Bank  Indonesia Keluarkan Uang Kertas Pecahan Rp100.000 Dan Rp20.000 Tahun Emisi 2004 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
23 November 2020

No.6/132/BGub/Humas


Pada akhir tahun 2004, Bank Indonesia akan mengeluarkan dan mengedarkan uang kertas baru pecahan Rp100.000 dan Rp20.000 tahun emisi 2004 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

“Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut dilakukan antara lain berdasarkan pertimbangan bahwa usia edar yang telah cukup lama, yaitu 5 tahun untuk uang kertas pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 1999 dan 6 tahun untuk uang kertas pecahan Rp20.000 Tahun Emisi 1998. Selain itu, penerbitan uang kertas emisi baru ini bertujuan untuk menstandarisasi ukuran uang kertas, meningkatkan kualitas unsur pengaman yang mudah dan cepat dikenali masyarakat, serta mengantisipasi perkembangan teknologi pengaman uang yang muktakhir,” papar Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, pada konperensi pers hari ini di Bank Indonesia.

Gambar utama uang kertas baru tersebut adalah :

Pecahan

Bagian Depan

Bagian Belakang

Rp100.000

Soekarno dan M. Hatta

Gedung MPR & DPR

Rp 20.000

Oto Iskandar Di Nata

Pemetik Teh, Jawa Barat

Sebagai unsur pengaman baru, uang kertas ini telah mengakomodasikan keinginan para tuna netra dengan menggunakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang. Disamping itu terdapat perubahan ukuran benang pengaman yang jauh lebih lebar yang terlihat seperti dianyam (windowed) serta nomor seri yang berjenis teleskopik dan tidak simetris (asimetris). Pada uang rupiah baru pecahan Rp 100.000 terdapat dua pita dengan kombinasi empat warna. Unsur pengaman baru lainnya adalah OVI (tinta berubah warna/optical variable ink) dan gambar tersembunyi (hidden image).

Selain itu, Bank Indonesia akan menerbitkan uang kertas khusus emisi baru untuk kedua pecahan tersebut dalam bentuk lembaran uang yang belum dipotong (uncut notes) dalam jumlah terbatas.

Bank Indonesia akan mengirimkan leaflet dan poster pengenalan yang memuat gambar uang kertas dimaksud kepada Bank-Bank, Kantor-kantor pos, kantor/instansi lain mulai awal bulan Desember 2004. Gambar dan keterangan uang kertas dimaksud juga dapat dilihat di situs Bank Indonesia (www.bi.go.id). Untuk keterangan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi helpdesk Bank Indonesia di 381-7695/7690 atau Kantor Bank Indonesia setempat.

“Pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 1999 dengan bahan dasar plastik dan Rp20.000 Tahun Emisi 1998 dinyatakan tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah,” jelas Burhanuddin diakhir konperensi pers tersebut.

 

Jakarta, 25 November  2004
BIRO KOMUNIKASI

Rizal A. Djaafara
Kepala Biro

Lampiran : Gambar dan ciri-ciri uang kertas pecahan Rp 100.000 dan Rp 20.000 emisi 2004

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel