Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​​​​​

8/21/2026 11:00 PM
Hits: 89

Karya Kreatif Indonesia 2026: Business Matching, Pembiayaan Tepat untuk UMKM Berdaya Saing Kuat

Siaran Pers
Press Releases

No.28/169/DKom 

Delapan lembaga keuangan bersama UMKM mitranya melakukan penandatanganan pembiayaan. Empat kesepakatan pembiayaan merupakan pembiayaan inklusif1 dan empat lainnya merupakan pembiayaan berkelanjutan. Penandatanganan tersebut merupakan hasil dari fasilitasi business matching pembiayaan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia. Sampai dengan Juli 2026, fasilitasi business matching telah mencapai Rp285 miliar, terdiri dari pembiayaan inklusif sebesar Rp150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp135 miliar. Capaian tersebut masih akan terus bertambah seiring realisasi pembiayaan hingga akhir 2026. Penandatanganan ini disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman. Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI dengan UMKM mitra masing-masing dalam acara Gebyar Pembiayaan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC Jakarta (21/8).

Tantangan pembiayaan UMKM tidak semata terkait ketersediaan dana, tetapi juga kesiapan usaha, persepsi risiko, serta kemampuan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan. Untuk itu, Bank Indonesia memperkuat pengembangan UMKM dari hulu hingga hilir. Langkah yang ditempuh Bank Indonesia diantaranya mencakup peningkatan kapasitas usaha, penguatan rekam jejak keuangan, peningkatan visibilitas UMKM, dan perluasan akses pasar. Selanjutnya, Bank Indonesia mempertemukan UMKM dengan lembaga pembiayaan untuk memfasilitasi akses pembiayaan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar semakin banyak UMKM memperoleh pembiayaan, berkembang, dan naik kelas.

Lebih lanjut, Aida menyampaikan, “Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand." Dari sisi supply, Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) memberikan insentif likuiditas kepada perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada UMKM. Sementara itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) mendorong perluasan pembiayaan inklusif. Dari sisi demand, digitalisasi pembayaran memanfaatkan QRIS membangun rekam jejak usaha. “Penguatan ekosistem pembiayaan UMKM ke depan memerlukan komitmen yang konsisten, inovasi yang adaptif, serta sinergi yang semakin erat antara Bank Indonesia, Pemerintah, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya," pungkas Aida.   

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan bahwa pembiayaan perlu didukung peningkatan kapasitas dan perluasan akses pasar agar UMKM dapat terus berkembang dan menjaga kualitas pembiayaan. Hingga 20 Agustus 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp197 triliun kepada 3,05 juta UMKM, 65% diantaranya disalurkan kepada sektor produksi. Pemerintah juga memperkuat layanan UMKM melalui platform digital SAPA UMKM, platform yang mengintegrasikan berbagai layanan dan informasi pengembangan usaha dalam satu ekosistem, serta mendorong sinergi business matching untuk memperluas pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. “Pembiayaan yang ditandatangani hari ini diharapkan dapat menjadi modal bagi penambahan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan peningkatan omzet," ujar Maman.

Kesiapan UMKM dalam mengakses pembiayaan juga diperkuat melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) dan Sistem Aplikasi Input Data (BISAID). SIAPIK membantu UMKM melakukan pencatatan transaksi dan menghasilkan laporan keuangan terstandar. Sepanjang semester I 2026, SIAPIK telah membantu 63.396 UMKM. Sementara itu, BISAID menyediakan basis data profil UMKM yang potensial dibiayai, sebagai referensi lembaga keuangan. Pemanfaatan BISAID telah membantu 476 UMKM memperoleh pembiayaan pada 2025. Kedua inisiatif tersebut mendorong UMKM semakin mudah terhubung dengan lembaga keuangan.

Gebyar Pembiayaan dilanjutkan dengan talkshow bersama lembaga keuangan untuk berbagi informasi mengenai produk, skema, dan mekanisme pembiayaan bagi UMKM. Hadir sebagai narasumber pada kesempatan ini Senior Vice President BCA, Tjoeng Haryanto; Senior Executive Vice President BRI, Candra Utama; Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy; SEVP Commercial Banking BNI, Andi Yusdiman; dan Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha dan TJSL PNM, Merphino Soelaksmono. Sesi tersebut memperluas informasi dan konektivitas UMKM dengan berbagai alternatif sumber pembiayaan sesuai kebutuhan dan tahapan pengembangan usaha.

Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan kapasitas dan kesiapan UMKM. Sejalan dengan semangat yang diusung KKI 2026 yaitu Beudaya MeusareSare yang artinya Berdaya Bersama-sama, sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk bangkit, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa.

 

Jakarta, 21 Agustus 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso

Direktur Eksekutif​

Narasi-sp_2816926.jpeg

Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id

​​​​​​​​​Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 8/22/2026 9:21 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga