang.

Dari sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalteng didorong oleh sektor pertanian perkebunan, sektor industri pengolahan, dan sektor PBE. LU pertanian dan perkebunan diprakirakan masih melanjutkan tren penguatan seiring dengan mulai masuknya musim peak crop komoditas TBS meskipun produksi padi diprakirakan sedikit mengalami koreksi. Produksi TBS pada bulan Oktober 2025 terpantau meningkat 11,99% (yoy) dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan juga diprakirakan mengalami peningkatan seiring dengan proyeksi kenaikan TBS yang menjadi komoditas bahan baku olahan CPO. Pada bulan Okt 2025, produksi CPO tercatat meningkat 10,06% (yoy) dibandingkan bulan Okt 2024. Peningkatan sektor PBE juga diprakirakan akan meningkatkan proyeksi pertumbuhan triwulan IV 2025 sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan mobilisasi masyarakat. Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian diprakirakan menjadi sektor penahan pertumbuhan ekonomi di triwulan berjalan. Perlambatan sektor pertambangan didorong oleh proyeksi penurunan produksi batu bara dan produksi pasir zircon.


Perkembangan Keuangan Daerah

Realisasi pendapatan Pemerintah Daerah terhadap pagu dari 14 kabupaten/kota dan provinsi sampai dengan triwulan III 2025 sebesar 43,74% atau secara nominal mencapai sebesar Rp13,59 triliun. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan triwulan III 2024 dengan realisasi mencapai sebesar 64.87% dengan dukungan terutama dari komponen pendapatan transfer. Sementara, pendapatan pajak daerah turut menurun seiring dengan kinerja pertambangan yang melambat terutama pada ekspor batu bara. Secara spasial, realisasi pendapatan terhadap pagu tertinggi diraih oleh Kabupaten Barito Utara dengan capaian realisasi sebesar 79,11%.

Realisasi belanja Pemerintah Daerah terhadap pagu sampai dengan triwulan III 2025 mencapai sebesar 42.73%, menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 46.95%. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh komponen belanja operasional dan belanja modal sejalan dengan pemberlauan efisiensi pemerintah melalui Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Kabupaten Gunung Mas menjadi wilayah dengan realisasi belanja terhadap pagu paling tinggi yakni sebesar 57.50%.

Perkembangan Inflasi Daerah

Berdasarkan empat kota IHK nya, inflasi Kalimantan Tengah pada triwulan III 2025 2,35% (yoy), meningkat dari triwulan II 2025 yang inflasi 1,06% (yoy). Peningkatan laju inflasi tahunan gabungan keempat kabupaten/kota IHK Kalimantan Tengah utamanya berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran. Komoditas emas perhiasan, daging ayam ras, dan bawang merah menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Tengah. Kenaikan harga emas didorong oleh ketidakpastian global sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat. Peningkatan komoditas bawang merah didorong oleh keterbatasan pasokan akibat belum masuknya periode panen. Pada triwulan III 2025, empat kabupaten /kota IHK Kalimantan Tengah mencatatkan inflasi gabungan sebesar 2.35% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata capaian inflasi di periode yang sama selama 3 tahun terakhir 2023-2025 sebesar 1,89% (yoy).

Pembiayaan Daerah Serta Pengembangan Akses Keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Pada  triwulan II 2025, kondisi pembiayaan daerah di Kalimantan Tengah meningkat seiring dengan risiko yang menurun serta tetap terjaga. Pertumbuhan kredit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, disebabkan oleh pertumbuhan kredit modal kerja dan investasi yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan segmen, kredit korporasi tercatat meningkat. Sejalan, kredit rumah tangga dan UMKM tercatat mengalami pertumbuhan walaupun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. DPK secara nominal meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya dan mengalami peningkatan secara tahunan. Pertumbuhan DPK didorong oleh pertumbuhan giro korporasi sejalan dengan korporasi yang masih wait and see menunggu berbagai implementasi kebijakan di bawah pemerintahan baru yang membuat korporasi menempatkan dananya di giro. Selain itu, giro pemda turut menunjukkan peningkatan seiring peningkatan transfer pemerintah pusat meskipun terdapat penurunan pagu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama. Risiko kredit perbankan masih terjaga pada level yang aman. Hal ini tercermin oleh rasio NPL yang menurun serta tetap di bawah threshold  (<5%).


​Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Net outflow uang kartal dari Bank Indonesia kepada perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah pada  triwulan III 2025 mengalami peningkatan. Kondisi ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial menjelang tahun ajaran baru, masa panen–tanam di beberapa sektor, serta perayaan Hari Kemerdekaan. Transaksi pembayaran non-tunai melalui kliring (SKNBI) mengalami peningkatan baik secara nominal maupun volume, dibandingkan triwulan sebelumnya dan secara tahunan. Peningkatan transaksi SKNBI tersebut seiring dengan peningkatan transaksi pada bulan Juli yang memasuki bulan penerimaan siswa dan mahasiswa baru sehingga transaksi kebutuhan perlengkapan pendidikan mengalami peningakatan. Transaksi uang elektronik mengalami peningkatan pada triwulan III 2025 baik dari sisi volume maupun nominal. Begitu pula transaksi QRIS mengalami peningkatan pada sisi volume, nominal transaksi. Selain itu, akseptasi QRIS juga meningkat tercermin dari peningkatan jumlah merchant dan pengguna baru QRIS.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah per Agustus 2025 tetap tumbuh kuat meskipun sedikit melambat di tengah kondisi pemulihan ekonomi Kalimantan Tengah. Angkatan kerja di Kalimantan Tengah per agustus 2025 sebasar 1.476 ribu jiwa atau tumbuh 1,06% (yoy) dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 1.460 ribu jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) per Agustus 2025 tercatat mengalami sedikit perlambatan menjadi sebesar 68,40%, dibandingkan Agustus 2024 sebesar 68,71%. Hal ini disebabkan oleh penurunan pekerja penuh sebesar 68,53%, melambat dari Agustus 2024 yang sebesar 72,12%.

Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. NTP gabungan di Kalimantan Tengah pada  triwulan III 2025 tercatat sebesar 133,37, melambat dibandingkan  triwulan sebelumnya sebesar 133,49. Penurunan terutama pada NTP Perkebunan Rakyat, Holtikultura, Perikanan, Peternakan sementara NTP Tanaman Pangan mencatatkan peningkatan.
​

Prospek Perekonomian Daerah

Pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada tahun 2025 diprakirakan akan berada di atas titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Sinergi dan koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sesuai dengan kapasitas perekonomian nasional. Dalam kaitan ini, belanja Pemerintah termasuk melalui implementasi program prioritas Pemerintah, dapat memberikan dukungan terhadap peningkatan kegiatan ekonomi domestik. Dari sisi Bank Indonesia, bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan rendahnya inflasi dan terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah. Inflasi  tahun 2025 dan 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%. Inflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjaga dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi.

Ekonomi Kalimantan Tengah di tahun 2025 diprakirakan akan mengalami peningkatan dikisaran 4,7% - 5,7% (yoy). Dari sisi permintaan, sejumlah sektor ekonomi masih memiliki potensi untuk tumbuh kuat seperti kinerja konsumsi rumah tangga dan ekspor yang tumbuh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Konsumsi Rumah Tangga diprakirakan meningkat sejalan dengan adanya stimulus ekonomi berupa pelonggaran kebijakan dan intervensi harga dari Pemerintah mendorong konsumsi lebih lanjut. Ekspor juga diperkirakan mengalami peningkatan terutama didorong oleh permintaan CPO yang tetap terjaga. Dari sisi penawaran, LU Pertanian diperkirakan tumbuh positif seiring optimalisasi lahan rawa, program cetak sawah rakyat, peningkatan produksi TBS, serta perbaikan harga karet. Pertumbuhan ini turut mendorong akselerasi LU Industri Pengolahan melalui peningkatan kebutuhan biodiesel dalam negeri, sementara LU Perdagangan juga meningkat sejalan dengan tingginya aktivitas distribusi barang dan bahan baku dari sektor terkait. Tekanan inflasi diprakirakan meningkat moderat di tahun 2025 sehingga dapat memenuhi sasaran inflasi Nasional 2,5±1,% (yoy). Sinergi kebijakan terus dilakukan oleh TPID melalui GNPIP sepert pengembangan cetak sawah rakyat, IR42 dan optimalisasi lahan rawa, serta upaya lainnya dalam mengendalikan inflasi pangan.  


Lampiran

​​

Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Kalimantan Tengah​

Halaman ini terakhir diperbarui 12/5/2025 10:00 PM

Apakah halaman ini bermanfaat?

Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?