Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

9/25/2026 11:00 PM
Hits: 110

FEKDI x IFSE 2026: Inovasi Digital sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Siaran Pers
Press Releases

No. 28/202​/DKom 

Inovasi adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas. Produktivitas yang lebih tinggi akan menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan untuk membawa Indonesia naik kelas dan keluar dari jebakan pendapatan menengah. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro saat membuka Casual Talk “Strategi dan Pemanfaatan Inovasi Digital sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi". Casual talk ini digelar dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 hari kedua di Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Jakarta (25/9).

Posisi Indonesia pada urutan ke-55 Global Innovation Index 2025 yang dipublikasikan oleh World Intellectual Property Organization menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang luas untuk terus memperkuat kapabilitas inovasi nasional. Inovasi menjadi elemen krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan didukung kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Inovasi yang dihasilkan perlu diarahkan pada inovasi yang bernilai tambah agar dapat meningkatkan produktivitas ekonomi. Inisiatif pengembangan inovasi dan talenta digital melalui PIDI yang diinisiasi BI bersinergi dengan otoritas dan pelaku industri dapat menjadi katalisator dalam mencapai tujuan dimaksud.

Casual talk menghadirkan narasumber Ketua Koordinator Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati; Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Gonthor Ryantori Aziz; Ketua Komite Sistem Pembayaran Ritel ASPI, Gretel Griselda; dan Anggota Dewan Pengawas AFTECH, Niki Luhur. Sesi ini membahas arah kebijakan, pemanfaatan inovasi oleh industri, serta penguatan kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Percepatan inovasi digital merupakan salah satu agenda utama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Arah pengembangan inovasi dijaga dalam koridor persaingan usaha yang sehat untuk menjaga keseimbangan antara akseptasi, pelindungan konsumen, integritas, dan stabilitas sistem pembayaran. Dari sisi akseptasi, Bank Indonesia berkolaborasi dengan ASPI dan AFTECH, terus meningkatkan akseptasi QRIS melalui edukasi dan sosialisasi hingga mencapai 69,32 juta pengguna serta 47,11 juta merchant pada Agustus 2026. Tingkat akseptasi QRIS ini menjadi kisah sukses inovasi digital yang berdampak nyata.

Sejalan dengan agenda utama BSPI 2030, Bank Indonesia juga membentuk Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai upaya mengembangkan ekosistem yang dapat meningkatkan potensi inovasi serta talenta digital agar dapat memberikan nilai tambah, membuka akses bagi industri atau kementerian/lembaga, serta memfasilitasi kebutuhan sarana pengujian yang kredibel. Inovasi-inovasi digital yang lahir dari PIDI diharapkan dapat melanjutkan kisah sukses QRIS.

PIDI mengembangkan inovasi secara menyeluruh melalui tiga pilar, yaitu market intelligence, innovation experimentation, dan digital talent development. Market intelligence memetakan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, manfaat, dan risiko inovasi sebagai dasar rekomendasi kebijakan dan pengawasan. Innovation experimentation melalui Hackathon menyediakan ruang riset, pendampingan, serta pengujian untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi yang dapat diterapkan. Sementara itu, digital talent development melalui DIGDAYA memperkuat kapasitas talenta melalui pembelajaran, sertifikasi, bursa kerja, serta pertemuan antara talenta dan industri. Pendekatan tersebut diarahkan agar inovasi tidak berhenti pada ide, tetapi berkembang menjadi solusi atas permasalahan nyata serta mendukung penciptaan lapangan kerja dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dari sisi pengaturan, OJK menawarkan strategi sandbox untuk menjembatani pesatnya inovasi dan stabilitas sektor jasa keuangan. Sandbox merupakan tahapan untuk menguji aspek tata kelola, manajemen risiko, transparansi, dan pelindungan konsumen dari suatu inovasi baru dalam kondisi nyata sebelum diimplementasikan secara luas. Selain itu, seiring semakin terintegrasinya layanan keuangan, Bank Indonesia, OJK, kementerian/lembaga, dan industri juga perlu memperkuat pemetaan kewenangan, koordinasi pengujian, pertukaran informasi, serta protokol penanganan insiden untuk menjaga inovasi tetap aman dan terpercaya. 

Dari sisi industri, kapabilitas industri sistem pembayaran dengan sistem keamanan berjenjang perlu diperkuat agar pengalaman bertransaksi terasa mudah dan cepat di sisi pengguna tanpa mengorbankan keamanan. Pemanfaatan sistem intelijen fraud berbasis AI memungkinkan industri memperkuat deteksi anomali transaksi secara lebih cepat dan akurat, serta memperkuat pengamanan secara sistemik. Industri tidak dapat membangun pengamanan secara reaktif setelah kasus terjadi, tetapi harus menerapkan pendekatan proaktif dan preventif dengan didukung standar industri serta kepatuhan yang kuat," ujar Niki.

Terbangunnya ekosistem digital yang terintegrasi dan terorkestrasi memungkinkan pemerintah, regulator, industri, asosiasi, akademisi, dan talenta digital dapat bergerak selaras. Hal tersebut semakin penting di tengah ketidakpastian global serta perubahan teknologi, model bisnis, dan perilaku masyarakat yang berlangsung cepat. Sinergi regulator, industri, asosiasi, akademisi, dan talenta digital menjadi fondasi agar inovasi dapat berkembang sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Melalui kebijakan yang adaptif, ruang pengujian yang kredibel, penguatan talenta, serta pertukaran informasi antarpelaku, transformasi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga memperkuat produktivitas, memperluas inklusi, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta. Masyarakat dapat mengikuti berbagai seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring. FEKDI x IFSE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase dan kolaborasi, tetapi juga ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan nyata industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi EKD nasional.

Informasi lengkap mengenai rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 dapat diakses pada situs fekdixifse.co.id.
 

Jakarta, 25 September 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

Narasi-sp_2820226.jpegNarasi-sp_2820226-.jpeg

Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 9/25/2026 11:05 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga