Peraturan

BI Icon

Departemen Komunikasi​

9/13/2021 4:00 AM
Hits: 2688

​ Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23/21/PADG/2021 tentang Transaksi Letter of Credit di Bank Indonesia.

Peraturan Bank Indonesia
Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah
Berlaku

RINGKASAN PERATURAN BANK INDONESIA

 

Peraturan                  : Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23/21/PADG/2021 tentang Transaksi Letter of Credit di Bank Indonesia.

Tanggal berlaku        : 13 September 2021

 

     I.        Peraturan Bank Indonesia ini merupakan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 23/21/PADG/2021 tentang Transaksi Letter of Credit di Bank Indonesia. 

    II.       Latar belakang penerbitan PBI ini yaitu untuk mendukung pelaksanaan transaksi letter of credit di Bank Indonesia sebagai salah satu bentuk layanan jasa kebanksentralan dengan tata kelola (governance) dan penerapan prinsip kehati-hatiaan.

  III.       Beberapa hal yang diatur dalam PADG ini meliputi:

1.          Nasabah yang dapat mengajukan Transaksi Letter of Credit (Transaksi L/C).

2.          Barang dan/atau jasa yang dapat diimpor merupakan barang dan/atau jasa strategis guna mendukung kepentingan nasional termasuk namun tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur, pertahanan dan keamanan nasional, dan/atau kelancaran proses operasional pemerintah.

3.          Sumber pembiayaan L/C berasal dari Pinjaman (Pinjaman murni atau Pinjaman campuran), Hibah, Rupiah Murni, dan sumber pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

4.          Nilai L/C dan masa berlaku L/C diatur dengan ketentuan berdasarkan sumber pembiayaannya.

5.          Dana untuk pembayaran uang muka yang berasal dari Rupiah Murni Pendamping harus sudah tersedia di Bank Indonesia sebelum Nasabah mengajukan permohonan penerbitan L/C apabila sumber pembiayaan L/C berasal dari Pinjaman campuran.

6.          Bank Indonesia hanya dapat menerbitkan L/C jika dalam PKPBJ, Perjanjian Pinjaman, Perjanjian Hibah, dan/atau kesepakatan tertulis antara Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dicantumkan cara pembayaran dilakukan melalui penerbitan L/C.

7.          Jenis L/C yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berbentuk sight L/C yang bersifat unconfirmed dan restricted.

8.          Bank Penerus (Advising Bank) dan Bank Tertunjuk (Nominated Bank) harus memiliki relationship management application dengan Bank Indonesia.

9.          Pelaksanaan Transaksi L/C di Bank Indonesia dilakukan sesuai dengan Uniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCPDC) versi terakhir yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce.

10.       Kegiatan dalam Transaksi L/C di Bank Indonesia meliputi:

  1. penerbitan L/C;
  2. pembayaran tagihan L/C;
  3. perubahan L/C; dan
  4. penutupan L/C.

11.       Aplikan harus menyampaikan permohonan penerbitan L/C untuk melakukan Transaksi L/C di Bank Indonesia melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia.

12.       Permohonan penerbitan L/C disertai dengan dokumen pendukung dan disampaikan melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia, dalam bentuk salinan keras kepada satuan kerja di Bank Indonesia yang melaksanakan fungsi jasa perbankan, perizinan, dan operasional tresuri, dan dalam bentuk salinan keras oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kepada satuan kerja di Bank Indonesia yang melaksanakan fungsi jasa perbankan, perizinan, dan operasional tresuri, sesuai dengan ketentuan masing-masing dokumen.

13.       Bank Indonesia menyetujui atau menolak permohonan penerbitan L/C setelah melakukan pertimbangan:

  1. penelitian kelengkapan dan kebenaran dokumen yang dipersyaratkan; dan
  2. penerapan prinsip kehati-hatian terhadap Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary) yang merupakan counterpart Aplikan, Bank Penerus (Advising Bank), dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank).

14.       Aplikan harus melengkapi, memperbaiki, dan/atau memperbarui dokumen yang dipersyaratkan apabila dokumen yang dipersyaratkan belum lengkap dan/atau belum benar dan menyampaikan dokumen yang telah dilengkapi, diperbaiki, dan/atau diperbarui melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

15.       Bank Indonesia meminta Aplikan untuk memastikan Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary) yang merupakan counterpart Aplikan, Bank Penerus (Advising Bank), dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank) telah memenuhi prinsip kehati-hatian, yang dilakukan dengan cara identifikasi dan verifikasi atas profil counterpart Nasabah, Bank Penerus (Advising Bank), dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank).

16.       Bank Indonesia menerbitkan L/C dengan menggunakan sarana international standard messaging dalam hal Bank Indonesia menyetujui permohonan Aplikan, yang dilakukan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah dokumen yang dipersyaratkan dinyatakan lengkap dan benar.

17.       Salinan L/C disampaikan Bank Indonesia kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Aplikan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

18.       Bank Indonesia melakukan penerapan prinsip kehati-hatian berupa pemantauan terhadap profil Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary) yang merupakan counterpart Aplikan, Bank Penerus (Advising Bank), dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank).

19.       Pembayaran tagihan L/C oleh Bank Indonesia dilakukan melalui tahapan:

          1. penerimaan dokumen tagihan L/C; dan 
          2. pemeriksaan dokumen tagihan L/C.

20.       Bank Indonesia menerima dokumen tagihan L/C dari:

          1. Bank Penerus (Advising Bank) atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank);
          2. Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary); atau
          3. pihak yang ditunjuk oleh Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary).

21.       Bank Indonesia melakukan pemeriksaan dokumen tagihan L/C untuk menentukan Complying Presentation, yang dilakukan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah dokumen tagihan L/C diterima oleh Bank Indonesia.

22.       Bank Indonesia menerima dokumen tagihan L/C pada jam operasional yang ditetapkan Bank Indonesia.

23.       Bank Indonesia memberitahukan adanya Diskrepansi kepada Bank Penerus (Advising Bank) dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank) serta kepada Aplikan, disertai dengan permintaan persetujuan atau penolakan Aplikan untuk melakukan pembayaran tagihan L/C terhadap dokumen yang terdapat Diskrepansi.

24.       Penyampaian pemberitahuan adanya Diskrepansi oleh Bank Indonesia kepada Aplikan dan penyampaian persetujuan atau penolakan Aplikan untuk melakukan pembayaran tagihan L/C kepada Bank Indonesia disampaikan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

25.       Bank Indonesia melakukan pembayaran tagihan L/C dalam hal dokumen tagihan L/C:

  1. sudah dinyatakan memenuhi Complying Presentation; atau
  2. telah mendapatkan persetujuan pembayaran oleh Aplikan dalam hal terdapat Diskrepansi.

26.       Bank Indonesia menerbitkan dan menyampaikan Nodis kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Aplikan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam hal Bank Indonesia telah melakukan pembayaran tagihan L/C.

27.       Perubahan L/C hanya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan antara Aplikan dan Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary), yang hanya meliputi perubahan terhadap:

  1. syarat dan kondisi L/C;
  2. nilai L/C;
  3. Bank Penerus (Advising Bank) dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank); dan/atau
  4. Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary).

28.       Aplikan harus menyampaikan permohonan perubahan L/C melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia.

29.       Permohonan perubahan L/C disertai dengan dokumen pendukung dan disampaikan melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia, dalam bentuk salinan keras kepada satuan kerja di Bank Indonesia yang melaksanakan fungsi jasa perbankan, perizinan, dan operasional tresuri, dan dalam bentuk salinan keras oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kepada satuan kerja di Bank Indonesia yang melaksanakan fungsi jasa perbankan, perizinan, dan operasional tresuri, sesuai dengan ketentuan masing-masing dokumen.

30.       Bank Indonesia menyetujui atau menolak permohonan perubahan L/C setelah melakukan pertimbangan:

  1. penelitian kelengkapan dan kebenaran dokumen yang dipersyaratkan; dan
  2. penerapan prinsip kehati-hatian, dalam hal perubahan L/C terkait dengan perubahan Bank Penerus (Advising Bank), Bank Tertunjuk (Nominated Bank), dan/atau Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary).

31.       Aplikan harus melengkapi, memperbaiki, dan/atau memperbarui dokumen yang dipersyaratkan apabila dokumen yang dipersyaratkan belum lengkap dan/atau belum benar dan menyampaikan dokumen yang telah dilengkapi, diperbaiki, dan/atau diperbarui melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

32.       Bank Indonesia meminta Aplikan untuk memastikan Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary) yang merupakan counterpart Aplikan, Bank Penerus (Advising Bank), dan/atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank) telah memenuhi prinsip kehati-hatian, yang dilakukan dengan cara identifikasi dan verifikasi atas profil para pihak yang berubah.

33.       Bank Indonesia melakukan perubahan L/C paling lama 2 (dua) hari kerja setelah dokumen pendukung dinyatakan lengkap dan benar dengan menggunakan sarana international standard messaging.

34.       Bank Indonesia menyampaikan salinan perubahan L/C kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Aplikan, dan/atau pihak lainnya melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

35.       Bank Indonesia dapat melakukan penutupan L/C, yang penutupannya dilakukan dalam hal:

    1. berakhirnya masa berlaku L/C; atau
    2. pembatalan L/C.

36.       Pembatalan L/C sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf b dilakukan berdasarkan:

    1. permintaan Aplikan; atau
    2. keputusan Bank Indonesia atas dasar:
      1. permintaan otoritas yang berwenang; dan/atau
      2. hasil evaluasi pertimbangan Bank Indonesia.

37.       Pembatalan L/C berdasarkan permintaan Aplikan yang dilakukan dilakukan melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia disertai dengan dokumen pendukung berupa kesepakatan pembatalan Transaksi L/C di Bank Indonesia antara Aplikan dan Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary), dilakukan atas dasar:

    1. adanya permintaan untuk melakukan perubahan Bank Penerus (Advising Bank), Bank Tertunjuk (Nominated Bank), dan/atau Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary); atau
    2. adanya permintaan untuk melakukan penghentian Transaksi L/C.

38.       Bank Indonesia memberitahukan penutupan L/C kepada Aplikan dan pihak lainnya melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

39.       Bank Indonesia dapat melakukan endorsemen pada bill of lading atau airway bill, apabila dokumen bill of lading atau airway bill mencantumkan nama Bank Indonesia sebagai penerima barang (consignee).

40.       Bank Indonesia dapat melakukan endorsemen pada bill of lading atau airway bill sebelum dokumen tagihan L/C yang dipersyaratkan dalam L/C diterima oleh Bank Indonesia.

41.       Bank Indonesia mengenakan biaya Transaksi L/C untuk:

    1. penerbitan L/C, yang terdiri dari biaya provisi dan biaya korespondensi; dan/atau
    2. perubahan L/C, yang terdiri dari biaya provisi untuk penambahan nilai L/C (increase) dan/atau biaya korespondensi untuk perubahan Bank Tertunjuk (Nominated Bank) dan/atau perubahan Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary).

42.       Biaya penerbitan L/C yang terdiri dari biaya provisi dikenakan sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dari nilai L/C dengan nilai paling sedikit setara USD50,00 (lima puluh dolar Amerika Serikat) dan paling banyak setara USD5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) dan biaya korespondesi yaitu setara USD150,00 (seratus lima puluh dolar Amerika Serikat).

43.       Biaya perubahan L/C yang terdiri dari biaya provisi dikenakan sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dari penambahan nilai L/C (increase) dengan nilai paling sedikit setara USD50,00 (lima puluh dolar Amerika Serikat) dan paling banyak setara USD5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) dan biaya korespondesi yaitu setara USD150,00 (seratus lima puluh dolar Amerika Serikat).

44.       Biaya penerbitan L/C diterbitkan dalam mata uang rupiah atau dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

45.       Dalam hal hasil perhitungan atas biaya provisi serta perhitungan biaya korespondensi untuk pembayaran dengan mata uang rupiah terdapat angka di belakang koma, dilakukan pembulatan ke atas pada angka ratusan terdekat.

46.       Dalam hal hasil perhitungan atas biaya provisi serta perhitungan biaya korespondensi untuk pembayaran dengan mata uang dolar Amerika Serikat, terdapat angka di belakang koma, dilakukan pembulatan ke atas.

47.       Kurs yang digunakan untuk pembayaran biaya dalam mata uang rupiah adalah kurs transaksi jual Bank Indonesia pada tanggal penyetoran.

48.       Bank Indonesia dapat mengecualikan pengenaan biaya Transaksi L/C di Bank Indonesia kepada pihak tertentu berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai kewenangan Bank Indonesia.

49.       Pihak yang menyebabkan keterlambatan pembayaran tagihan L/C (pihak di luar Bank Indonesia atau Bank Indonesia) yang mengakibatkan timbulnya biaya keterlambatan, harus membayar biaya keterlambatan kepada:

    1. Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary); dan/atau
    2. Bank Penerus (Advising Bank) atau Bank Tertunjuk (Nominated Bank).

50.       Dalam hal biaya keterlambatan disebabkan oleh pihak di luar Bank Indonesia, berlaku ketentuan:

          1. Bank Indonesia menginformasikan kepada Aplikan tentang adanya klaim biaya keterlambatan oleh Penyedia Barang atau Jasa  (Beneficiary); dan
          2. Bank Indonesia melaksanakan pembayaran biaya keterlambatan kepada Penyedia Barang atau Jasa (Beneficiary) dalam hal dana pembayaran biaya keterlambatan telah tersedia di rekening Bank Indonesia.

51.       Korespondensi terkait dengan Transaksi L/C di Bank Indonesia ditujukan kepada:

Bank Indonesia c.q. Departemen Jasa Perbankan, Perizinan, dan Operasional Tresuri

Jalan M.H. Thamrin Nomor 2, Jakarta 10350

Surat elektronik: customerservice_ljp@bi.go.id

52.       Dalam hal terjadi perubahan alamat korespondensi, Bank Indonesia memberitahukan perubahan alamat korespondensi melalui laman Bank Indonesia dan/atau surat.

53.       Dalam hal Aplikan tidak dapat menggunakan aplikasi layanan Bank Indonesia atau tidak memenuhi persyaratan memperoleh Aplikasi Layanan Bank Indonesia, kegiatan dalam transaksi L/C di Bank Indonesia disampaikan kepada satuan kerja di Bank Indonesia yang melaksanakan fungsi jasa perbankan, perizinan, dan operasional tresuri melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. 

 IV.        Ketentuan dalam PADG ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu tanggal 13 September 2021.

 

Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 9/14/2021 9:54 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga