Pola Pembiayaan Usaha Kecil Menengah - Budidaya Pisang Mas Kirana - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020
Ringkasan Eksekutif
Pola Pembiayaan Usaha Kecil Menengah: Budidaya Pisang Mas Kirana
 
 
Pisang Mas Kirana merupakan salah satu varietas pisang dengan kualitas yang baik diantara varietas pisang yang lain di Indonesia. Dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang telah menjadikan Pisang Mas Kirana sebagai icon Kabupaten Lumajang. Kelebihan Pisang Mas Kirana antara lain lebih bagus dibandingkan dengan varietas pisang yang lain dan permintaan pasar yang tinggi merupakan bukti bahwa Pisang Mas Kirana dari segi harga sangat kompetitif dan mampu merebut pasar.
 
Potensi ekspor Pisang Mas Kirana ke beberapa negara sangat tinggi, namun petani belum mampu memenuhinya karena kebutuhan pasar di dalam negeri masih kurang. Selain di China, Pisang Mas Kirana juga pernah dipasarkan ke Singapura, Jepang dan Taiwan, namun dari segi volume masih kurang serta kualitas buah perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, untuk memenuhi standar ekspor, petani harus melakukan registrasi kebun dan sertifikat yang menjadi salah satu syarat komoditas akan diekspor ke luar negeri.
 
Produksi buah lokal sebenarnya mampu bersaing dengan buah dari beberapa negara lain, namun perlu mendapatkan penanganan khusus teknologi yang cukup baik dari sisi teknik budidaya dan pemasaran yang harus didukung oleh Pemerintah, agar buah lokal di Indonesia tembus ke pasar dunia.
 
Selama ini distribusi Pisang Mas Kirana, petani bekerjasama dengan pihak swasta yang bergerak dalam bidang pengembangan pengelolaan hasil perkebunan. Selain sebagai pengelola akhir hasil panen pisang, juga memberikan bantuan bibit unggul untuk tanaman Pisang Mas Kirana yang dapat dikembangkan sendiri oleh petani.
 
Faktor-faktor yang mengakibatkan rendahnya tingkat produktivitas budidaya Pisang Mas Kirana adalah penggunaan bibit yang kurang berkualitas serta teknologi. Petani masih mengembangkan bibit unggul tanaman pisang sendiri dan masih menggunakan pola tanam cara tradisional. Peningkatan produktivitas Pisang Mas Kirana melalui pengembangan teknologi dan pola tanam secara baik memerlukan dukungan modal dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Dukungan modal bagi petani merupakan hal penting dan utama dalam usaha budidaya Pisang Mas Kirana.
 
Analisis kebutuhan dana awal untuk mencukupi modal usaha budidaya Pisang Mas Kirana diperkirakan sebesar Rp25.255.000,- yang terdiri dari Rp7.576.500,- modal sendiri dan Rp17.678.500,- berasal dari pinjaman perbankan atau lembaga keuangan. Jangka waktu pinjaman diasumsikan selama 3 (tiga) tahun dengan tingkat suku bunga pinjaman 13%/tahun, sedangkan metode pembayaran angsuran pokok dan angsuran bunga efektif dibayarkan setiap bulan.
 
Secara ekonomis budidaya Pisang Mas Kirana sangat menguntungkan, analisis usaha memperlihatkan budidaya Pisang Mas Kirana masih dinilai layak untuk dikembangkan dengan NPV Rp18.702.822,- dan IRR 49,65%. Berdasarkan asumsi dan kriteria, maka usaha ini akan mampu mengembalikan seluruh modal usaha pada 1,7 bulan dengan B/C Ratio sebesar 1,74 kali.                                                                                
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel