Peraturan

BI Icon

Departemen Komunikasi​​

6/28/2021 6:00 PM
Hits: 2316

Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23/11/PADG/2021 tentang Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah

Peraturan Anggota Dewan Gubernur
Moneter
Berlaku

RINGKASAN PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR

 

Peraturan:Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23/11/PADG/2021 tentang Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah

Berlaku

 

:2 Juli 2021

 

 I.         Latar Belakang dan Tujuan

Guna meningkatkan pelaksanaan strategi pengelolaan nilai tukar yang cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan pasar, diperlukan penguatan Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (SISMONTAVAR). Selanjutnya, dalam rangka mendukung penguatan SISMONTAVAR, perlu diatur mengenai mekanisme dan hal-hal teknis pelaksanaan penerapan SISMONTAVAR. Untuk itu, perlu menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur tentang Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah (PADG SISMONTAVAR).

 

II.         Materi Pengaturan

1.       Bank Indonesia menerapkan SISMONTAVAR atas:

    1. seluruh nilai transaksi valuta asing terhadap rupiah yang dilakukan AntarBank melalui Sistem Transaksi Valuta Asing;
    2. transaksi valuta asing terhadap rupiah yang dilakukan Antara Bank dengan Nasabah untuk:
      1. transaksi spot (termasuk tod dan tom) dengan nilai paling sedikit USD 250,000 atau ekuivalennya;
      2. transaksi derivatif dengan nilai paling sedikit USD 1,000,000 atau ekuivalennya.

        Dalam hal diperlukan, Bank Indonesia dapat mengubah besaran batasan nilai transaksi valuta asing terhadap rupiah yang dilakukan Antara Bank dengan Nasabah di atas.

2.       Kewajiban Bank dalam penerapan SISMONTAVAR:

    1. Bank yang melakukan transaksi valuta asing terhadap rupiah AntarBank melalui Sistem Transaksi Valuta Asing wajib melakukan koneksi Sistem Transaksi Valuta Asing tersebut dengan SISMONTAVAR.
    2. Bank yang melakukan transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nasabah wajib melakukan koneksi Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing yang digunakan dalam transaksi dengan SISMONTAVAR. Sistem pendukung transaksi valuta asing merupakan sistem tresuri dan/atau sistem setelmen yang digunakan oleh Bank.

3.       Mekanisme koneksi dengan SISMONTAVAR

    1. Untuk transaksi AntarBank:

      Bank menyampaikan informasi status koneksi Sistem Transaksi Valuta Asing dengan SISMONTAVAR melalui surat kepada Bank Indonesia paling lambat 5 hari kerja sejak Sistem Transaksi Valuta Asing terkoneksi dengan SISMONTAVAR.
    2. Untuk transaksi Antara Bank dengan Nasabah:
      1. Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing yang dikoneksikan dengan SISMONTAVAR harus memenuhi spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I PADG SISMONTAVAR.
      2. Bank menyampaikan pengajuan koneksi Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing dengan SISMONTAVAR kepada Bank Indonesia dengan contoh format surat sebagaimana tercantum dalam Lampiran II PADG SISMONTAVAR.
      3. Dalam hal pengajuan koneksi dinyatakan lengkap dan benar, Bank Indonesia menyampaikan informasi untuk melakukan koneksi dengan SISMONTAVAR dalam jangka waktu 15 hari kerja sejak diterimanya surat pengajuan dari Bank. Adapun informasi tersebut meliputi client ID, client secret, user name, dan informasi lainnya.
      4. Bank menyampaikan informasi status koneksi Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing dengan SISMONTAVAR melalui surat kepada Bank Indonesia paling lambat 5 hari kerja sejak diterimanya informasi dari Bank Indonesia pada poin 3).

4.       Sanksi dalam penerapan SISMONTAVAR

    1. Bank yang melanggar ketentuan kewajiban koneksi dikenai sanksi administratif berupa:
  1. teguran tertulis; dan
  2. penyampaian rencana tindak (action plan).
    1. Penyampaian rencana tindak (action plan) harus dilakukan paling lambat 5 hari kerja sejak surat teguran tertulis diterima oleh Bank.
    2. Rencana tindak (action plan) tersebut:
  1. paling sedikit memuat informasi mengenai komitmen dan rencana Bank dalam memenuhi kewajiban koneksi dengan SISMONTAVAR;
  2. disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh pejabat setingkat direktur yang berwenang;
  3. harus memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia; dan
  4. harus diimplementasikan paling lambat 6 bulan setelah rencana tindak (action plan) disetujui oleh Bank Indonesia.

5.       Prosedur Konfirmasi dan Koreksi Data Transaksi

    1. Bank harus melakukan Prosedur Konfirmasi pada Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing yang telah terkoneksi dengan SISMONTAVAR paling lambat 30 menit setelah transaksi dilakukan. Prosedur Konfirmasi berlaku untuk transaksi valuta asing terhadap rupiah yang dilakukan AntarBank dan Antara Bank dengan Nasabah. Prosedur Konfirmasi untuk transaksi valuta asing terhadap rupiah AntarBank termasuk yang dilakukan melalui Pialang Pasar Uang.
    2. Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing yang digunakan dalam Prosedur Konfirmasi harus menyediakan data dan informasi dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran III PADG SISMONTAVAR.
    3. Dalam hal terdapat kesalahan data transaksi valuta asing terhadap rupiah setelah Prosedur Konfirmasi, Bank harus menyampaikan koreksi atas data transaksi pada tanggal yang sama dengan tanggal transaksi. Koreksi yang disampaikan oleh Bank berlaku pula untuk transaksi yang dilakukan melalui Pialang Pasar Uang. Koreksi disampaikan melalui surat yang dapat didahului dengan surat elektronik ke PelaporanFX@bi.go.id.

6.       Keadaan Tidak Normal

    1. Dalam hal terjadi keadaan tidak normal yang menyebabkan gangguan pada Sistem Transaksi Valuta Asing dan/atau sistem pendukung transaksi valuta asing sehingga tidak terkoneksi dengan SISMONTAVAR, pengenaan sanksi administratif tidak berlaku. Keadaan tidak normal tersebut berupa SISMONTAVAR terkendala, jaringan data terganggu, Sistem Transaksi Valuta Asing tidak dapat dioperasikan, sistem pendukung transaksi valuta asing tidak dapat dioperasikan, dan/atau kejadian luar biasa (force majeure).
    2. Dalam hal terjadi keadaan tidak normal yang dialami oleh Bank, Bank menyampaikan informasi tersebut melalui surat yang dapat didahului dengan surat elektronik ke PelaporanFX@bi.go.id, disertai dengan bukti pendukung. Bukti pendukung berupa dokumentasi yang dapat menunjukkan keadaan tidak normal yang dialami oleh Bank.

7.       Bagi Bank yang telah memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud pada poin 2.a., ketentuan pada poin 3.a. dilakukan paling lambat 5 hari kerja sejak PADG SISMONTAVAR berlaku.

8.       Bank harus menyusun rencana tindak (action plan) terkait pemenuhan kewajiban pada poin 2.b. dan menyampaikannya ke Bank Indonesia paling lambat tanggal 2 Juli 2021. Rencana tindak (action plan) disampaikan melalui surat yang dapat didahului dengan surat elektronik ke PelaporanFX@bi.go.id, dan paling sedikit memuat informasi mengenai komitmen dan rencana Bank dalam memenuhi kewajiban pada poin 2.b. Pemenuhan kewajiban pada poin 2.b. dilakukan Bank paling lambat tanggal 31 Januari 2022, yang dibuktikan dengan surat informasi status koneksi sebagaimana dimaksud pada poin 3.b.4).

9.       PADG SISMONTAVAR mulai berlaku pada tanggal 2 Juli 2021.

 

 

--------888-------

 

 

Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 7/2/2021 3:45 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga