Cerita BI

BI Icon
​Departemen Komunikasi
12/15/2020 5:00 AM
Hits: 1256

Romansa Picis di Nusantara


Pada Abad Ke-16, picis Cina adalah mata uang yang paling sering digunakan dan paling tersebar luas di Nusantara sekalipun mutunya rendah: gampang rusak jika jatuh dan menempel jika terkena air. Rendahnya mutu ini tak lepas dari bahan bakunya yang berasal dari campuran timah hitam dan ampas tembaga. Mutu semacam inilah yang melahirkan istilah picisan atau rendahan. Karena umurnya yang paling lama empat tahun sebelum hancur, penduduk tidak senang menyimpan uang picis terlalu lama. Inilah alasan lain mengapa uang picis saat ini sulit untuk ditemukan.

Picis paling banyak beredar di Pelabuhan Banten. Para pedagang Cina membawa picis ke sana karena semakin mahalnya mata uang tembaga ch’ien. Langkah ini cukup ganjil karena picis justru tak beredar di Cina. Raja Cina sendiri dikabarkan tahu akan hal ini. Usaha pengedaran picis di satu sisi memang menguntungkan pedagang Cina. Mereka berhasil masuk perekonomian setempat dan mengubah cara penawaran dan pertukaran. Tapi, uang picis juga gampang dipalsukan sehingga nilainya semakin turun.

Laporan mengenai uang picis ini dapat diketahui dari catatan Cornelis de Houtman pada Abad Ke-16. Ia menyebutkan bahwa hanya mata uang Cina yang terbuat dari tembaga yang disebut caixa yang dipergunakan sebagai alat pembayaran. Caixa berasal dari bahasa Portugis yang berarti tunai. Melihat kenyataan ini, dalam usaha dagang di Nusantara, bangsa Eropa mau tak mau harus menggunakan uang picis.

Selain disebut dengan nama caixa oleh bangsa Portugis, picis juga memiliki beberapa sebutan lain: kasha dalam bahasa Melayu, cash dalam bahasa Inggris, dan cassie dalam bahasa Belanda. Diperkirakan penamaan ini berasal dari kata kasu dalam bahasa Tamil dan Telugu yang berarti koin berbahan dasar logam. Ada juga peneliti yang berpendapat bahwa penamaan ini berasal dari kata kasha dalam bahasa Sansekerta, serupa dengan sebutan yang dipakai orang Melayu. Sehingga terdapat kemungkinan bahwa penggunaan kata cash berakar dari bahasa Melayu yang digunakan pada saat itu, yaitu Kasha.

Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA : (62 21) 131 e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 12/20/2020 2:55 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :
  • Cerita BI

Baca Juga