Organisasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat

WAHYU PURNAMA A

Direktur – Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat

Wahyu Purnama A Lahir di Padang pada tahun 1968. Menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Akuntansi Universitas Andalas pada tahun 1993.

Wahyu Purnama A Mengawali karir di Bank Indonesia pada tahun 1995 dan sejak tahun 2019 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat.

Peta


Kontak

​​Jl. Jend. Sudirman No. 22
​Padang
​25128
Telp: (0751) 27313
Fax: ​(0751) 31700

​Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terletak di pesisir barat bagian tengah pulau Sumatera, terdiri atas dataran rendah dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan. Luas wilayah Sumbar 42.297,30km², yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu. Dari luas tersebut, sebesar 54,67% merupakan lahan budidaya, sementara lebih dari 45,32% merupakan kawasan yang masih ditutupi hutan lindung. Garis pantai Sumbar seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 2.420.357km dengan luas perairan laut 186.580km².

Sumbar terdiri atas 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari. Sumbar secara umum beriklim tropis dengan suhu udara yang cukup tinggi, antara 22,6°C sampai 31,5°C. Sumbar dilalui oleh Garis khatulistiwa, tepatnya di Bonjol, Pasaman. Terdapat 29 gunung yang tersebar di Sumbar, dengan Gunung Kerinci di kabupaten Solok Selatan sebagai gunung tertinggi dengan ketinggian 3.085m. Selain Gunung Kerinci, Sumbar juga memiliki gunung aktif lainnya, yakni Gunung Marapi, Gunung Tandikat, dan Gunung Talang. Sumbar juga memiliki banyak danau antara lain danau Singkarak di kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar, serta danau Maninjau di kabupaten Agam.

​Sektor unggulan Sumbar adalah Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan. Sektor pertanian memberikan peran cukup besar dalam struktur ekonomi Sumbar dengan pangsa sebesar 22,3%. Adapun komoditas unggulan sektor pertanian Sumbar adalah padi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan ibu jalar.  Perkebunan yang unggul meliputi Karet, Kelapa, Kopi dan Tembakau. Dari sub sektor kehutanan, hasil utama Sumbar adalah kayu bulat dan kayu olahan. Sementara dari sub sektor peternakan, yang unggul meliputi Ayam Pedaging, Ayam Ras Petelur, dan Ayam Buras. Selanjutnya, dari sub sektor perikanan berdasarkan karekteristik habitat/lingkungan hidup ikan, Sumatera Barat memiliki potensi sumberdaya ikan pelagis yang cukup menjanjikan, antara lain tuna, cakalang, tongkol, dan tenggiri. Di samping itu, Sumbar memiliki potensi di sektor pariwisata mengingat Sumbar mempunyai pemandangan alam yang indah dan kekayaan budaya yang menarik.

​Sumbar memiliki hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, gunung, lembah, dan ngarai. Selain itu, pariwisata Sumbar juga banyak menjual kekayaan budayanya yang khas, seperti Festival Tabuik, Festival Rendang, Rumah Adat Minangkabau (Rumah Gadang), Musik Talempong, Tarian piring, dan seni tenun songket. Di samping wisata alam dan budaya, Sumatera Barat juga terkenal dengan wisata kulinernya seperti rendang, gulai itiak, dendeng balado, soto dan sate padang. 

Secara umum, akses ke destinasi wisata di wilayah Sumbar menggunakan transportasi darat dan kereta api wisata yang beroperasi pada waktu dan tujuan tertentu. 

Kepulauan Mentawai merupakan destinasi wisata yang sudah sangat dikenal di mancanegara, khususnya bagi para peselancar yang memburu ombak tinggi. Selain itu, Sumbar memiliki Kawasan Lembah Harau yang dijuluki Yosemite-nya Indonesia, terdapat pula cagar alam dan suaka margasatwa. Topografi Cagar Alam Lembah Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Lembah Harau terletak di Kabupaten Limapuluh Kota, dan hanya butuh perjalanan paling lama satu jam dari flyover Kelok Sembilan untuk sampai di tujuan. Di samping itu Sumbar juga merupakan tempat wisata belanja di Bukittinggi dengan pasar atas, pasar bawah, dan jam gadangnya.

​Gedung KPw BI Prov. Sumatera Barat adalah kompleks bangunan yang ditempati oleh Bank Indonesia sebagai kantor perwakilan untuk wilayah kerja provinsi Sumatra Barat. KPw. BI Prov Sumatera Barat terletak di depan persimpangan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Sudirman, Padang. Sebelum tahun 1977, Bank Indonesia menempati bekas gedung De Javasche Bank di Jalan Batang Arau, dekat Pelabuhan Muara yang saat ini dikenal dengan Gedung BI Muaro. Sekarang ini Gedung BI Muaro akan digunakan sebagai ”Khasanah Informasi Bank Indonesia Padang” dengan dua fungsi utama yaitu museum mini dan rumah songket.
 
Kompleks bangunan Gedung Bank Indonesia Padang terdiri dari tiga gedung/blok: Gedung A, Gedung B, dan Gedung C. Gedung A memiliki ruang serbaguna yang dinamakan Aula Anggun Nan Tongga dan ruang kliring, serta lahan parkir basement. Gedung B digunakan sebagai ruangan kerja dan ruang penukaran uang. Gedung C sebagian digunakan untuk ruangan kerja, dan juga perpustakaan yang terbuka untuk umum dengan jam operasional dimulai dari pukul 08.30 sampai 15.30 WIB. Perpustakaan menyediakan lebih dari 6.000 judul buku, langganan surat kabar harian dan majalah mingguan, ribuan jurnal internasional, dan faslitas berupa komputer layanan beserta dengan printer dan internet nirkabel.​

Baca Juga