Klaster Ikan Bandeng di Papua - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
11 Agustus 2020

Ikan bandeng merupakan jenis ikan yang dapat dibudidayakan dalam lahan tambak dan salah satu sumber protein hewani penting yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Pertimbangan penentuan klaster tambak ikan bandeng Holtekamp sebagai komoditas terpilih untuk dikembangkan antara lain, tersedianya sumber daya alam yang menunjang berupa hamparan tanah tambak seluas hingga mencapai 600 Ha yang potensial dibuka sebagai lahan tambak budidaya.

Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Jayapura, diperoleh informasi jumlah rumah tangga yang bergerak dalam usaha budidaya perikanan darat terbesar berada di Kecamatan Muara Tami yakni sebanyak 467 rumah tangga pada tahun 2010 atau mencapai 67% dari jumlah rumah tangga di Kota Jayapura. Kondisi ini sangat dimungkinkan karena luasnya tambak yang dibudidayakan yang beroperasi di Wilayah Muara Tami khususnya di Kampung Holtekamp dan Kampung Koya.

Lokasi klaster budidaya ikan bandeng berada di kampung Holtekamp, kecamatan/distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Propinsi Papua. Kampung Holtekamp merupakan daerah pesisir berjarak sekitar 45 km dari pusat Kota Jayapura. Tambak budidaya ikan bandeng telah dirintis sejak tahun 1990 oleh para pendatang dari Makassar (Sulawesi Selatan).  Dalam klaster ini penduduk asli setempat lebih memilih berprofesi sebagai penangkap nener alam dan memasoknya kepada para petambak.

Selain adanya pasokan benih nener hasil budidaya yang dapat didatangkan dari Makassar dan Denpasar sehingga dapat menutup kekurangan kebutuhan benih alam, SDM petambak dan pekerja tambak telah memiliki pengalaman cukup untuk mengelola tambak ikan bandeng.
Sudah tumbuh mindset untuk melakukan sistem pengadaan input secara bersama (joint supply), walaupun masih terkendala dengan ketersediaan modal koperasi (KUD Palong). Pengembangan klaster budidaya ikan bandeng Holtekamp memerlukan keterlibatan seluruh stakeholder terkait agar pencapaiannya dapat lebih optimal, efisien dan efektif.

Adapun stakeholder yang dilibatkan dalam pengembangan klaster ini meliputi: Pemerintah Kota Jayapura, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Jayapura, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Jayapura, BAPPEDA Kota Jayapura, Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jayapura, Dinas PU Kota Jayapura, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB), Badan Pertanahan Provinsi Papua, BPD Papua, KUD Palong.

Namun demikian, masih ada permasalahan seperti penyediaan benih nener dari alam tidak dapat dipastikan ketersediaannya, baik jumlah maupun waktunya. Pemesanan benih nener dari Makassar atau Denpasar tergantung hanya pada beberapa petambak yang memiliki akses ke pemasok benih budidaya. Kondisi ini menyebabkan pola tanam benih dilakukan serentak dan relatif tidak terjadwal, sehingga berdampak pada panen bandeng yang tidak dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Untuk itu,  Kantor Bank Indonesia (KBI) Jayapura memandang perlu untuk memfasilitasi kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan di sektor riil dan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dampak dari pengembangan usaha tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang selanjutnya dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi daerah.

Apalagi dengan dukungan Ikatan internal di antara pelaku usaha sudah terjalin dengan cukup baik, yakni dengan keikutsertaan mereka dalam kegiatan kelompok dan  kelembagaan koperasi (KUD Palong) sebagai anggota, membuat semakin kuat hubungan jejaring sosial yang terbangun dengan pemasok benih nener, baik yang berasal dari penduduk lokal setempat maupun dengan pemasok yang berasal dari luar kota Makassar dan Denpasar.

Dengan menjadi klaster, akan tersusun pula program kerja klaster tambak ikan bandeng Holtekamp secara berkesinambungan dan teratur sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing petambak ikan bandeng. Selain itu, pilot proyek klaster ini juga secara tidak langsung dapat  meningkatkan fungsi intermediasi perbankan di daerah tersebut. 

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel