Klaster Tas Motif Bordir Lhokseumawe - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
11 Agustus 2020

Provinsi Aceh merupakan provinsi yang mempunyai sumber kekayaan alam cukup besar, baik dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan sektor lainnya. Konflik keamanan                berkepanjangan dan gempa bumi serta tsunami tahun 2004 berdampak cukup besar terhadap perekonomian wilayah tersebut.
Dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian di Aceh, KpwBI bersama Disperindag Kab. Aceh Utara sepakat untuk melakukan pembinaan terpadu terhadap pengembangan industri tas motif bordir di Desa Ulee Madon, Kec. Muara Batu, Kab. Aceh Utara dengan pola klaster.
Meskipun industri ini dikelola oleh beberapa rumah tangga (home industry) yang memproduksi aneka tas, dompet  dan hiasan dinding yang memiliki motif dengan ciri khas tersendiri, namun mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar dimana sebagian besar tenaga kerjanya merupakan mahasiwa yang sedang kuliah
Dalam rangka memperoleh dukungan dari stakeholders, dilakukan Kesepakatan Bersama antara KpwBI dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk  pengembangan klaster kerajinan tas motif bordir ini. Dalam implementasinya dilibatkan pula stakeholders lain untuk bekerja sama membangun klaster tersebut, antara lain Dewan Kerajinan Nasional Kab. Aceh Utara, Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) dan Perbankan Kota Lhokseumawe dan Kab. Aceh Utara, UKM Centre Universitas Malikussaleh-Lhokseumawe, para pemasok bahan baku serta para pelaku usaha.
Tahapan yang dilakukan KPwBI adalah :

  1. Pemilihan klaster dilakukan berdasarkan identifikasi komoditas unggulan yang sinkron dengan kebijakan Pemerintah Daeahr yang dilanjutkan dengan pemilihan wilayahnya berdasarkan luas daerah klaster, jumlah perajin, ketersediaan sarana produksi serta kelembagaan pengrajin,
  2. Membangun forum dialog dengan stakeholders
    Perjalanan pembentukan klaster bordir tas motif Aceh Desa Ulee Madon tidak lepas dari sinergi antara KPwBI Lhokseumawe dengan beberapa stakeholders terkait. Selanjutnya untuk meningkatkan penguatan kelompok telah dibentuk pula Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Ingin Jaya” melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Aceh Utara No. 530/480/2011. Melalui forum ini, dibangun kesamaan persepsi dari stakeholders untuk melakukan perencanaan hingga implementasi kegiatan.
  3. Implementasi kegiatan.
    Berdasarkan hasil identifikasi SWOT dan Rantai Nilai Solusi Berbasis Pasar teridentifikasi beberapa kendala utama yaitu kebutuhan untuk memperoleh bahan baku secara kontinyu, masih kurangnya kompetensi SDM dan kualitas produk yang masih rendah, disamping kebutuhan untuk peningkatan pasar.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel