No.28/166/DKom
Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh positif pada Juli 2026. Posisi M2 pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp10.371,1 triliun atau tumbuh sebesar 8,3% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 8,7% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,6% (yoy).
Perkembangan M2[1] pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus). Penyaluran kredit tumbuh sebesar 13,0% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 12,1% (yoy) pada Juni 2026[2]. Sementara itu, tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 4,6% (yoy), melanjutkan pertumbuhan sebesar 10,1% (yoy) pada Juni 2026.
Hasil lengkap statistik uang beredar dan analisis terkait dapat dibaca pada link berikut.
Jakarta, 21 Agustus 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
[1] Perkembangan Uang Primer (M0) adjusted dapat dibaca pada pada link berikut.
[2] Kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo. Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.
