Penelitian KPJU Unggulan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2012 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Agustus 2019
RINGKASAN EKSEKUTIF
Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan UMKM di
Provinsi Sulawesi Selatan – Tahun 2012
 
Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan bertujuan untuk (1) Mengenal dan memahami profil daerah, profil UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan termasuk faktor pendorong dan penghambat dalam pengembangan UMKM, kebijakan Pusat maupun Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) yang terkait dengan pengembangan UMKM; dan peranan Perbankan dalam pengembangan UMKM; (2) Memberikan informasi tentang KPJU unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di Provinsi Sulawesi Selatan, kabupaten/kota dan kecamatan; (3) Memberikan informasi dan permasalahan yang timbul dari masing-masing KPJU unggulan lintas sektoral di masing-masing kabupaten/kota, (4) Memberikan informasi tentang KPJU potensial; serta (5) Memberikan rekomendasi KPJU unggulan yang perlu/dapat dikembangkan di masing-masing kabupaten/kota, peranan Perbankan dalam pengembangan KPJU unggulan, dan kebijakan kepada Pemerintah Daerah yang dikaitkan pula dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam rangka pengembangan KPJU unggulan UMKM.
 
KPJU unggulan UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan dalam penelitian ini didefinisikan secara operasional oleh stakeholder sebagai KPJU UMKM yang saat ini telah unggul dalam sejumlah kriteria tertentu dalam mencapai tujuan penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing, dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
Terdapat 10 KPJU unggulan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dihasilkan dari penilaian kembali terhadap KPJU unggulan di tingkat Kota/Kabupaten dengan metode Borda dan metode Bayes yaitu Padi Ciliwung (0,050), Kakao/Cokelat (0,046), Jagung Hibrida (0,040), Meubel (0,033), Ikan Bandeng (0,031), Penggilingan Padi (0,030), Beras (0,028), Udang (windu, cani, api-api, putih, vaname) (0,026) , Sapi Pedaging (bali, brahma, ongol, spesies lokal) (0,026) dan Toko Bahan Bangunan/Material (0,026).
 
Penanganan dan pengembangan KPJU unggulan Lintas Sektor di Provinsi Kalimantan Selatan, perlu menggunakan titik kekuatan (yang selanjutnya dikembangkan menjadi competitive advantages dan nilai jual) dan mengeliminasi titik kritisnya (kelemahan), serta memanfaatkan peluang yang tersedia. Adapun yang dimaksud titik kekuatan secara umum adalah KPJU yang terpilih umumnya memang KPJU yang sudah unggul di sektornya, baik dalam aspek kapasitas produksinya, luas lahan, serapan tenaga kerja dan kontribusinya bagi perekonomian daerah. Sedangkan yang dimaksud titik kritis secara umum adalah persoalan biaya produksi/proses yang masih tinggi, tingkat produktivitas yang belum optimal, teknologi pengembangan yang belum ada/minim, teknologi paska panen untuk peningkatan nilai tambah, dan masih perlunya perluasan akses pasar. Selanjutnya, yang dimaksud peluang, adalah positioning Provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah penghasil tanaman pangan terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Predikat sebagai lumbung padi nasional mengukuhkan posisi Sulawesi Selatan sebagai produsen tanaman pangan yang cukup potensial. Pada beberapa daerah, peluang tersebut diwujudkan dalam visi/misi dan kebijakan daerah.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel