BI Rate Turun 25 bps menjadi 9,25% - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Mei 2019

No. 10/ 62 /PSHM/Humas

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 9,25 %. Keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap perkembangan dan prospek ekonomi dan keuangan, baik domestik maupun global.

Dewan Gubernur memandang bahwa dampak krisis keuangan terhadap perekonomian global semakin nyata, seperti terlihat pada perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia 2009 yang merosot dari 3,0% ke 2,2 %, yang juga mulai terlihat pengaruhnya pada perekonomian nasional. Penurunan harga minyak dan berbagai komoditi telah mengurangi tekanan inflasi di dalam negeri. Hal ini tercermin pada inflasi bulanan akhir-akhir ini, yang terus menurun. Laju inflasi bulan November 2008 tercatat terendah dibanding bulan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Penurunan tekanan inflasi ini diprakirakan akan terus berlanjut pada tahun 2009. Target inflasi 2009 sebesar 6,5%-7,5% diperkirakan akan tercapai dan bahkan terbuka kemungkinan untuk mendekati batas bawah.  Di sisi nilai tukar, Bank Indonesia juga senantiasa berada di pasar untuk mengawal perkembangan nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi di pasar valas guna mengurangi volatilitas rupiah.

Kinerja industri perbankan nasional secara umum tetap mantap, seperti tercermin berbagai indikator utama perbankan seperti CAR dan NPL. Sementara itu, mulai terlihat adanya kecenderungan penurunan kredit perbankan.

Dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian domestik tersebut,  keputusan untuk menurunkan BI Rate ke level 9,25% diharapkan dapat menjaga gairah di sektor usaha di tengah melesunya perekonomian global, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. 

Untuk mengatasi permasalahan segmentasi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB), Bank Indonesia juga memutuskan penurunan tingkat bunga fasilitas pinjaman harian (overnight) perbankan melalui transaksi repo dari BI Rate plus 100 bps menjadi BI Rate plus 50 bps, sekaligus menyesuaikan FASBI Rate dari semula BI Rate minus 100 bps menjadi BI Rate minus 50 bps.

Bank Indonesia akan terus mengamankan stabilitas ekonomi melalui koordinasi dengan Pemerintah untuk mencermati perkembangan perekonomian global, regional dan domestik. 

Laporan lengkap mengenai pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2008 yang memuat kondisi terkini perekonomian, perkembangan moneter, inflasi, nilai tukar, neraca pembayaran, serta prospek perekonomian ke depan akan dimuat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Bank Indonesia yang dapat diakses melalui website Bank Indonesia <http://www.bi.go.id> pada tanggal 10 Desember 2008.

Jakarta, 4 Desember 2008
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Dyah NK. Makhijani
Direktur

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel