No.28/170/DKom
Generasi muda memiliki potensi besar sebagai penggerak inovasi, kewirausahaan, dan regenerasi UMKM Indonesia. Survei Badan Pusat Statistik 2025 mencatat Gen-Z dan Milenial mencapai 49,27% dari 284,67 juta penduduk Indonesia. Perannya dalam ekonomi kreatif juga semakin kuat, karena saat ini 63% tenaga kerja adalah dari kedua kelompok generasi tersebut. Tumbuh dekat dengan teknologi, media sosial, ekonomi digital, dan memiliki kebanggaan terhadap produk lokal, menjadi modal kuat untuk kontribusi besar terhadap UMKM. Potensi tersebut perlu terus diperkuat untuk mendorong regenerasi, terutama pada sektor berbasis keterampilan dan budaya, seperti wastra dan kriya. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, pada Youth Talk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan". Turut hadir Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta perwakilan kementerian/lembaga, UMKM, wirausaha muda, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, komunitas kewirausahaan, dan mahasiswa. Gelaran ini diselenggarakan Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta (22/8).
Thomas menekankan bahwa keberlanjutan UMKM membutuhkan proses regenerasi yang mampu menghubungkan kekuatan antargenerasi. Pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang telah dibangun perlu diwariskan, sementara generasi muda membawa cara pandang baru untuk menciptakan nilai tambah dan memperluas peluang usaha. Generasi muda juga perlu mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai konsumen produk kreatif, tetapi sebagai pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru. “Berani berkarya, terus berinovasi, dan tetap jaga identitas Indonesia di tengah persaingan global," pesan Thomas.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran penting sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatannya dilakukan melalui delapan klaster prioritas ASTA EKRAF. Klaster ini yang mencakup pengembangan ekosistem, talenta, pembiayaan, pemasaran, hingga diplomasi ekonomi kreatif. Sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia turut mendukung agenda tersebut melalui pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, dan insentif sesuai Rencana Aksi Ekonomi Kreatif Tahap I 2026–2029. “Dengan kolaborasi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang terakselerasi. Dari local heroes yang go national hingga menjadi national champions yang go global," pungkas Riefky.
Langkah nyata Bank Indonesia dalam mendorong regenerasi UMKM dilakukan dengan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas, inovasi, dan kewirausahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui tiga pilar pengembangan UMKM, yaitu korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan. Implementasinya antara lain melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, termasuk Citra Nusa, yaitu kompetisi Inovasi Wastra Nusantara yang melibatkan 580 UMKM wastra terpilih dari seluruh Indonesia, yang sebagian besar merupakan wirausahawan muda. Citra Nusa mendorong regenerasi wastra sekaligus meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat integrasi rantai pasok. Bank Indonesia juga memfasilitasi pembekalan pengelolaan bisnis di lokapasar dan perluasan pemasaran domestik maupun global bagi 2.156 UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Pendampingan penerapan praktik usaha hijau turut diperkuat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM.
Youth Talk menghadirkan narasumber dari Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Rosita Dewi, dan Dosen Sekolah Bisnis IPB University, Suhendi. Turut hadir dalam talkshow mewakili pelaku UMKM lintas generasi, Ryandika Tera Gandewa dari LAMOPS Craftworks Lombok dan Hisyam Suleiman dari EB Batik Tradisional Cirebon turut berbagi pengalaman dan motivasi. Dialog lintas perspektif tersebut makin menegaskan pentingnya regenerasi transformatif untuk mendorong UMKM berkelanjutan dan berdaya saing, sekaligus mempertahankan keunikan, kreativitas dan identitas budaya sebagai kekuatan produk lokal. Regenerasi diharapkan mampu menjaga warisan budaya tetap hidup dan relevan, serta membuka peluang pasar yang semakin luas bagi UMKM.
Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan mengembangkan kewirausahaan. Sejalan dengan semangat KKI 2026, Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama, sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan semakin banyak wirausaha muda yang produktif, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Semangat regenerasi juga diwujudkan melalui area “Rupa Kini“ di KKI 2026 yang menghadirkan produk UMKM kekinian yang relevan dengan tren anak muda, dilengkapi pengalaman interaktif seperti lokakarya kreatif, photobooth dan aktivitas menarik lainnya. Rupa Kini menjadi ruang untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan generasi muda terhadap karya lokal sekaligus mendukung inovasi produk UMKM Indonesia. Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM kreatif Indonesia untuk bangkit, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa.
Jakarta, 21 Agustus 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

