Pengembangan Klaster Tanaman Obat Kabupaten Semarang - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
11 Agustus 2020

Klaster tanaman obat (biofarmaka) di Jawa Tengah merupakan program untuk mendukung program Gerakan “Bali Ndeso Mbangun Deso” yang dikumandangkan Gubernur Jawa Tengah sekaligus pemanfaatan keluasan lahan pertanian di wilayah tersebut untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pengembangan industri jamu skala mikro, kecil, menengah dan industri jamu besar.  Data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, besarnya potensi omset bisnis jamu di Semarang yang mencapai Rp 522 miliar dengan jumlah perusahaan hanya 9 (sembilan) dan 400 unit usaha kecil (belum termasuk jamu gendong) dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 4.700 orang.

Lokasi penanaman biofarmaka terbesar di Kabupaten Semarang berada di Kecamatan Tengaran, Sumowono dan Ungaran Timur dengan luas lahan 115 ha yang menghasilkan produksi 4-6 ton/ha untuk tanaman jahe dan kunyit. Para petani tergabung dalam 36 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), yang masing-masing memiliki 6-10 kelompok dengan jumlah anggota tiap kelompok sekitar 25-80 orang. Pemilihan Gapoktan sebagai lembaga usaha yang mewakili para petani, tidak lain untuk memotong rantai birokrasi penyaluran distribusi yang sebelumnya harus melalui beberapa tahapan pedagang perantara yang dinilai tidak efisien, dan berpotensi mengurangi pendapatan petani. Melalui Gapoktan, petani dapat langsung berbisnis dengan PT Sido Muncul.

Untuk menjamin pemasaran produk tanaman obat yang dikelola Gapoktan tersebut, industri jamu PT Sido Muncul telah berkomitmen dengan Bupati Semarang untuk mengembangkan tanaman obat sesuai kualitas yang ditetapkan. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, dilakukan fasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Semarang untuk membangun komitmen dari stakeholders terkait, antara lain pendampingan dan sertifikasi tanaman obat sesuai kriteria perusahaan jamu oleh Dinas Pertanian; dukungan infrastruktur dan pengembangan SDM dari Pemkab Semarang. Selanjutnya, KPwBI Semarang, Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah, BRI, Bank Jateng, Dinas Perindag Provinsi Jawa Tengah dan PT Sido Muncul berkomitmen untuk mendukung  pengembangan UMKM baik dari aspek peningkatan akses pasar, akses keuangan dan bantuan teknis. Disamping itu tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kapasitas yang cukup akan mampu mengembangkan aktivitas perekonomian desa, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Melihat potensi SDM dan komoditas unggulan yang dimiliki Kabupaten Semarang itu, strategi pengembangan jangka panjang klaster tanaman obat perlu melibatkan lembaga desa, lembaga pendidikan, perusahaan swasta, BUMD, BUMN serta masyarakat desa setempat, untuk bersama-sama membangunan ekonomi pedesaan secara mandiri.   Selain itu, pemerintah dapat mendorong upaya memobilisasi sumber pendanaan yang berasal dari APBN, APBD, perbankan, LKBB maupun program CSR yang dapat berupa pinjaman, modal penyertaan maupun hibah dalam pembangunan ekonomi pedesaan.

Berdasarkan fasilitasi yang telah dilakukan tersebut, terdapat beberapa peningkatan modal sosial dalam klaster dimana komoditas unggulan yang dimiliki desa tersebut dikelola secara bersama dengan partisipasi masyarakat setempat. Terdapat perubahan paradigma untuk meningkatkan produktifitas usahanya, adanya kebutuhan untuk memanfaatkan survei pasar secara sederhana. Meskipun demikian, sampai saat ini belum ada Cetak Biru (Blueprint) Pengembangan Klaster Tanaman Obat (Biofarmaka) di Kabupaten Semarang, Blueprint ini penting untuk memudahkan para stakeholders melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dalam program pengembangan klaster di masa depan secara sinergis dan berkesinambungan.

Diharapkan Blueprint tersebut mencakup strategi pengembangan SDM, infrastruktur, organisasi, manajemen dan business plan, untuk menjadi acuan standard yang bermanfaat dalam mengantisipasi dinamika perubahan yang terkait dengan kebijakan otonomi daerah. Karena itu Blueprint dapat didesain dengan prinsip keseimbangan yang dinamis dan konsisten, namun dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan dan kebijakan yang spesifik.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel