Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon
​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​
9/25/2026 10:00 PM
Hits: 109

FEKDI x IFSE 2026: Talenta dan Inovasi Digital sebagai Penggerak Daya Saing Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Siaran Pers
Press Releases

No. 28/201 /DKom 

Pengembangan talenta dan inovasi digital dilakukan dengan sinergi Merah Putih untuk memperkuat daya saing ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Sinergi tersebut diarahkan untuk mencetak talenta yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan menjaga ekosistem digital secara mandiri sehingga transformasi digital tidak hanya bertumpu pada penguatan infrastruktur dan perluasan layanan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi Merah Putih ini tecermin melalui komitmen bersama “Talenta Digital untuk Indonesia Maju". Komitmen ini disepakati bersama oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem, dan Ketua Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) Eka Fitria dalam momen FEKDI x IFSE 2026 hari kedua di Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Jakarta (25/9).

Indonesia memiliki modal demografi yang kuat, dengan 68,94% penduduk berada pada usia produktif yang didominasi generasi milenial dan Gen Z. Namun, Destry mengingatkan bahwa  peningkatan penetrasi internet belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital dan ketersediaan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kesenjangan ini perlu dijembatani melalui penyelarasan kebutuhan industri, pembelajaran terintegrasi, dan penyerapan talenta yang optimal. Inovasi dan talenta harus bergerak bersama," tegas Destry.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda perlu mengimbangi penguasaan teknologi dengan fondasi hard science yang kuat agar mampu memahami, mengembangkan, dan mengevaluasi teknologi secara kritis. Brian Yuliarto menekankan pentingnya menyiapkan talenta unggul yang terus belajar dan adaptif terhadap perubahan. “Kami mengundang otoritas dan pelaku industri untuk semakin dekat dengan kampus agar pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi selaras dengan kebutuhan nyata. Masa depan transformasi digital sangat ditentukan oleh kesempatan yang kita berikan kepada generasi muda untuk belajar, berkarya, dan berkembang," ujar Brian.

“Inovasi tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. QRIS Antarnegara menjadi salah satu bukti bagaimana sebuah gagasan dikembangkan menjadi inovasi yang implementatif dan berdampak," ujar Destry. Sejalan dengan semangat tersebut, pada kesempatan ini Bank Indonesia dan  Banco Central de Timor-Leste (BCTL) menandatangani Nota Kesepahaman di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital. Nota Kesepahaman tersebut mencakup penguatan kerja sama di bidang sistem pembayaran dan setelmen serta inovasi keuangan digital, sekaligus menjadi landasan pengembangan konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Timor-Leste. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung transaksi dan aktivitas ekonomi kedua negara serta mewujudkan pembayaran lintas batas yang lebih mudah, efisien, aman, dan inklusif.

PUSAT INOVASI DIGITAL INDONESIA (PIDI)

Sebagai langkah untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital, Bank Indonesia mengembangkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Program ini dilakukan melalui tiga inisiatif utama, yaitu Hackathon sebagai ruang eksperimen inovasi, Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) sebagai wadah pengembangan talenta melalui pelatihan, sertifikasi, dan bursa kerja, serta Strategic Intelligent Market Analysis (SIGMA) untuk memastikan inovasi selaras dengan kebutuhan pasar. Inisiatif tersebut diimplementasikan melalui PIDI: DIGDAYA x Hackathon 2026 yang merupakan kompetisi inovasi dan pengembangan talenta digital. Pada prosesnya, telah dilakukan seleksi finalis dari 2.094 proposal inovasi terkait ekonomi dan keuangan digital, termasuk aspek manajemen risiko. Inovasi dari para talenta digital tersebut  dipertemukan dengan pelaku industri dan calon pengguna melalui PIDI Digital Talent Expo, Business and Talent Matching, serta PIDI Hall of Fame. Melalui interaksi upscale, connect, and inspire, para inovator memperoleh masukan untuk menyempurnakan gagasan, memperluas jejaring, dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi ini diperkuat melalui berbagai inisiatif nasional dan prosesi Digital Partnership Handshake yang menghubungkan kapasitas talenta dengan kebutuhan industri dan ruang implementasi, dengan tetap mengedepankan keamanan, ketahanan ekonomi dan keuangan digital, serta pelindungan konsumen.

Pada momentum FEKDI x IFSE 2026 ini, Bank Indonesia telah mengumumkan pemenang program PIDI: Hackaton x DIGDAYA 2026. Inovasi produk dan layanan digital yang terpilih sebagai juara diharapkan dapat menjadi solusi digital yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Para pemenang dapat diakses pada tautan berikut.

PEREMPUAN DAN GENERASI MUDA, PENGGERAK INOVASI DIGITAL

Perempuan dan generasi muda memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan bonus demografi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui transformasi digital. “Jangan hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi kita juga harus mampu menjadi produsen yang menciptakan teknologi yang impactful dan inclusive," ujar Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam High Level Talk bertema “Women & Talent: Mencetak Talenta Digital dan Ekspansi Ekonomi Berbasis Inovasi". Destry menegaskan bahwa pengembangan talenta digital harus berorientasi pada kebutuhan ekonomi dan masyarakat agar tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia dengan kemampuan teknis, tetapi juga melahirkan inovator yang mampu menciptakan solusi berdampak dan inklusif. Dalam konteks tersebut, Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang diinisiasi Bank Indonesia diharapkan menjadi wadah pengembangan talenta dan inovasi, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi perempuan dan generasi muda untuk berkembang, menjawab kebutuhan pasar, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

Dari sisi pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyoroti perlunya pendidikan tinggi untuk menghadirkan panutan perempuan di berbagai institusi untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkembang di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Menurutnya, membuka ruang tersebut perlu diikuti dengan pendidikan yang membekali talenta dengan kompetensi yang relevan di era AI, tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga daya pikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi. “Dengan adanya AI, hal-hal teknis bisa semakin banyak digantikan oleh AI. Kalau kita hanya berinvestasi pada pendidikan yang mengutamakan kemampuan teknis, justru kita bisa semakin tertinggal," tegas Stella.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menggarisbawahi sinergi triple helix untuk memperkuat daya saing talenta di pasar global dan membuka peluang ekspor jasa digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi secara tepat dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dengan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi dalam mendigitalisasi pasar rakyat dan pedagang melalui sistem pembayaran digital, pelatihan penjualan daring, serta pemanfaatan InaExport, platform digital B2B (business-to-business) resmi dari Kementerian Perdagangan untuk mempertemukan produk Indonesia dengan pasar internasional.

Sementara itu, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, dan CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menekankan pemberdayaan perempuan, inklusivitas, etika, serta penguatan jalur pembelajaran dan karier agar perempuan semakin berperan sebagai inovator, pemimpin, dan pengambil keputusan di ekosistem digital. Yenny menyoroti bahwa tantangan perempuan dalam memanfaatkan teknologi tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga ekosistem dan kepercayaan diri. Sejalan dengan hal tersebut, Neneng menekankan pentingnya menerjemahkan pemanfaatan teknologi ke dalam solusi yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan. Ia mencontohkan pemanfaatan fitur merchant AI assistant yang membantu pelaku usaha, termasuk merchant Grab Indonesia yang mayoritas merupakan perempuan, untuk menganalisis menu yang paling laku, mengatur kebutuhan bahan, dan meningkatkan penjualan hingga 15%.

Kesetaraan akses dan penguatan ekosistem menjadi kunci agar seluruh talenta termasuk perempuan dapat berkontribusi optimal dalam ekonomi dan keuangan digital. “Perempuan kalau punya kemampuan dan integritas, kenapa harus diragukan?" ujar Destry. Hal tersebut sejalan dengan pandangan pembicara lainnya mengenai pentingnya membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk mengambil peran dalam ekosistem digital. Dengan dukungan ekosistem yang inklusif, talenta perempuan dan laki-laki dapat bersama-sama mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta, dengan fokus hari pertama pada penguatan sinergi nasional, hari kedua pada pengembangan talenta dan inovasi digital, serta hari terakhir pada penguatan konektivitas EKD antarnegara. Masyarakat dapat mengikuti berbagai seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring. FEKDI x IFSE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase dan kolaborasi, tetapi juga ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan nyata industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi EKD nasional.

Informasi lengkap mengenai rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 dapat diakses pada situs fekdixifse.co.id.

 

Jakarta, 25​ September 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

Narasi-sp_2820126-1.jpegNarasi-sp_2820126-2.jpeg

Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​​

Halaman ini terakhir diperbarui 9/25/2026 11:01 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga