Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​​​​​

8/23/2026 5:00 PM
Hits: 146

Karya Kreatif Indonesia 2026: Olah Limbah, Ciptakan Nilai Tambah

Siaran Pers
Press Releases

No.28/171/DKom

Pengelolaan limbah menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional mencatat timbulan sampah pada 2025 mencapai 24,8 juta ton per tahun dari 244 kabupaten/kota. Sekitar 65% diantaranya belum terkelola secara layak. Kondisi tersebut membuka peluang bagi UMKM untuk mengambil peran dalam ekonomi sirkular, mulai dari menghasilkan produk ramah lingkungan dan mengolah limbah hingga menjadi bagian dari rantai pasok industri sirkular. Hal tersebut menjadi perhatian dalam Sustainable Talk bertema “Waste Management: Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan dan Bernilai Tambah". Diskusi ini adalah salah satu rangkaian acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta (23/8). Acara dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, dan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto.

Ricky menyampaikan pengelolaan limbah perlu bertransformasi dari pola “ambil–olah–buang" menuju ekonomi sirkular. Nilai suatu produk dan kualitas material perlu dipertahankan selama mungkin. “Kita perlu bergerak dari persoalan limbah menuju pengelolaan limbah, hingga menjadikan limbah yang bernilai tambah," ujarnya. Transformasi ini membuka peluang rantai nilai baru bagi industri, UMKM, dan masyarakat melalui pengolahan dan daur ulang limbah, pemanfaatan kembali sumber daya, serta pengembangan model bisnis sirkular. Bagi UMKM, penerapan prinsip keberlanjutan tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi, menciptakan nilai tambah dan peluang usaha baru, serta memperkuat daya saing dalam rantai pasok industri.

Langkah nyata Bank Indonesia dalam memperkuat UMKM inklusif dan berkelanjutan diwujudkan melalui penyusunan Pedoman Model Bisnis UMKM Berkelanjutan. Disamping itu, Bank Indonesia juga memfasilitasi replikasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, serta Kompetisi Perintis Wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan (PERWIRA INTAN), suatu perlombaan inovasi model bisnis di bidang pertanian berkelanjutan. Pada 2026, kompetisi menjaring inovasi usaha yang mendukung ketahanan pangan dengan mengedepankan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan. Sebanyak 1.950 peserta dari kalangan pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, 200 proposal terbaik akan memperoleh pembekalan dan pendampingan. Selanjutnya, 5 inovasi terbaik berkesempatan untuk memperoleh fasilitasi business matching, kerja sama dengan Bank Indonesia, serta studi banding ke negara dengan sektor pertanian maju.

Prinsip keberlanjutan melalui UMKM sirkular juga diterapkan Bank Indonesia melalui pengelolaan Uang Rupiah. Bank Indonesia bekerjasama dengan UMKM untuk mengolah limbah racik uang kertas, yaitu hasil pemusnahan uang kertas yang sudah tidak layak edar, menjadi suvenir yang bernilai dan bahan baku pembuatan material pembenah tanah biochar. Program ini telah memperoleh pengakuan internasional melalui IACA Award kategori Best New Environmental Sustainability Project.

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyampaikan pentingnya kolaborasi Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan pemilahan sampah dalam empat kategori, yaitu organik, anorganik, bahan beracun dan berbahaya (B3), serta residu. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di hilir.

Sustainable Talk menghadirkan narasumber Kurniawan Agung dari Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Dudi Gardesi Asikin dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan M. Bijaksana Junerosano dari Waste4Change. Diskusi membahas praktik ekonomi sirkular bagi UMKM, mulai dari pemilahan dan pengelolaan sampah hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini diikuti oleh UMKM, asosiasi, kementerian/lembaga, lembaga swadaya masyarakat, komunitas pecinta lingkungan, dan masyarakat umum.

Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem usaha yang semakin inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan semangat KKI 2026, Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama, ekonomi sirkular diharapkan mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang dan nilai ekonomi baru, sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia.

 

Jakarta, 23 Agustus 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

Narasi-sp_2817126-1.jpegNarasi-sp_2817126-2.jpeg

Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id

​​​​​​​​​​​​Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 8/23/2026 6:06 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga