Organisasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali

TRISNO NUGROHO

Direktur Eksekutif – Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali

Trisno Nugroho Lahir di Cilacap pada tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Manajemen Universitas Diponegoro pada tahun 1990. Mendapatkan gelar Master di bidang bisnis dan keuangan dari Birmingham University pada tahun 1998.

Mengawali karir di Bank Indonesia pada tahun 1992. Trisno Nugroho pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta (2018-2019) dan sejak tahun 2019 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali.

Peta

Kontak

​Jl. Letda Tantular No. 4 Renon
Denpasar, 80234​
Telp: (0361) 222988
Fax: (0361) 248982

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara geografis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali terkenal sebagai daerah wisata.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat kesenian dan peristirahatan, terletak di Kabupaten Gianyar. Nusa Lembongan adalah sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung. Sedangkan Kuta, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan utama pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan, spa, dan lain-lain, terletak di Kabupaten Badung.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.

Kinerja ekonomi Bali tidak terlepas dari perkembangan kinerja pariwisata. Total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang Jan-Des 2019 sebesar 6,29 Juta orang, tumbuh 3,54% (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Wisman asal Australia dan Tiongkok tetap yang paling mendominasi kunjungan wisman ke Bali. Sementara itu, total kunjungan wisdom sepanjang 2019 sebanyak 10,55 orang, tumbuh 8,07% (yoy). Sementara itu capaian devisa Bali dari pariwisata periode tahun 2019 mencapai $5,59 miliar, sedangkan penerimaan devisa pariwisata Nasional US$19,35 miliar. Oleh karena itu, sektor usaha Akomodasi, Makanan dan Minuman masih mendominasi pangsa pertumbuhan ekonomi Bali yaitu sebesar 23,31%, dilanjutkan oleh sektor Pertanian sebesar 13,34% dan Transportasi sebesar 9,81%.  

Pengembangan ekonomi Bali dari sektor pariwisata masih dapat dilakukan dengan berbagai upaya dalam mendorong quality tourism, integrasi promosi event pariwisata, mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan mengelola dampak eksternalitas negatif pariwisata. Potensi ekonomi lainnya yang dapat mendorong akselerasi dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi Bali antara lain melalui industri ringan (yang juga merupakan turunan pendalaman dari industri pariwisata) yang dapat dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bali. Industri ringan dimaksud antara lain berupa industri kreatif (pakaian, tenun, rajutan, kerajinan kayu) dan industri pengolahan (kakao, kopi dan kacang mete). 
Bali dikenal akan berlimpahnya atraksi-atraksi termasuk daerah wisata pantai yang menawan, tempat-tempat bersejarah dan keindahan alam lainnya. Banyak kemudahan bagi wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal tersebut dan menikmati keindahan Bali dari pegunungan sampai daerah pesisir.
Berikut ini adalah daftar beberapa tempat dengan uraian singkatnya:

1. Pesona Alam di Desa Jatiluwih Bali
Desa Jatiluwih merupakan sebuah desa yang mempunyai daerah hamparan persawahan luas dengan panorama sawah bertingkat yang indah. Lokasinya terletak di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Untuk mengunjungi objek wisata Jatiluwih Bali dengan pemandangan sawah bertingkat-tingkat yang indah ini, kalian harus menempuh jarak kurang lebih 50km atau sekitar 1,5 jam dari kota Denpasar. Mengingat lokasinya yang lumayan jauh, disarankan untuk menyewa kendaraan.

Ketika sampai di Desa Jatiluwih, kalian akan dimanjakan dengan pemandangan sawah terasering yang terkenal masih menggunakan sistem pengairan sawah tradisional Bali. Hamparan sawah yang berundak-undak serta tertata rapi terbentang dari kaki gunung sampai ke sisi pantai membuat wisatawan tak bosan berlama-lama menikmatinya. Apalagi, Lokasinya yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut serta dekat dengan pegunungan Batukaru membuat suasana persawahan menjadi sangat sejuk.

2. Badung, Pusat Wisata Kelas Dunia
Wilayah Kabupaten Badung meliputi Kuta, Nusa Dua, Canggu dan beberapa lokasi lain yang lebih dikenal orang dibanding kabupatennya. Dengan lokasi-lokasi wisata yang sangat kondang, strategis dan mudah dijangkau, memiliki bandara berskala internasional serta didukung oleh budaya yang masih kental, membuat Kabupaten Badung menjadi tujuan utama wisatawan di Bali.

Kawasan wisata Badung memiliki banyak objek wisata lain selain pantai Kuta. Mulai dari kawasan Kuta Utara yang terkenal dengan Canggu dan pantai Batu Bolong. Lalu Tuban, wilayah yang paling dekat dengan bandar udara memiliki objek wisata waterboom. Wilayah utara Badung berbatasan dengan kabupaten Tabanan, memiliki Sangeh Monkey Forest dan air terjun.

Sementara wilayah Badung di kawasan paling selatan Bali, di kecamatan Kuta Selatan atau lebih dikenal dengan kawasan Nusa Dua, memiliki banyak sekali pantai-pantai indah seperti dan didukung oleh akomodasi hotel-hotel mewah. Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), patung raksasa berukuran 121 meter ini masih dapat dinikmati dari ujung pantai terjauh di kabupaten Badung. Lalu ada pantai-pantai berpasir putih seperti pantai Pandawa salah satu pantai yang memiliki fasilitas water sport dan di atas bukit pantai ini terdapat olah raga paragliding, dimana wisatawan juga dapat mencoba nya.

Lalu wilayah Tanjung Benoa, yang juga dikenal dengan water sport dan konservasi penyu dan hutan bakaunya. Juga wilayah sekitar Pura Uluwatu, yang terkenal dengan penampilan tari Kecak dengan latar belakang senja dan samudera Hindia.

3. Denpasar, Selain Pantai Ada Juga Wisata Sejarah dan Religi
Sebagai ibukota Provinsi, Bali memiliki beberapa tempat wisata seperti Museum Bali, Pantai Sanur serta Pura Jagatnatha. Museum Bali merupakan tempat penyimpanan peninggalan masa lampau manusia dan etnografi. Beberapa koleksinya berupa perlengkapan hidup, kesenian, keagamaan, bahasa tulisan, dan benda-benda lain yang merefleksikan kehidupan dan perkembangan kebudayaan di Bali. Kawasan ini tak hanya digunakan sebagai destinai wisata sejarah saja, namun kerap difungsikan sebagai lokasi pemotretan acara pre-wedding.

Selain Pantai Kuta, Bali juga memiliki pantai yang tak kalah cantiknya yaitu Pantai Sanur. Berada di Desa Sanur, pantai ini terkenal sebagai Sunrise beach karena berada di Timur Bali. Hal ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Bahkan ada sebuah ruas di Pantai Sanur yang bernama “Pantai Matahari Terbit”, karena memiliki pemandangan yang sangat indah saat Matahari mulai terbit.

Terletak di Jalan Mayor Wisnu, Denpasar, Pura Jagatnatha adalah pura terbesar di Kota Denpasar. Lokasinya sangat strategis, tepatnya di sebelah timur lapangan Puputan Badung, dan bersebelahan dengan Museum Bali. Pura Jagatnatha dibangun pada tahun 1953 dengan posisi yang menghadap ke Gunung Agung, yang mana masyarakat Hindu Bali meyakini bahwa gunung tersebut adalah istana para Dewa. Menjadi salah satu ikon wisata kota Denpasar, pura ini masih rutin digunakan sebagai tempat ibadah dan melakukan ritual kegamaan juga

4. Klungkung, Memiliki Kejernihan Air Laut Seperti Kristal
Klungkung memiliki banyak destinasi wisata alam yang indah dan bisa diabadikan lewat foto. Meskipun Klungkung merupakan Kabupaten terkecil di Provinsi Bali, hanya memiliki luas wilayah sekitar 315km persegi, namun Klungkung tetap memiliki spot wisata eksotis yang cukup beragam. Pastinya juga menawarkan keindahan bawah laut yang akan membuat kita terpesona.

Di sini terdapat Pantai Penida, Angel’s Billabong, Mata Air Guyangan serta Air Terjun Tukad Unda.

5. Bangli, Daerah Wisata di Bali yang Terkurung Daratan
Seperti kebanyakan daerah lain di Bali, Kabupaten Bangli sangat identik dengan kebudayaannya yang kental dan menjadikan ciri khas keindahan tersendiri bagi Bangli. Meski letaknya terisolir dengan lautan, dan hanya memiliki tempat wisata daratan, namun pesona wisata di Bangli tak kalah indah dibanding kabupaten di Bali lainnya. Di sini kalian bisa berkunjung ke Desa Panglipuran, Danau Batur Kintamani serta Desa Terunyan yang masing-masing menawarkan keunikannya sendiri.

6. Gianyar, Sentra Wisata Budaya Kesenian Khas Bali
Kabupaten Gianyar merupakan salah satu Kabupatan di Bali yang menjadi sentra budaya, terutama ukiran khas Bali yang terkenal hingga ke mancanegara. Karena terkenal dengan kebudayaannya, Gianyar banyak memiliki potensi wisata yang patut kita kunjungi yang sedang berada di Bali. Berbagai lokasi wisata yang patut untuk dikunjungi yaitu Desa Wisata Tampaksiring, Museum Blanco Renaissance, Candi Gunung Kawi, Pasar Sukowati, Pemandian Pura Tirta Empul

7. Tabanan, Destinasi Pariwisata Terbaik Indonesia
Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara, dan Kabupaten Badung di timurnya, serta Samudera Indonesia di selatan ini memiliki segudang pariwisata unggulan yang harus dikunjungi. Ada Desa Wisata Jatiluwih yang memiliki pesawahan terasering yang sudah masuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2012. Ada juga Tanah Lot yang terkenal akan keindahan pantai serta puranya. Alas Kedaton yang memiliki lingkungan asri dengan populasi kera sebanyak 1.800 ekor. Di Tabanan juga ada Pura Ulun Danu Bratan yang disukai karena latar belakang bentangan pegunungan serta Danau Bratannya.

8. Buleleng, Lumba-lumba dan Kera di Bali Utara
Buleleng merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Bali yang terbilang memiliki wilayah yang lengkap. Di Buleleng ada pegunungan, daratan, dan juga laut bagian Utara Bali. Hal ini menjadikan Buleleng memiliki pariwisata yang tak kalah dengan kota Kuta, Ubud, maupun Uluwatu.
Di sini terdapat Pantai Lovina yang menawarkan pengalaman melihat lumba-lumba di alam bebas, Pura Pulaki dengan pemandangan lautan di depannya, Danau Buyan sebagai 1 dari 3 danau kembar, serta Pulau Menjangan yang disukai karena keindahan bawah lautnya yang beraneka ragam warna-warni.

9. Ubud, Salah Satu Kota Terbaik di Dunia
Ubud berada di bagian tengah Pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Gianyar. Hutan hujan dan terasering yang mengelilingi kawasan Ubud, ditambah Pura dan tempat pemujaan, merupakan salah satu lanskap Bali yang paling terkenal hingga ke mancanegara.

Di Ubud, kita bisa menikmati suasana Bali yang berbeda. Sebab, kota ini menyuguhkan pemandangan pedesaan yang masih kental dengan suasana persawahannya. Tak jarang kita dapat melihat hamparan sawah dengan model terasering yang dapat menyejukan mata. Ditambah dengan cuacanya yang sejuk, membuat sensasi berbeda ketika berada di Bali. Selain itu, Ubud juga dikenal sebagai pusat tarian dan kerajinan tradisional.

Karenanya, kehidupan masyarakat di Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Hal ini terbukti dengan banyaknya galeri-galeri seni, hingga arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa. Tak heran jika Ubud dinobatkan sebagai salah satu kota terbaik di dunia versi majalah travel terkenal di Amerika.

Ditambah lagi, penduduk sekitar juga terkenal sangat ramah, sehingga membuat siapa saja betah berlama-lama di Ubud. Apalagi di tempat ini tersedia berbagai resort atau tempat menginap, dan tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Misalnya, saja tempat wisata Monkey Forest, Museum Art Agung Rai (ARMA), Goa Gajah, trekking di Campuhan Ridge Walk, Pura Besakih, bersepeda di kampung wisata Tegallalang, hingga menonton pertunjukan tari di Pura Taman Saraswati dan Puri Ubud.

10. Pesona Nusa Penida Manjakan Wisatawan di Bali
Nusa Penida adalah salah satu pulau cantik di Bali bagian tenggara yang mendapat julukan ‘Hidden Paradise’ atau surga tersembunyi.

Pulau cantik mempesona ini memiliki Banah Cliffs, Temeling Natural Pool, Segaring Waterfall di sebelah selatan. Memiliki Broken Beach, Angel Billabong, Love Tree / Love Kelingking, Kelingking Swing, Klingking Beach, Palungan Cliff, Crystal Bay di sebelah barat.

Sedangkan di sebelah timur pulau, wisatawan dapat menemukan Atuh Beach, Suwehan Beach, Bukit Teletubbies Nusa Penida, Goa Giri Putri Dan Vihara Dewi Kwan Im.
Berbagai tempat wisata nan mempesona ini membuat Nusa Penida menjadi pilihan para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

11. Keunikan Terasering Desa Ceking Bali
Sistem pesawahan terasering memang nampak dominan di Bali. Hal itu tak lain karena kontur tanahnya yang landai dan berbukit-bukit sehingga membuat penanaman padi harus menggunakan sistem terasering.

Pola menanam seperti tentu menambah daya pikat Bali yang terkenal dengan berbagai macam keindahan wisata alamnya. Salah satu lokasi di Bali yang menjadikan sistem terasering sebagai obyek wisata adalah Desa Ceking, Tegalalang.

Desa Ceking terdapat di Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, jaraknya sekitar 10km jika dari Ubud. Di sini, ada dapat melihat secara langsung struktur terasering dari sawah yang nampak begitu cantik berundak dan bersusun rapi bak lukisan persawahan.

12. Nusa Dua, Pantai Mewah di Timur Bali
Jika ingin mencari lokasi wisata yang tenang, nyaman, dan mewah di Bali, temukan semuanya di Nusa Dua. Nusa Dua biasa menjadi lokasi berbagai event penting, konferensi bisnis hingga kenegaraan di Bali. Seperti tahun 2018, kawasan wisata ini menjadi lokasi perhelatan ajang IMF-WB Annual Meeting. Kawasan ini memang terpisah dengan kawasan pemukiman lokal, menawarkan berbagai destinasi wisata unik yang memiliki kesan aman dan ekslusif.

Nusa Dua menyediakan fasilitas wisata lengkap, mulai dari hotel-hotel bintang lima, pantai berpasir putih yang istimewa, tempat berbelanja yang berkelas hingga wahana-wahana seru yang tak ditemukan di tempat lain. Berbagai hal menarik yang bisa ditemui di Nusa Dua yaitu Pasir Putih Pantai Geger, Semburan Ombak Raksasa Water Blow, Sensasi Bajak Laut di The Pirates Bay, Selancar di Surf & Turf, Akrobat Dan Tarian Indonesia Full Efek di Devdan Show, serta Flyboarding di Pantai Tanjung Benoa.

13. Uluwatu, Tawarkan Panorama Alam dan Budaya
Uluwatu adalah panorama indah yang langsung menghadap ke Samudera Hindia. Salah satu spot yang jarang bisa ditemukan di bagian Pulau Bali lainnya. Selain itu, Pura Uluwatu juga wajib dikunjungi jika datang ke Uluwatu.

Wisata kuliner laut di Teluk Jimbaran juga harus dicicipi. Ditambah pemandangan alam yang indah pasti akan memberikan suasana yang tak terlupakan.

Uluwatu juga punya banyak lokasi surfing kelas dunia yang jadi favorit para peselancar. Sebut saja Pantai Suluban, Pantai Padang-Padang, hingga Pantai Balangan. Selain itu, di Uluwatu terdapat banyak tempat menarik yang menawarkan panorama dari atas tebing, yang menampilkan sunset yang indah.

Destinasi yang berkaitan dengan budaya pun ada di Uluwatu. Misalnya, pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu, dan salah satu yang paling baru ialah tradisi Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di kawasan luar Pura Uluwatu.

Tumpek Kandang merupakan sebuah upacara untuk mengungkapan rasa syukur dan terima kasih, sehingga keberadaan monyet bisa hidup berdampingan dengan manusia di lingkungan sekitar Uluwatu, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan enam bulan sekali dalam kalender Bali. 
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali (dulu dikenal sebagai Kantor Bank Indonesia Denpasar) berdiri sejak tanggal 16 Juli 1968 yang bertempat di Jl. Surapati No.15 Denpasar, yang saat ini digunakan sebagai gedung PT. Bank Mandiri, Tbk (Persero). Seiring dengan dinamika perekonomian Bali, organisasi dan cakupan tugas KPwBI Bali semakin berkembang. Untuk mengakomodasi perkembangan tersebut, KPwBI Bali dipindahkan ke Jl. W.R. Supratman No.1 Denpasar. Gedung ini diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Bank Indonesia Bpk. Rachmat Saleh Tanggal 21 Juli 1973 dan pada saat itu tercatat sebagai bangunan kantor terbesar di Provinsi Bali.

Kebangkitan industri pariwisata Bali di awal tahun 1970-an membawa dampak positif bagi perekonomian Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali selalu lebih tinggi dibandingkan dengan perekonomian Nasional.  Seiring dengan itu sektor perbankan tumbuh dengan pesat baik dari sisi kelembagaan maupun dari dana kelolaan. Oleh karena itu sekali lagi gedung KPwBI Bali dirasakan kurang memadai dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat dan kepada perbankan khususnya.  Untuk itu sejak Bulan Mei 1994 dirancang pembangunan gedung baru di Jl. Letda Tantular No.4 Denpasar dan pengerjaan fisik bangunan dimulai pada Tanggal 27 Juni 1997.  Namun akibat krisis moneter yang berkembang menjadi krisis multi dimensi memaksa pembangunan gedung dihentikan untuk sementara. Pembangunan gedung dilanjutkan kembali pada Bulan Mei 2003 dan selesai pada Tanggal 29 Oktober 2004. Setelah tahapan penyelesaian sarana kantor, akhirnya seluruh kegiatan operasional KPwBI Bali dipindahkan ke gedung baru pada Tanggal 8 Agustus 2005.

Gedung KPwBI Bali yang baru memiliki luas tapak 22.225m2.  Bangunan terdiri dari 3 lantai dengan total luas bangunan 15.931m2. Perpaduan antara arsitektur gedung perkantoran modern yang dibalut unsur-unsur tradisional Bali seakan menambah kekokohan dan kewibawaan gedung.

Wilayah kerja KPwBI Bali meliputi seluruh Provinsi Bali yang terdiri dari 9 Kabupaten/Kota yaitu; Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar.
Sejak 2019, KPwBI Bali ditunjuk sebagai koordinator asesmen dan keuangan regional untuk Wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Sehingga selain membawahi 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, KPwBI Bali juga mengkoordinir Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. ​

Baca Juga