BI Rate Tetap 5,75% - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Mei 2019
No. 14/35/PSHM/Humas

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 8 November 2012 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5% ± 1%. Sejalan dengan dinamika perekonomian dan sejumlah kebijakan yang ditempuh selama ini, tekanan ketidakseimbangan eksternal mulai mereda dengan defisit transaksi berjalan yang telah menurun dan neraca pembayaran yang kembali mengalami surplus. Nilai tukar Rupiah juga bergerak sesuai kondisi pasar dengan intensitas depresiasi yang menurun. Sementara itu, perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik, meskipun sedikit melambat akibat menurunnya ekspor karena dampak berlanjutnya pelemahan ekonomi global. Ke depan, Bank Indonesia mengarahkan kebijakannya untuk mengelola keseimbangan eksternal ke tingkat yang berkesinambungan dengan tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dewan Gubernur menilai bahwa perekonomian domestik sejauh ini masih tumbuh cukup baik walaupun mengalami sedikit perlambatan. Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2012 tumbuh 6,2%, sedikit lebih rendah dari prakiraan akibat penurunan kinerja ekspor yang masih berlanjut. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan kembali meningkat, ditopang oleh konsumsi dan investasi domestik yang tetap kuat. Ekspor diprakirakan juga akan mengalami perbaikan sejalan dengan membaiknya perekonomian beberapa negara mitra dagang utama, meskipun masih dibayangi ketidakpastian kondisi perekonomian global. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2012 diprakirakan tumbuh 6,3% dan pada tahun 2013 meningkat menuju kisaran 6,3%-6,7%.

Keseimbangan eksternal dalam perekonomian juga mengalami perbaikan sebagaimana yang diharapkan. Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2012 turun menjadi 2,4% dari PDB, lebih rendah dari triwulan II-2012 sebesar 3,5% dari PDB. Perbaikan defisit transaksi berjalan ini disebabkan oleh membaiknya kinerja neraca transaksi perdagangan yang didorong oleh penurunan impor yang cukup tajam, khususnya barang-barang konsumsi, sementara beberapa komoditas ekspor non-migas seperti CPO mulai tumbuh positif. Transaksi Modal dan Finansial (TMF) mencatat peningkatan surplus yang lebih besar, terutama didorong oleh investasi langsung (FDI), sehingga secara keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan III-2012 kembali mencatat surplus. Ke depan, NPI pada triwulan IV-2012 diprakirakan akan mengalami surplus yang lebih besar, ditopang oleh membaiknya transaksi berjalan dan meningkatnya surplus TMF, khususnya investasi langsung. Dengan perkembangan tersebut, jumlah cadangan devisa pada akhir Oktober 2012 meningkat sehingga mencapai 110,3 miliar dolar AS atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Perkembangan nilai tukar Rupiah pada Oktober 2012 bergerak sesuai kondisi pasar dengan intensitas depresiasi yang menurun. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan tingkat fundamentalnya. Rupiah secara point-to-point melemah sebesar 0,36% (mtm) ke level Rp9.605 per dolar AS atau secara rata-rata melemah 0,41% (mtm) menjadi Rp9.593 per dolar AS. Intensitas tekanan terhadap Rupiah menurun sejalan dengan menurunnya defisit transaksi berjalan dan neraca pembayaran yang kembali mencatat surplus. Aliran masuk modal asing, baik FDI maupun investasi portofolio, terus meningkat ditopang oleh imbal hasil yang masih menarik, kondisi fundamental, dan prospek perekonomian Indonesia yang cukup baik.

Inflasi tetap terkendali dan diperkirakan pada akhir tahun akan berada di sekitar titik tengah kisaran sasaran inflasi 2012 sebesar 4,5%±1%. Inflasi IHK pada bulan Oktober 2012 tercatat 0,16% (mtm) sehingga secara tahunan sebesar 4,61% (yoy). Inflasi inti masih terkendali, meskipun sedikit meningkat menjadi 4,59% (yoy), terutama didorong oleh kenaikan sewa dan kontrak rumah. Secara fundamental, terkendalinya inflasi inti dipengaruhi oleh turunnya imported inflation sejalan dengan penurunan harga komoditas pangan dan energi global, relatif terjaganya stabilitas rupiah, stabilnya ekspektasi inflasi, serta respons sisi penawaran yang memadai. Sementara itu, perkembangan harga bahan pangan (volatile food) mencatat deflasi didorong oleh koreksi harga komoditas pangan seiring dengan meningkatnya pasokan. Di sisi lain, inflasi administered prices juga terjaga pada level yang rendah seiring dengan tidak adanya kebijakan Pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis.

Stabilitas sistem keuangan dan fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan baik. Kinerja industri perbankan yang solid tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%. Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga akhir September 2012 mencapai 22,9% (yoy), melambat dari 23,6% (yoy) pada bulan sebelumnya. Perlambatan terutama pada kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 21,9% (yoy) sementara kredit konsumsi tumbuh relatif stabil sebesar 19,6% (yoy). Namun, kredit investasi tumbuh tinggi sebesar 30,4% (yoy), dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian nasional.

Laporan lengkap mengenai pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2012 yang memuat perkembangan makroekonomi dan kebijakan moneter dapat dilihat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) yang dapat diakses melalui Website Bank Indonesia.

Jakarta, 8 November 2012

Kepala Departemen Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Dody Budi Waluyo
Direktur Eksekutif

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel