Lima Langkah Transformasi Digital Percepat Perkembangan Ekonomi Syariah - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
10 Desember 2019

 IFSB-Summit-2019.jpg 

Bank Indonesia meyakini bahwa transformasi digital dapat mempercepat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Terdapat 5 (lima) langkah yang dapat dilakukan yaitu pertama, mendukung digitalisasi perbankan. Kedua, menjamin interlink antara fintech dengan perbankan. Ketiga, mendorong inovasi startup. Keempat, mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran dan pasar keuangan. Dan kelima, memperkuat kolaborasi dan kerjasama antar negara. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (GBI), Perry Warjiyo, dalam 14th Islamic Financial Services Board (IFSB) Summit sebagai rangkaian kegiatan ISEF 2019 pada hari ini (13/11) di Jakarta.

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Zeti Akhtar Azis, menyampaikan bahwa teknologi digital menjadi kunci dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah. Selanjutnya, Sekjen IFSB, Dr. Bello Lawal Danbatta, menyatakan IFSB siap mendukung negara anggotanya dalam memajukan ekonomi syariah sebagai arus baru ekonomi di dunia dengan mengeksplorasi esensi dalam menghubungkan layanan keuangan inklusif syariah, inovasi teknologi, dan ekonomi yang berkelanjutan menuju ekonomi dan keuangan syariah yang semakin populer dan digunakan dalam ekosistem keuangan global.

Sebagai salah satu pertemuan internasional dan forum tingkat tinggi yang dilaksanakan dalam rangkaian ISEF 2019, 14th IFSB Summit dengan tema Islamic Finance for Sustainable Development in the Era of Technological Innovation merupakan agenda penting yang menyatukan para delegasi untuk mengeksplorasi perkembangan saat ini dan prospek masa depan industri jasa keuangan syariah dalam memetakan batas baru ekonomi dan keuangan syariah dan dalam menghadapi tantangan-tantangan utama untuk menjadi yang terdepan di era digital ini. Terdapat 5 topik yang dibahas dalam IFSB Summit yaitu 1) Leveraging Islamic Finance to Enhance Socio-Economic Inclusion and Sustainable Development; 2) Mainstreaming Islamic Finance Through Technology: Building a Robust Regulatory Ecosystem; 3) Broadening Acess and Resilience in Digital Islamic Finance : Opportunities and Challenge; 4) Emerging Technology and Innovation in Islamic Finance : Opportunities and Risks; dan 5) The Way Forward for Islamic Finance.

IFSB adalah organisasi yang menetapkan standar internasional di bidang jasa keuangan syariah yang mendorong terwujudnya dan meningkatnya tingkat kesehatan dan stabilitas industri jasa keuangan syariah dengan mengeluarkan standar kehati-hatian yang bersifat global. Saat ini GBI, Perry Warjiyo, menjabat sebagai Chairman of the Excecutive Committee (EC) IFSB yang beranggotakan 7 (tujuh) perwakilan bank sentral/otoritas keuangan dari Iraq, Nigeria, Arab Saudi, Sudan, Turki, Bangladesh, dan Pakistan. Sementara Deputy Chairman EC dijabat perwakilan dari Malaysia.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel